Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 18


__ADS_3



💃💃💃



"Mas mau ke ruang Pak Wisnu?" tanya Abel saat Dito selesai mengobati lukanya.



"Iya kan disuruh menghadap. Kenapa takut??"



"Males ketemu sama fans kamu tuh." ucap Abel sebel. Dito tertawa.



"Ya terus salah mas gitu kalo mas abanyak Fansnya?!"



"Tau ah sebel." Abel merajuk. Ia turun dari ranjang. Dito menahan tangan istrinya lalu menariknya kuat hingga membentur dada bidangnya. Abel mendongakkan kepalanya menatap Dito yang juga tengah menatapnya lembut.



Abel blushing. Ia berusaha melepaskan diri tapi Dito menahannya cukup kuat. Dito membelai wajah cantik Abel dengan perlahan.



"Gak usah cemburu. Biarin aja mereka ngefans juga toh kamu dapet segalanya dari mereka." ucap Dito tanpa melepaskan pandangannya dari Abel.



"Tapi kan sebel mas... Gara gara fansnya mas aku jadi celaka."



"Yang penting mas ngga nyakitin kamu." ucap Dito sambil menarik wajah istrinya mendekat. Abel panik. Ia tahu kalau Dito akan menciumnya. Ini pertama kalinya buat Abel berciuman dengan lawan jenis.



"M...maaasss..." cicit Abel sambil menahan dada bidang Dito. Dito menghentikan gerakannya.



"Kenapa nolak? Mas ga boleh cium istri mas sendiri?" tanya Dito sambil mengedipkan sebelah matanya. Abel semakin merah wajahnya.


__ADS_1


"Ini...ini... Yang pertama buat ku mas." aku Abel malu. Ia menundukkan kepalanya. Dito tertawa. Abel meninju perut keras suaminya. Ia menarik wajah istrinya.



"Bukannya Bagus mas jadi yang pertama buat kamu." ucap Dito sambil mengecup bibir manis Abel. Tubuh Abel menegang. Dito tersenyum.



"Tapi aku dapetnya udah bekas. Kesel." Abel cemberut. Melihat lihainya Dito saat berciuman, tak mungkin Dito tak pernah ciuman sebelumnya dengan jajaran mantan mantannya.



"Bibir mas memang sudah tidak perawan lagi tapi adiknya mas masih perjaka. Kamu jangan khawatir sayang. Kamu bakalan jadi yang pertama." bisik Dito membuat Abel malu. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan.



"Tak hanya bibir ini saja yang menjadi milik mas. Bagian tubuh mu yang lain juga punya mas. Hanya mas yang boleh melihat apalagi menyentuhnya." ucap Dito lagi kembali mencium Abel.



Kali ini Dito tak menyia nyiakan waktu. Dito melumat bibir manis itu. Abel yang belum pernah ciuman kelabakan melayani ciuman Dito. Dito mengangkat wajahnya. Ia melihat Abel agak kaku membalas ciumannya.



"Ikutin mas sayang. Kamu pasti bisa."


Dito kembali melahap bibir Abel. Dito mengajari istrinya berciuman dengan baik. Tak perlu butuh waktu lama bagi Abel mulai lihai membalas ciuman suaminya. Dito semakin mengeratkan pelukannya sementara kedua tangan Abel melingkar leher dan meremas rambut Dito. Kedua kakinya sedikit jinjit karena tubuh Dito yang tinggi.




"Makasih yank. Makasih sudah menjaga ini untuk mas." ucap Dito sambil mengusap bibirnya yang agak membengkak.



"Mas bersabar untuk bisa meminta hak mas sama kamu setelah lulus sekolah. Mas sayang kamu Abel." ucap Dito yang membuat Abel menitikkan air mata bahagia.



"Aku juga sayang sama mas. Jangan tinggalin aku ya mas." ucap Abel.



"Ngga akan sayang. I love you."



Dito kembali mencium Abel. Kali ini Dito membaringkan istrinya di ranjang UKS. Keduanya berciuman panas di atas ranjang UKS baru lah keruangan Pak Wisnu.


__ADS_1


***



Sempat terjadi ketegangan saat keduanya tiba diruang BP. Chika and the genks memutar balikkan fakta kalau Abel yang mencari gara gara duluan karena memecari Dito si kapten basket.



Tapi untungnya Pak Wisnu tak percaya dengan omongan Chika dan teman temannya mengingat Chika sering banget keluar masuk ruang BP. Kasus kali ini cukup berat karena Chika dan teman temannya menyekap dan menyakiti Abel. Tentunya hukuman buat genk nakal itu tidaklah ringan.



Abel sedikitnya bersyukur Chika mendapatkan hukuman skorsing dari sekolah. Tapi ia takut kalau kalau Chika berbuat nekat selama masa skorsingnya.



"Kita ke klub basket dulu ya ambil barang abis itu kita pulang." ucap Dito saat keduanya bergandengan keluar dari ruang BP.



"Loh kok pulang? Bukannya tadi mas bilang mau latihan ya."



"Ga jadi liat kamu kayak gini mending pulang ke rumah aja siap siap di omelin mama karena mantu kesayangannya luka luka kayak gini." ucap Dito mendesah kasar.



Sejak menjadi menantu di keluarganya, Sarah menjadi super lebay menyangkut menantu kesayangannya itu. Kadang Dito yang sering di omelin hanya gara gara masalah sepele.



Abel tertawa. "Gak gitu juga kali mas. Kan bukan mas yang salah. Ga mungkin lah mama marah marah sama mas."



"Mungkin lah. Gada alasan buat mama marah kalo menyangkut kamu yank. Kesel deh. Anaknya mama siapa sebenarnya." rajuk Dito sambil menendang kerikil dengan kuat hingga menimbulkan bunyi keras karena menabrak tong sampah.



"Nanti aku jelasin mas. Insya allah mama ga akan marah ya."



***



TBC...


__ADS_1




__ADS_2