

Jangan lupa vote & komen yang banyak ya 😁
💃💃💃
Abel tersadar dari lamunannya saat Dito berteriak kencang. Ia segera mendorong tubuh Dito dengan kuat menjauh dari atas tubuhnya. Dito yang tak siap pun terjengkang. Abel segera menutupi bagian depan tubuhnya yang sudah berantakan karena ulah Dito dengan selimut lalu berlari ke kamar mandi lalu menguncinya.
Abel menangis disana. Ia sangat malu kepergok tengah pemanasan dengan suaminya. Parahnya lagi hampir bagian tubuh Abel sudah terpampang karena ulah Dito. Abel membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Abel semakin menangis keras saat melihat bercak-bercak merah di kulit mulusnya.
Sementara itu Dito sangat geram karena ulah mamanya yang kebiasaan saat masuk tidak pernah ketuk pintu dulu. Padahal mamanya tahu ada Abel yang menghuni kamarnya juga. Jika tadi sang mama tidak menerobos masuk kamarnya begitu saja mungkin kini Dito yang tengah menerobos masuk area pertahanan istrinya.
"Shit!! " umpat Dito sambil menonjok ranjang yang sudah berantakan. Dito mengusap wajahnya kasar karena mendengar tangisan istrinya di kamar mandi.
Dito bingung harus berbuat apa. Ia hanya berdiri di depan kamar mandi dan mendengar tangisan istrinya. Ingin rasanya ia memeluk Abel saat ini dan menenangkannya. Tapi ada satu hal yang harus ia lakukan terlebih dahulu. Ia pun keluar dari kamarnya dan turun ke bawah mencari sang mama.
***
"Bi mama mana?" tanya Dito kepada bi Inem saat tak menemukan sang mama.
"Kayaknya di kamar deh den. Soalnya Tuan baru aja sampai." ucap bi Inem.
Dito bergegas menuju kamar kedua orang tuanya. Tanpa mengetuk pintu kamar, Dito langsung saja nyelonong masuk ke kamar orang tuanya.
"Mama!!" panggil Dito kesal. Sang mama yang tengah membantu melepas dasi suaminya itu kaget melihat kedatangan Dito. Ia langsung sembunyi di belakang tubuh jangkung suaminya sambil sesekali mengintip dari balik tubuh suaminya itu.
Ronald terlihat bingung.
"What's wrong son?" tanya ayahnya.
"Tolong kasih tahu istrinya papa. Kalau mau masuk ke kamar siapa pun hendaklah mengetuk pintu terlebih dahulu. Jangan asal nyelonong aja. Aku juga punya privasi!!" ucap Dito geram sambil menatap tajam mamanya yang cengar cengir mengintip dibalik tubuh suaminya.
Ronald makin bingung lagi. Ia melihat Dito pergi dari kamarnya begitu saja. Pintu dibanting cukup keras.
__ADS_1
"Dito kenapa ma?" tanya Ronald penasaran. Yang ditanya malah cekikikan geli. Pasalnya ia lupa kalau putranya sudah menikah dan mempunyai istri. Ia kebiasaan nyelonong masuk kamar putranya selama ini.
Tapi sayangnya Sarah nyelonong masuk di saat yang tidak tepat. Jadi wajar jika Dito kesal dan marah. Dito dan Abel sepertinya tengah dalam proses membuatkan dirinya cucu tapi ia mengganggu mereka.
"Mama pasti bikin kekacauan deh." tebak Ronald saat melihat ekspresi istrinya yang senyam senyum sendiri.
Sarah mengalungkan tangannya di leher Ronald.
"Mama ga sengaja Pah. Tadinya mama mau manggil anak anak kita untuk makan malam sambil nunggu papa pulang eh gak taunya mereka lagi pemanasan mau buatin kita cucu." ucap Sarah tertawa terbahak-bahak.
Ronald mengerutkan dahinya.
"Maksud mama?"
"Mama mergokin Abel dan Dito nyaris berhubungan intim Pah. Masih pemanasan kayaknya tapi keburu mama dateng. Terus mama kabur deh hahahaha..."
Ronald memencet hidung istrinya yang terkenal jahil.
