
Dito menggelap. Ia sudah sangat menginginkan sang istri sejak lama tapi selalu di tahan.
"Jangan siksa dirimu sendiri mas. Aku istri mu. Aku halal untukmu." ucap Abel sambil membelai wajah suaminya. Dito memejamkan matanya menikmati sentuhan sang istri.
"Kamu yakin sayang? Bagaimana kalau sebelum UAN kamu hamil yank?" tanya Dito memastikan.
"Abel yakin mas. Abel ga mau mas main sendirian tengah malem di kamar mandi. Aku merasa jadi istri yang ga berguna kalau kayak gitu. Urusan hamil gpp mas bukankah setiap pasangan yang menikah pasti menginginkan memiliki anak secepatnya?! Apa mas ngga mau punya anak dari aku?"
"Kamu ngomong apa sih. Mas ingin punya anak dari kamu yank. Tapi...."
"Ssst... Bunda pasti mengerti sayang." ucap Abel memotong ucapan suaminya.
Dito mencium dahi istrinya. Tak lupa ia membacakan doa sebelum melakukan hubungan intim.
"Mas tanya sekali lagi sayang. Kamu yakin mau melakukannya sekarang?"
Abel mengangguk.
"Kalau mau mundur, mundur sekarang yank. Kalau nanti mas ngga mau berhenti."
Abel kembali mengangguk mantap.
"Oh... Baby i love you so much. You're mine." ucap Dito sambil mencium bibir istrinya dengan mesra. Abel pasrah saat Dito dengan Buru Buru melucuti pakaiannya.
"Aaah... Sayang... Keep calm and do it slowly." Dito mengangguk. Ia pun melucuti pakaian yang menempel ditubuhnya. Abel memalingkan wajahnya saat untuk pertama kali melihat tubuh polos Dito.
"What's wrong honey?" goda Dito sambil menghisap kuat leher istrinya.
"Aaaahhh...." desah Abel. Kedua tangannya meremas seprai yang mulai sudah tak tertata rapi.
"Are you ready?"
Abel mengangguk. Dito kembali mencium mesra dan melumat kasar bibir istrinya. Tangannya mulai bergerilya. Tak lupa Dito menurunkan ciumannya di seluruh tubuh polos Abel.
Desah dan erang pun terdengar. Dito tersenyum jahil tiap kali istrinya. Abel merapatkan kedua kakinya saat Dito mulai menciumi area kewanitaannya. Dito menahannya. Abel mengerang saat lidah suaminya itu bergerak gerak manja dibawah sana.
"Maass aaahhh...ngggghhh..." erang Abel. Geli dan nikmat jadi satu. Abel dengan reflek meremas rambut Dito saat hisapan dibawah sana semakin kuat. Dito begitu lihai. Padahal hanya bermodalkan menonton blue film Dito merasa sudah sangat ahli. Nalurinya keluar dengan sendirinya.
Erangan dan desahan sang istri yang makin membuat dirinya semakin lihai. Dito merasakan istrinya sebentar lagi akan mengalami ******* pertamanya. Panggulnya sedikit terangkat. Kedua kakinya menegang dan tak lama keluarlah cairan Cinta istrinya untuk pertama kali.
Tanpa jijik Dito meminum cairan hangat tsb. Abel merasa tubuhnya sangat ringan. Nafasnya terengah-engah. Keringat mulai membasahi tubuhnya. Abel mengangkat sedikit kepalanya melihat sang suami yang asik menghisap sisa sisa pelepasannya dengan mata terpejam. Abel tersenyum. Ia mengelus rambut suaminya.
"Enak ngga yank?" tanya Dito yang kini sudah mulai memposisikan diri diatas sang istri. Abel menganggukkan kepalanya. Semburat merah makin terlihat jelas diwajah cantiknya.
__ADS_1
"Yang tadi namanya ******* yank. Mau yang lebih enak lagi ngga?"
Abel mengangguk. Dito menyentuhkan ujung kejantanannya di lubang kewanitaan Abel.
"Ssshh..."
"Bolehkah?" tanya Dito sekali lagi memastikan.
"Lakukanlah mas. Buat Abel jadi milik mas seutuhnya." Dito mencium dahinya lembut.
"Mas masukin pelan pelan ya sayang."
Abel mengiyakan.
"Rasanya pasti sakit. Kalo ngga kuat bilang ya nanti mas berhenti. Mas ngga mau maksain kamu kalo kamu ga kuat."
Dito mulai menekan sedikit Mr. P nya untuk masuk kedalam sarangnya. Abel mulai bergerak gerak gelisah karena tidak nyaman. Dito menahan kedua kakinya yang ingin merapat. Dito terus menekan miliknya untuk masuk sambil memperhatikan ekspresi Abel yang mulai menitikkan air mata.
"Sakit yank?"
