
Pagi ini di rumah Alex terlihat sudah normal seperti biasa.Semalam Alex menceritakan tentang bagaimana Irawan akan membalas dendam pada keluarga mereka terutama Alex.
"Kamu nggak kemana-mana kan bun?" tanya Alex pada Najla saat mereka sedang menikmati sarapan pagi ini.
"Mami ngajak aku ke Caffe baru temannya mas,barusan mami chatt aku." jawab Najla.
"Kamu son ?" tanya Alex pada putranya.
"Aku sama Brian mau antar Jasmine buat beli alat lukis."jawab Kevin.
"Kenapa memangnya pah, papa mau ngadain acara?" tanya Kevin balik.
"Nggak,papa cuma mau bilang kalian harus hati-hati."ujar Alex.
Terus terang hatinya merasa tidak tenang setelah dia melihat sosok Irawan telah kembali.Apalagi Najla yang sedang hamil dan Kevin yang pastinya akan cepat terpancing dengan provokasi orang-orang Irawan.
"Pastilah mas,kamu juga harus hati-hati di mana pun kamu berada." ucap Najla dengan senyum yang di paksa.
Najla melihat ada kekhawatiran dari sikap suaminya itu.Pastinya dia akan merasa tidak tenang apalagi ini menyangkut dengan keselamatan keluarganya.
"Iyaaa..aku berangkat dulu yah,Kevin mau papa antar atau sama Brian?"
"Kevin sama Bri saja pah, sebentar lagi juga sampai.Papa hati-hati."
ucap Kevin pada sang papa.Anak itu pun merasa tak tenang dengan kehadiran orang masalalu mereka.Apalagi mendengar penuturan papanya pastinya orang itu ada dendam yang belum terbalaskan.
...****************...
Dua bulan berlalu Alex merasakan tak ada pergerakan dari Irwan.Namun,dia akan tetap waspada.Beberapa orang akan mengikuti kemanapun anak dan istrinya pergi.Walaupun memang di lakukan dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Kita mau ngapain kemari Kev?" tanya Brian saat mereka di sebuah taman dengan deretan pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman.
"Bunda nitip cilok bumbu kacang,kata Oma itu nyidam.Makanya gue mau cari kesini,kalau nggak diturutin yang ada nanti adek gue ileran."ujar Kevin
"Ileran,bisa gitu? masa cuma nggak diturutin makan cilok bisa ileran.Bener-bener nggak masuk di akal."ujar Brian.
"Mana gue tahu,yang jelas biar bunda sama dedek kecebong seneng dah." ungkap Kevin.
"Ealah bisa-bisanya adek sendiri di bilang kecebong,kakak durjana Lo !" umpat Brian pada sang sahabat sekaligus sepupunya itu.
Setelah dapat apa yang di minta Najla , akhirnya Kevin dan juga Brian langsung pulang ke rumah Alex.
"Kev,Lo ngerasa kalau akhir-akhir ini ada yang perhatiin kita nggak sih?" tanya Brian yang sudah ada di dalam mobil yang melaju ke arah rumah Alex.
__ADS_1
"Halah.. perasaan Lo aja kali.Kalau pun ada,itu fans kita bro ," ucap Kevin menanggapi ucapan sepupunya itu.
Walaupun memang Kevin merasa belakangan ini seperti ada yang mengikuti mereka.
Brak..💢
Ciiittt...💢
"Astaghfirullah."ucap kedua remaja itu.
Brian mengerem mendadak karena tiba-tiba ada yang melempar sesuatu ke arah kaca depan mobilnya.
"Apaan tuh.."ucap Brian melihat sesuatu yang baru saja seseorang lempar ke mobil mereka.
Kedua remaja laki-laki itu pun akhirnya turun dari mobil dan memeriksa apa yang orang asing itu lempar ke mobilnya.
Terlihat bangkai ayam yang sudah terlindas mobil mereka.
"Ini bangkai ayam,apa maksudnya mereka melempar kita dengan ini." ucap Brian pada Kevin.
Kevin mengedarkan pandangannya ke sekeliling mereka dan tak ada yang mencurigakan di sekitar mereka.
"Apa ini tindakan orang suruhan pria itu?"batin Kevin.
"Astaga..bikin kaget saja,apaan sih Lo?!"ucap Kevin sewot.