"Mama nih ya. Kasian donk Dito mah. Sesek banget kayaknya itu anak. Pantes dia tadi keliatan banget marah wong mama gangguin keasikannya. Jangan kayak gitu donk mah kapan mau punya cucunya kalau mama gangguin mereka."
Sarah yang paham gerak gerik suaminya itu hanya tersenyum simpul.
"Papa mau mandi dulu apa makan?" tanya Sarah sambil meremas rambut suaminya yang tengah mencumbu lehernya. Sarah mendesah nikmat.
"Papa mau makan mama boleh?" bisik Ronald dengan nada tercekat. Ia sudah sangat bergairah. Susan mengangguk. Ia pasrah menjadi santapan makan malam suaminya di ranjang.
"Pah kunci dulu pintunya. Takut Dito balas dendam masuk ke kamar disaat kita dinner." ucap Sarah menghentikan suaminyanya yang sudah kelaparan.
"Oke sayang." ucap Ronald. Ia menjauhkan tubuhnya sejenak dari sang istri yang sudah pasrah tanpa busana. Ia segera mengunci pintu agar dinnernya malam itu berjalan lancar. Setelah pintu kamar terkunci barulah Ronal segera memulai dinnernya bersama sang istri tercinta.
***
Sementara itu, Abel keluar dari kamar mandi setelah mengurung diri disana. Ia sudah wangi. Abel tak berani menatap sekitar kamarnya karena belum mau bertatap muka dengan Dito. Rasa malu masih terasa olehnya.
__ADS_1
Rasa penasaran membuat gadis cantik itu akhirnya mau tak mau mencari keberadaan suaminya. Ia tak melihat Dito di kamar. Tak lama ia melihat Dito masuk ke kamar dengan wajah mengeras. Dito mengunci pintu kamar lalu mereka bertatapan.
Abel langsung memutus kontak mereka dan lebih memilih memandangi kakinya dan ubin kamar. Dito menghela nafas. Ia berjalan menghampiri sang istri lalu memeluknya.
Dito mengelus punggung Abel sambil menciumi Wangi tubuh istrinya.
"Maaf ya jadi bikin canggung yank." sesal Dito. Abel menggelengkan kepalanya.
"Mungkin belum saatnya buat mas meminta hak mas sama kamu sekarang. Hampir aja mas melanggar janji mas sama alm bunda untuk tidak membuatmu hamil sebelum lulus sekolah yank." ucap Dito sambil menatap wajah Abel yang memerah.
"Itu... Bukan salah mas kok. Aku yang dosa kalau menahan hak mas atas aku."
Dito mendekatkan kepala istrinya lalu mencium lama di dahi.
"Bukannya mas ngga mau sayang. Mas takut kebablasan. Mas mau kita konsen ke ujian setelah itu baru mas minta hak mas ke kamu. Udah jangan pikirin apa apa yank. Maafin mas tadi hilang kendali. Habis istri mas ini bikin gereget deh." goda Dito sambil meringis karena Abel mencubit perutnya.
"Udah donk jangan bete lagi. Masa suaminya di diemin sih yank." ucap Dito manja sambil memeluk Abel erat.
Abel mendengus. Ia membalas pelukan suaminya. Dito menciumi Puncak kepala istrinya berkali kali. Sejak menikah ia sangat suka jika Dito menciumi kepalanya seperti ini.
"Mandi dulu gih. Mas bau. Abis itu kita tidur aku ngantuk mas." ucap Abel sambil mendorong tubuh Dito.
"Yaudah mas mandi dulu abis itu tidur. Beneran tidur loh yank. Jangan macem macem." goda Dito sambil menyeringai mesum.
"Iiih... Gila. Aku yang harusnya ngancem mas jangan macem macem sama aku. Awas aja ya!!"
"Mas ga macem macem yank. Satu macem doank. Ayank pasti suka."
Dito buru-buru masuk ke kamar mandi sebelum di timpuk bantal oleh Abel. Abel jadi malu sendiri. Kejadian tadi yang nyaris saja keduanya belah duren saja bikin canggung. Apalagi kalo beneran udah belah duren ya.
***
TBC...
__ADS_1