
Dito sangat bersemangat dan menjadi mengerikan jika sudah berada di lapangan basket. Saking semangatnya latihan ia sampai melupakan janjinya kepada Abel agar pulang lebih awal.
"Dit, nongkrong yu di tempatnya si bos." ajak Brandon saat Dito baru saja selesai mandi.
"Boleh. Udah lama ya ga nongkrong disana." ujar Dito menyetujui. Ia bergegas mengenakan bajunya lagi.
"Iya udah pada sibuk sih anak anaknya. Yaudah gua calling yang lain dulu ya. Sebagian sih udah gua arahin ke tempatnya si bos. Kita nyusul." ucap Brandon sambil menempelkan handphonenya di telinga.
Dito mengacungkan jempolnya. Setelah selesai memakai pakaiannya, Dito pun segera keluar dari tempat ganti dan menyusul Brandon yang sudah menunggunya di parkiran. Dito tak mengecek handphonenya yang terus bergetar.
Brandon dan Dito yang baru saja tiba disambut oleh teman temannya. Brandon dan Dito jika turun di lapangan sangat diwaspadai oleh lawan mereka. Mereka berdua adalah perpaduan yang pas. Sama sama tampan & sama sama jago basket. Mereka pun ngobrol ngalor ngidul di warung yang menjadi basecamp tiap kali selesai latihan.
Satu persatu teman mereka pulang. Tinggal Dito, Brandon dan Josh. Mereka pun pulang kerumah masing-masing. Setibanya dirumah Dito di berondong pertanyaan oleh Abel yang sudah sangat kesal.
"Kemana dulu sih kan udah bilang pulang cepet." omel Abel saat melihat Dito pulang sangat telat.
"Aku kan udah bilang latihan dulu. Terus diajak nongkrong sama anak anak di warung si bos. Udah lama ga nongkrong disana." ucap Dito tanpa memperhatikan expresi Abel.
"Kenapa? Kangen ya." goda Dito sambil menyimpan peralatan basketnya di lemari khusus.
Abel menahan amarahnya. Ia menarik nafas panjang untuk meredam emosinya. Perutnya terasa sangat perih karena telat makan. Abel menghampiri Dito. Ia menggelayutkan tangannya. Tak lama Bi inem datang karena mendengar suara motor Dito.
"Makan yuk. Kamu pasti laper kan abis latihan keras." ajak Abel sambil menarik Dito ke meja makan.
__ADS_1
Dito menarik tangannya.
"Aku kenyang. Tadi di warung si bos kita makan dulu sebelum pulang." ucap Dito santai.
Abel yang sedari tadi berusaha menahan emosinya akhirnya meledak juga. Bi inem yang mengetahui Dito yang sudah lebih dulu makan di luar tanpa menyentuh makanan yang dibuat sang istri pun miris.
Tanpa basa basi lagi, Abel mengambil mangkuk yang berisi sayur kesukaan suaminya lalu membuangnya ke tong sampah. Begitu juga dengan lauk pauknya.
"Eh neng kenapa dibuang. Sayang neng makanannya mubazir." ucap bi inem yang menyayangkan Abel membuang masakannya. Dito pun sama. Dito mencekal tangan Abel saat gadis cantik itu akan membuang sisa masakan di atas meja.
"Lo apa apaan sih!! Ngapain di buang hah!!!" bentak Dito kesal. Ia menyimpan kembali piring yang berisi potongan tahu goreng.
Abel membanting pintu kamar dan menguncinya. Ia menangis tersedu-sedu didalam sana. Dito terdiam. Ia menepuk jidatnya. Ia sudah berjanji akan pulang cepat karena Abel mau masak.
"Aden kemana aja? Neng Abel nungguin Aden dari tadi sampai ga berani makan duluan. Itu semua neng Abel yang masak loh den. Sayang kan jadi di buang sama si neng karena kesal." ucap bi inem sambil membereskan sisa sisa kekacauan tadi.
"Astagfirullah. Aku beneran ga inget bi kalo udah janji." Dito terduduk lemas di kursi meja makan.
"Kenapa dia ga telepon aku sih bi. Kalo telepon kan aku buru buru pulang." ucap Dito lagi.
"Si neng nelponin Aden berkali-kali tapi ga diangkat sama Aden."
__ADS_1
"Masa sih bi."
"Beneran den. Coba aja liat handphonenya Aden. Pasti banyak telepon tidak terjawab sama pesan dari si neng." ucap bi inem.
Dito mengambil handphone dari dalam tas. Benar saja ratusan panggilan tidak terjawab dan pesan masuk belum terbaca semuanya dari Abel.
"Benerkan. Bibi ga boong."
"Ya Allah...." erang Dito merutuki dirinya yang lupa. Dito menatap tempat sampah yang menampung masakan pertama buatan istrinya.
Pantas tadi saat pulang Abel mulai nyolot. Ternyata karena dia melupakan janjinya.
"Sudah selesai den. Bibi pamit istirahat dulu ya."
"Iya bi monggo. Selamat istirahat." ucap Dito. Bi inem pun masuk ke dalam kamarnya meninggalkan dirinya seorang diri di dapur.
***
TBC...
Nah loh ngambek tuh Dit Abelnya
__ADS_1