"Hehh..sontoloyo,gue yang seharusnya sewot sama Lo..kenapa malah ngelamun sih,Lo mikirin apa?"tanya Brian.
Bukannya menjawab Kevin malah masuk kedalam mobil.Brian yang melihat tingkah Kevinpun akhirnya ikut masuk kembali ke dalam mobil yang mereka naiki.
"Lo nggak papa Kev,ada yang nggak gue tahu.Apa ada masalah yang Lo nggak ceritain?" tanya Brian makin penasaran dengan sikap Kevin.
"Gue pikir ini ada hubungannya dengan orang itu."ucap Kevin.
"Orang itu,orang siapa maksudnya?" tanya Brian.
Kevin pun akhirnya menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi.Dengan kejadian itu cuma menerka-nerka apa semua yang terjadi saat ini adalah perbuatan Irawan.
"Gue minta Lo jangan sampai ngomong sama bunda soal ini,gue takut bunda kepikiran." ucap Kevin mengingatkan sahabatnya itu.
"Oke,lo nggak perlu khawatir."ucap Brian.
...---------------...
__ADS_1
Sampai di rumah Kevin dan Brian langsung memberikan pesanan Najla.
"Emmm...ini enak banget kak, terimakasih yaa..sudah mau beliin cilok nikmat ini..hehehe.." ucap Najla dengan menyantap cilok yang dia inginkan.
"Tenang saja bun,apapun yang dedek bayi mau Insyaallah kakak akan penuhi biar nggak ileran." ujar Kevin.
"Lagian kenapa aunty maunya jajanan beginian sih,ngidam tuh..yang mahal dikit aunty.Suami kaya masa ngidamnya cilok yang harga seribuan."ujar Brian
"Makanan kayak gini itu udah lama banget aunty nggak rasain,kalau makanan mahal pun sudah biasa keles.." ujar Najla menimpali ucapan ponakannya itu.
"Tahu nih,bunda kan pastinya sudah sering ngerasain masakan western.Pergaulannya pun pasti bukan pergaulan anak muda yang ecek-ecek lah."bela Kevin.
"Iya juga sih.." ucap Brian.
Memang benar juga ucapan Kevin,secara dari masa remaja Najla sudah merasakan masakan-masakan western.Untuk jajanan yang di Indonesia itu pastinya membuat lidahnya rindu dengan kenangan masa kecilnya yang Najla ingat jika dirinya lai dengan Vania yang jajan dan makanannya selalu di jaga.Untuk Najla dia pastinya mencuri-curi kesempatan untuk melakukan apa yang dia mau ,mencoba apa yang temannya coba begitupun dengan makanan.
.
.
.
"Kevin,kamu ikut papa ke ruangan kerja papa sebentar."ucap Alex pada putranya setelah mereka selesai makan malam.
Kevin yang baru saja selesai makan mengalihkan pandangannya ke sang papa dan mengangguk.
"Ada apa sih mas,tumben kamu panggil Kevin ke ruang kerja kamu.Ada yang di sembunyikan dari aku yah?"
"Mana ada,aku mau ngobrol saja sama anakmu itu.Bisa di bilang perbincangan antara anak dan ayah ."ujar Alex
"Aisssttt..kamu ini ada-ada saja.Jadi beneran bunda nggak boleh tahu nih?' tanya Najla lagi dengan wajah penuh harap.
"Nggak ada apa-apa,kamu tenang saja, semua aman."ujar Alex menenangkan hati sang istri.
"Okelah kalau gitu,apalah aku ini hanya remahan rengginang sisa lebaran."kelakar Najla membuat Alex tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan istrinya itu.
Saat ini Alex dan juga Kevin sudah ada di dalam ruang kerja Alex.Dia memandang wajah putranya dengan intens.
"Ada apa pah,kayaknya ada hal penting yang mau papa bicarakan sama aku, sampai-sampai papa nggak mau bunda tahu."ucap Kevin dengan menyunggingkan senyum tipisnya.
"Dia mulai bergerak,dia mulai mengusik kamu kan,tadi siang kamu di teror oleh seseorang dengan bangkai ayam.Apa benar itu?"
Ucapan Alex sontak membuat Kevin diam dan memandang sang ayah dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
Bersambung