Hasrat Palsu (Selfish Marriage)

Hasrat Palsu (Selfish Marriage)
31. Ingin Bertemu


__ADS_3

Ponsel yang baru terisi daya itu telah dinyalakan meski daya itu belum terisi maksimal. Sangat tidak sabar jika harus menunggu pengisian optimal.


Record panggilan dari briptu Jovan sangatlah banyak, ada beberapa pesan juga darinya. Berisi beberapa foto Evan bersama polisi muda itu saat di taman bersama teh Sulis. Foto-foto mereka mungkin diambilkan oleh wanita Sunda itu. Jovan memang nampak begitu sayang pada Evan di tiap ekspresi bidikan foto.


Juga beberapa notif pesan berisi banyak orderan dari para pelanggan. Mereka sangat kecewa, orderan mereka tidak mendapat respon dan balasan. Eril tersenyum masam membacanya.


Tidak ada satu pun pesan atau jejak panggilan darinya. Benn sama sekali tidak menghubungi. Merasa heran dengan diri sendiri, mengharap lelaki itu mengingatnya.


Apa mungkin,,,,? lelaki itu sudah ditinggalkan, telah disia-siakan kesempatan yang ditawarkan Benn padanya. Tentu saja Benn tidak akan memungut dirinya lagi. Lelaki itu ibarat bintang di angkasa. Tampan dengan fisik yang luar biasa dan juga seorang hartawan kaya raya.


Padahal dirinya itu siapa,,? Perempuan tidak punya apa pun dan tidak punya keluarga satu pun. Tapi justru memiliki anak tanpa pernikahan yang tidak jelas siapa ayahnya. Sedang Benn hanya menginginkan seorang perempuan berstatus gadis. Mungkin Benn akan menganggapnya sebagai perempuan yang tidak benar dan murahan.


Apa yang diandalkan dirinya? Fisik dan cantik,,? Begitu melimpah gadis cantik dengan body sempurna di Jakarta. Benn tidak akan sulit mendapatkan wanita selain Eril dalam waktu yang singkat saja.


Hanya keberuntungan sebagai pelamar terpilih sajalah penyebab Benn menikahinya. Dan Benn pasti akan menceraikan Eril setelah enam bulan.


Eril sangat sadar akan itu semua, itulah pembuat dirinya takut untuk berkata jujur tentang Evan. Takut jika Benn tidak terima dan menuntut uang yang telah diberikan. Hanya uanglah yang saat itu sebagai prioritas utama. Uang sebanyak itu bisa jadi bermanfaat untuk membeli dokumen palsu. Dokumen berisi asal usul Evan dan segala pemalsuan penting lainnya. Dengan cukup uang, mungkin segalanya bisa nyata. Dan semua itu demi Evan, anak yang amat dicinta.


Namun, ternyata Benn begitu mengekang dan menuntut. Bahkan melakukan Eril sebagai istri yang sesungguhnya. Meski Benn belum pernah benar-benar melakukan hal itu.


Tapi Eril ketakutan. Merasa diri tidak sanggup. Tidak sanggup berpisah dengan Evan, juga ketakutan jika Benn sampai membuat dirinya hamil. Betapa itu sangatlah merepotkan. Merasa belum siap membagi kasih antara Evan dengan anak baru adik Evan.


Kini Eril hanya pasrah dan menyerah. Menunggu moment tepat untuk bicara jujur segalanya pada Benn. Pasrah jika lelaki itu akan marah, lalu menolaknya dan meminta ganti rugi. Eril siap menghadapi semuanya demi tidak lagi berjauhan dengan Evan.


Tapi Benn tidak memerlukan dirinya lagi. Lelaki itu tidak menghubungi. Jadi selama lelaki itu mengabaikan,, bermakna keadaan masih aman. Dan uang muka yang didapat dari Benn pun masih sangat lebih dari cukup. Eril hanya merasa perlu menjaga diri dan sikapnya saja.


🍄🍄🍄

__ADS_1


Pagi-pagi di hari Minggu, Eril dan teh Sulis memasak di dapur dengan saling bahu dan membahu. Namun segala bisnis dapur online tidak lagi di tangan Eril. Si ibu muda telah memasrahkan beberapa urusan dan pesanan dapur onlinenya kepada wanita sunda yang baik hati itu.


Terutama dalam hal pengantaran orderan ke user yang cukup menyita waktu, Eril bukan lagi yang mengantar. Lebih memilih mengurus Evan dengan lebih penuh dan totalitas.


