
Dua bulan sudah usia pernikahan Abel dan Dito. Abel mulai mulai menikmati status barunya sebagai seorang istri. Ada banyak kisah lucu yang dialami oleh keduanya. Tak jarang pertengkaran pertengkaran kecil terjadi diantara mereka. Seperti sore ini, Abel dibantu bi Inem memasak masakan kesukaan Dito yaitu sayur asem, ayam goreng dan sambal terasi.
Saat di sekolah tadi Abel sudah mengirim pesan ke Dito via wa untuk pulang lebih awal karena ia akan memasak makanan kesukaan Dito. Dito pun mengiyakan. Hari ini Abel dan Dito tidak pulang bareng karena Dito ada jadwal intensif main basket. Abel yang ngga begitu suka nonton basket memilih pulang kerumah.
Abel sangat semangat mempersiapkan makan malam pertamanya untuk sang suami. Bi inem membawanya belanja ke pasar tradisional. Abel yang belum pernah pergi ke pasar tradisional langsung merasa jijik belum lagi bau anyir ikan, ayam, daging dan sampah bercampur menjadi satu.
Abel hampir menangis dan nyaris batal belanja di pasar tradisional kalau tidak di semangati oleh bi inem.
"Kenapa sih bi kudu belanja di tempat kayak gini. Manau bau kotor lagi. Iyuuuuhhh. Supermarket aja napa." protes Abel kepada bi inem.
Si bibi malah ketawa lihat mantu majikannya itu jijik.
"Bukan apa apa neng. Bibi udah tahu harga pasaran bahan pokok neng. Bisa ditawar lagi. Yang penting cari yang bagus jangan asal murah."
"Tapi kan jijik bi. Mana abis ujan pula lagi makin lah... Iyyuuhh..."
"Ayo donk nenk. Masa kalah sama kotor. Inget tuh iklan rinso. Katanya mau masakim mas Dito tercinta baru segini doank perjuangannya udah kalah."
__ADS_1
"Ih bibi rese deh. Yaudah ah buruan beli apa lagi nih. Abel ga kuat baunya."
Abel menjepit hidungnya dengan ibu jari dan jempol. Sesekali ia menarik nafas panjang. Hampir satu jam dipasar, Akhirnya Abel dan bi inem pun pulang.
Abel langsung mengeksekusi bahan bahan yang sudah ia beli tadi di pasar. Bi inem hanya membantu sedikit selebihnya Abel sendiri yang mengolah masakan untuk suaminya.
Hari itu Abel dan Dito ditinggal oleh mama dan papa yang pergi tugas ke Malaysia. Selama seminggu ke depan Abel yang bertindak sebagai nyonya dirumah ini dan bertanggung jawab atas perut Dito.
***
Sekitar pukul lima sore Abel pun selesai masak. Ia melihat jam yang sudah menunjukkan waktu hampir maghrib. Saking asiknya masak ia sampai melupakan sholat ashar. Abel bergegar ambil wudhu lalu sholat. Sehabis itu baru lah ia mandi dan tak lama sholat maghrib.
"Duh laper bi. Mas Dito kok belum pulang juga ya. Laper nih." keluh Abel kepada bi inem. Ia memegangi perutnya yang sudah berbunyi terus sejak tadi sore.
"Yaudah neng Abel makan duluan aja. Baru nanti temenin aden makan kalo si adennya udah pulang." usul bi inem.
"Ngga ah bi. Ngga enak juga ngeduluin suami makan. Abel tunggu sebentar lagi deh bi. Bibi kalo mau istirahat gpp kok istirahat aja duluan. Abel tunggu mas Dito pulang."
"Yaudah neng bibi pamit ke kamar ya. Nanti panggil bibj aja ya kalo aden udah pulang. Nanti bibi kunci pintunya." ucap bi inem.
__ADS_1
"Siap bi. Met istirahat ya bi." ucap Abel sambil menahan perih perutnya.
Abel mengambil handphonenya, mengecek apakah ada pesan dari Dito untuknya. Ternyata tidak ada. Abel menghubungi Dito berkali kali tapi tidak diangkat. Abel mulai kesal. Ia berkali kali mau makan duluan tapi kembali menahan diri untuk tidak makan duluan sebelum suaminya pulang.
"IIH DITOOO LOE DIMANA SIH!!!!" gerutu Abel kesal karena pesan dan teleponnya tak di balas.
***
TBC...
Nah loh si Dito kemana tuh
To dimana lu??
Abel nyariin tuh
__ADS_1