Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 16


__ADS_3

Pagi ini Abel sudah kembali bersekolah. Kemarin ia dan Dito pamitan untuk kembali tinggal di Dago di rumah mertuanya agar tidak kejauhan jika mau berangkat sekolah. Seperti biasa tiap pagi Abel yang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Dito kapok berurusan sama amukan istrinya jika sudah dibuatkan tapi tidak dimakan.



Sejak saat itu keduanya membahas apa yang disuka dan apa yang tidak disukai. Dan hasilnya mereka jarang cekcok. Kali ini Dito tidak menurunkan Abel lagi di warung si mpok melainkan turun di parkiran dimana motornya terparkir. Abel sempet bete karena ga enak dengan orang-orang yang melihatnya tapi Dito dengan enteng mengatakan bahwa saat bunda meninggal orang mulai kasak kusuk dengan akrabnya mereka. Jadi menurut Dito ngga ada salahnya jika mereka mulai go public toh udah sah ini.



Abel makin kesal saat Dito menggenggam tangannya dan berjalan berbarengan menuju kelas. Semua orang yang melihat langsung bereaksi. Ada yang histeris ada yang menatap Abel sinis. Bahkan si bacot Farhan pun patah hati melihat Abelnya bergandengan tangan sama Dito si kapten tim basket yang terkenal playboy.



"Bebeb kamu yakin milih Dito ketimbang abang Farhan yang caem ini?! Abang Farhan sakit beb lihatnya." ucap Farhan ngedrama pagi pagi saat Dito mengantar Abel sampai ke kelasnya.



"Beb... Mending sama abang aja beb drpa kutu kupret ini. Dia mah ga Setia beb. Setiaaan abang beb dibanding si ditong."



"Ih apaan sih lu ah nyebelin pagi pagi. Udah sono masuk kelas. Kelas elo kan ga kearah sini." usir Abel ke Dito dan juga Farhan.



"Ih galaknya si eneng. Untung abang sayang dan cinta sama eneng jd gpp deh di galakin juga." ucap Farhan nyengir. Abel memutar bola matanya.



"Kamu juga balik sono. Ke kelas awa kalo berani kabur." ancam abel kepada Dito.



"Iya ngga akan kabur. Kamu belajar yang rajin ya. Biar pinteran dikit otaknya." ucap Dito sengaja bikin Abel pagi pagi bete. Ia pergi menuju kelasnya setelah mendaratkan kecupan manis di dahi istrinya dan membuat merona wajah sang istri. Dito mengedipkan sebelah matanya lalu pergi di susul Farham yang menendang bokongnya karena telah berani mencium Abelnya.



***



Abel tidak konsen karena perlakuan manis suaminya. Entah ada angin apa tiba-tiba Dito mencium dahinya tadi. Wajahnya tak berhenti memerah dan senyumnya tak berhenti memudar. Maria dan Friska sesekali menggodanya. Abel makin merasa malu.

__ADS_1



Jika Abel tidak konsen karena ciuman manis Dito lain halnya Chika yang kesal dengan amarah mengendap di dadanya karena melihat Abel yang kesenengan di cium Dito. Jika tadi guru Biologi tak masuk, maka ia akan menjambak rambut Abel karena telah berani merebut Ditonya.



Seantero sekolah tahu kalau Chika mengejar ngejar Dito tapi orangnya malah cuek bebek. Ia makin kesal saat tahu Abel pacaran dengan Dito.



"Liat aja lu Bel. Tunggu pembalasan gue.!!" ucap Chika menggeram. Kedua matanya menatap Abel tak suka.



Chika dan komplotannya merencanakan sesuatu untuk Abel sepulang sekolah nanti. Chika berharap jika setelah itu Abel memutuskan hubungan dengan Dito karena selama ini cewek yang dekat apalagi pacaran dengan Dito begitu diancam langsung mundur teratur. Dia berharap Abel mengikuti hal yang sama.



Tak ada yang boleh memiliki Dito selain dirinya. Jika ia tak bisa mendapatkan Dito maka tak ada yang boleh memiliki Dito.




"Iya mas aku pulang duluan ya. Ngantuk. Mas nanti pulang jam berapa?" ucap Abel saat menerima telepon dari Dito. Ia tak menyadari bahwa ancaman tengah mengintainya.



Chika dan genknya berjalan perlahan mengikuti Abel yang asik telponan dengan Dito di lorong kelas. Kebetulan hari itu kelas sudah bubar karena mau menghadapi ujian tengah semester.



"Oh yaudah nanti kabarin aja ya kalo mas otewe pulang. Oya mau dibuatin apa nanti malem? Aku bingung mau masak apa?" ucap Abel lagi sambil menggaruk kepalanya.



Chika yang mendengar obrolan mereka makin geram. Ia sudah sangat ingin menghajar Abel tapi ketiga temannya menahannya agar bersabar hingga waktunya tiba.



"Yaudah hati hati ya latihannya. Jangan kecapean bentar lagi ujian loh. Yaudah aku tunggu dirumah ya. Dadah mas ku." ucap Abel genit. Ia cekikikan melihat ulahnya sendiri.

__ADS_1


Terdengar suara ketawa dari sebrang sana lalu Abel pun mematikan handphonenya dan memasukkannya ke dalam tas.



***



"HEH ABEL!!" suara Chika mengagetkan Abel yang tengah berjalan sendirian di lorong. Sontak Abel menengok kebelakang dan melihat Chika ditemani genknya mencegatnya.



"Ya ampun lo tuh bikin orang jantungan aja deh. Tiba tiba teriak panggil gue."



"Ga usah banyak bacot lu. Girls bawa si Abel ke tempat kita." titah Chika kepada ketiga temannya. Ia menyeringai licik. Abel yang belum tahu apa yang sedang terjadi kaget dan langsung berontak saat kedua tangannya di pegang oleh Nana dan Sindy serta Gaby yang mendorong tubuhnya untuk mengikuti mereka.



Abel berontak dan berteriak meminta tolong tapi sayangnya tak ada satupun yang lewat yang bisa dimintakan tolong oleh Abel.



"Mas Adit tolong Abel mas." teriak Abel dalam hati sambil terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman kedua cecunguk Chika.



***



TBC



Nah loh Abel mau dibawa kemana??


Duh dit istri mu tuh mau diapain??


Buruan tolongin...

__ADS_1


__ADS_2