"Ril, nanti Jovan datang pukul berapa?" tanya teh Sulis. Wanita itu sedang mengisikan nasi ke beberapa kotak makan.


"Dia tidak datang, teh. Aku sudah bilang ke dia, sedang tidak ingin membawa Evan jalan-jalan," jawab Eril. Ibu muda yang pagi itu nampak cerah, sedang menggoreng ayam kriuk di atas kompor.


"Apa polisi muda itu kecewa,,?" tanya teh Sulis kembali.


"Sepertinya iya... Tapi biar saja lah, teh," tukas Eril dengan membolak-balik ayam kriuknya.


"Emang kenapa, Ril,,? Benn melarang?" sambung tanya teh Sulis sambil menoleh, memandang Eril seksama.


"Dia tidak melarang, teh. Tapi dia benar-benar tidak suka," jawab Eril apa adanya. Sesaat teringat sikap dingin Benn kala membahas ketidak sukaannya jika Eril keluar bersama Jovan.


Eril memandang teh Sulis dengan menahan senyumnya.


"Bukan, teh.. Ya memang wajar kan, lelaki tidak akan suka jika calon istrinya dekat dengan laki-laki lain, teh,,?" jelas Eril pada wanita berkerudung di depannya.


"Eh, iya juga ya, Ril,," sambar teh Sulis sambil mengangguk-angguk mengiyakan.


"Maaaaa,,,,Maammaaaa,,," tiba-tiba suara menggemaskan terdengar dari arah pintu dapur.


"Eeeh,,, anak mama yang super ganteng udah bangun,,,? Evaaaaan,," sambut Eril pada si buah hati yang memang sudah waktunya bangun pagi.


Balita mungil tiga tahun itu berjalan cepat menghampiri ibunya. Memegangi baju Eril dan menggayut manja di sana. Wajah putih Evan begitu nampak bangun tidur.

__ADS_1


"Teh, aku tinggal dulu ngurus Evan, yaa,," izin Eril sambil meletak peralatan goreng-gorengnya. Lalu diambilnya pergelangan tangan Evan dan dituntun.


"Lah,,,iya tinggal aja sana, mandikan Evan dulu, Ril,," sahut teh Sulis sungguh-sungguh. Wanita itu tersenyum sangat manis pada Evan. Ibu dan anak telah berlalu melewati pintu dapur.


🍄🍄🍄


🍄🍄🍄


Lelaki tampan yang duduk menyandar sendirian di ruang kerja, terlihat sedang galau dan kalut. Mengenakan baju santai dan bukan stelan jas baju kerja. Sebab hari ini adalah hari minggu yang santai.


Bukan hanya kalut sebab sang mama berulangkali menelepon ingin bertemu dengan menantu baru, tapi Benn pribadi pun sebenarnya juga ingin bertemu tatap muka.


Tapi kapan,,? Perempuan itu sama sekali tidak pernah menghubungi. Meski Benn beralasan ingin bertemu sebab untuk terapi dan mengasah hasrat, tetapi merasa kecewa pada keacuhan perempuan itu.


Perempuan yang mendatanginya sebab uang. Dan kini yakin, hanya uanglah yang selalu ada di hati perempuan itu. Segala sentuhan panas yang diberikan dengan manis waktu lalu, nampaknya tidak berarti sama sekali bagi Eril. Karena hanya uanglah yang terus dipikirkan perempuan itu.


Tidak suka larut dalam kebimbangan serta sudah ditahan terlalu lama, Benn berdiri menyambar kunci mobil. Lelaki itu akan menjemput sang istri kontrak di rumahnya. Membawa kembali untuk tinggal bersama-sama. Tidak peduli dengan kebohongan yang tengah disimpan oleh Eril. Benn merasa hanya sedang memerlukan tubuhnya saja.


🍄🍄🍄


🍄🍄🍄


Perjalanan yang ditempuh dengan semangat. Laju kendaraan yang dibawanya sangat cepat. Ternyata semua sia-sia dikejarnya.


Matanya terasa begitu panas saat mendapati pemandangan sangat tidak nyaman dipandang. Perempuan cantik yang sudah dinikahi dan berada di teras rumahnya itu tengah tersenyum-senyum gembira bersama balita yang bernama Evan.


Mereka tengah tersenyum dan tertawa lepas bersama seorang polisi muda. Yang Benn sangat hafal siapa nama polisi lelaki itu, Jovan!

__ADS_1


Benn merasa semakin tidak suka dengan polisi tampan itu. Dan rasanya begitu muak yang sangat. Hingga tidak ada selera lagi untuk bersapa dengan mereka bertiga.


__ADS_2