"Sa... Kit maaasss... Aaaahhh"
Abel memeluk Dito. Kepalanya menggeleng kuat. Ia tak mau suaminya tersiksa sendirian. Pokoknya Abel harus bisa memuaskan sang suami malam ini.
"Gpp sayang. Nanti juga ngga sakit lagi. Masukin aja mas."
"Lampiasin rasa sakit kamu ke badan mas yank. Maaf kalo mas bikin kamu ngga nyaman." ucap Dito sambil menciumi wajah istrinya.
"Mas mulai ya sayang." Abel mengangguk. Dito kembali mendorong miliknya dengan kuat. Kali ini ia tak bisa mundur lagi. Dito memegangi panggul Abel agar tak bergerak gerak kesana kemari. Isakan sang istri mulai terdengar.
Dito mencium istrinya untuk mengalihkan rasa nyeri diarea intimnya. Hentakan kuat pun tercipta. Abel memukuli tubuh suaminya. Air mata pun mengalir deras. Hingga akhirnya Dito berhasil masuk dan menembus selaput dara istrinya.
Dito menancapkan miliknya cukup dalam. Ia lega. Akhirnya ia sukses juga dalam sekali percobaan. Dito menciumi wajah istrinya yangvmengerang kesakitan. Dilihatnya kebawah. Miliknya tenggelam dan ada lelehan darah keperawanan sang istri karena ulahnya.
"Makasih sayang sudah menjaga ini untuk mas." ucap Dito sambil membelai lembut wajah istrinya. Abel membuka mata dan menatap wajah tampan suaminya.
"I love you my husband."
"I love you too my wife."
Keduanya berciuman panas. Dito mulai menggerakkan miliknya disela sela ciuman panas mereka. Abel kembali bergerak tidak nyaman tapi lambat laun ia pun menikmati penyatuan mereka.
__ADS_1
Dito menatap intens istrinya begitu juga Abel. Erangan dan desahan keduanya terdengar indah. Dito beberapa kali mengumpat nikmat atas penyatuan mereka.
"Aaahh aaahh aaaahh yank oouugh..." racau Dito sambil bergerak gerak liar diatas tubuh istrinya. Abel kembali ******* yang kesekian kalinya. Dito menghentikan gerakannya, membiarkan istrinya menikmati pelepasannya.
"Enak ngga yank goyangannya?"
"Enak mas." jawab Abel malu malu.
"Masih sakit ngga yank?"
Abel menggeleng.
"Mas kasih yang lebih enak lagi mau?"
Abel mengiyakan. Dito kembali bergerak liar dan kebih cepat dari sebelumnya.
Ranjang yang dipakai mereka bercinta sampai berderit derit. Keduanya berharap agat tidak ada keluarga mereka yang mendengar suara suara nikmat keduanya dari dalam kamar.
Dito teringat pose pose bercinta yang dilihatnya dari film porno yang ia tonton. Ia pun mempraktekkannya kepada sang istri. Dito sangat menikmati pergumulannya malam itu. Ia tak ingin cepat cepat mengakhiri rasa nikmat itu walaupun sebenarnya ia sudah sangat ingin tapi ia masih bisa menahannya sebentar lagi.
"Yank... Aaahh... Mas mau keluar yankk... Oooughh...dimana yank??" tanya Dito yang sudah tak kuat ingin segera melepas benihnya.
"Di dalam aja mas... Aaahhh... Tak apa..." ucap Abel pasrah.
Dito bergerak sangat cepat dan tak lama tubuhnya menegang. Dito menekan miliknya sangat dalam lalu mengeluarkan benihnya didalam tubuh Abel.
"Yaank... Aaahhh... Mas keluar yank.. Ough..." Abel meremas bantal dengan kuat. Cairan hangat suaminya terasa sangat banyak. Dito beberapa kali menghentak miliknya lalu akhirnya ia pun tumbang diatas tubuh istrinya.
Dito memeluk erat dan mendaratkan ciuman hangat di punggung polos istrinya. Kedua dadanya diremas remas. Sperma Dito masih terus keluar di dalam sana. Dito juga terlihat enggan mencabut miliknya.
"Makasih yank. Enak dan nikmat yank." puji Dito sambil meremas bukit kembar istrinya. Dito memiringkan tubuhnya dan sang istri. Ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya pasca bercinta.
"Gpp kan di tanam kayak gini." tanya Dito sambil menekan miliknya untuk masuk lebih dalam lagi. Abel mengerang. Ia pun menganggukkan kepalanya. Tangan besar Dito turun kebawah. Ia mengusap usap perut rata istrinya.
"Semoga cepat jadi ya sayang."
Abel menolehkan kepalanya ke belakang. Ia tersenyum dan mengangguk. Ia pun menyambut ciuman mesra suaminya. Lalu keduanya tertidur dengan posisi berpelukan seperti itu.
***
TBC
__ADS_1