

💃💃💃
Abel di seret menuju sebuah gedung tak terpakai yang konon katanya berhantu. Gedung kosong yang masih berada di area sekolah itu, dulunya sebuah kelas dan area perpustakaan tapi sayang entah karena apa gedung itu tiba-tiba terbakar.
Untungnya karena masih baru dan belum sempat di resmikan, saat terbakar tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material saja yang di alami oleh pihak sekolah.
Abel makin takut saat tahu ia dibawa ke area gedung berhantu itu. Abel di bawa ke sebuah ruangan yang sangat gelap. Ia di paksa duduk di sebuah kursi. Kedua tangan kan kakinya terikat.
"LEPASIN GUE!! APA APAAN SIH LOE SEMUA!! LEPASIN GUE!!" teriak Abel sambil terus berontak agar tali ikatan itu terlepas. Tapi hanya luka dan rasa nyeri yang terasa. Saking kencangnya ikatan di tangannya darah mulai keluar dari pori pori kulitnya.
"Percuma lo berontak yang ada lo sendiri yang kesakitan." cibir Karin salah satu genk Chika. Mereka bertiga tertawa.
"Lepasin gue. Gue salah apa sampai kalian tega lakuin ini ke gue." ucap Abel disela sela tangisannya. Rasa nyeri dan pedih di kedua pergelangan tangannya tak di hiraukan. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana caranya ia bisa kabur dari sana.
"Lepas?! Hh... Enak aja lo. Lo bakalan gue kurang disini. Rasain biar lo matu di makan hantu penasaran disini karena lo udah berani beraninya ngambil Dito dari gue!!" ucap Chika tajam.
Abel menggeleng tak percaya. Selama ini memang dia sering mendengar kalau Chika menyukai bahkan tergila-gila pada suaminya tapi ia tak menyangka Chika akan bersikap kejam seperti ini.
"Apaan sih Lo. Dito nya yang mau sama gue kenapa Lo nyekao gue kayak gini!! Harusnya Lo mikir kenapa ngga ada cowok yang mau sama loe!!"
Plaakkkk...
__ADS_1
Abel merasakan perih di pipi kanannya. Chika menamparnya cukup keras hingga kepalanya terlempar kuat ke kiri. Air mata Abel kembali menyeruak. Ia memejamkan matanya.
"Denger ya!!! Ini peringatan pertama buat lo. Kalo sampae besok lo ngga putusin Dito, gue bakal lakuin yang lebih lagi dari ini. Inget itu. Dito itu milik gue. Bukan lo atau cewek lain diluar sana. Kalo gue ngga bisa dapetin Dito, jangan harap ada yang bisa dapetin Dito.!!" ancam Chika sambil meneloyor kepala Abel. Mereka bertiga tertawa senang melihat Abel yang tengah menangis.
"Lepasin cewek gue!"
Tiba-tiba ketiganya terdiam dan menegang saat mendengar suara tajam di belakang mereka. Ketiga gadis itu sontak melihat ke belakang dan mereka makin ketakutan saat bertatapan dengan mata tajam itu.
"Di... Dito" cicit Chika melihat Dito berdiri di pintu masuk gedung terbengkalai itu. Kedua teman Chika langsung menundukkan kepalanya tak berani melihat Dito yang sudah mengeluarkan aura mengerikan.
***
"Woii bro tolongin Abel donk. Dia tadi gue liat di seret sama genknya si Chika ke gedung kosong belakang sekolah. Pasti ada apa apanya deh." teriak Chiko salah seorang anggota tim basket. Semua cowok termasuk Dito yang tengah berganti baju pun menengok serempak.
Dito berlari kencang untuk segera menyelamatkan istrinya. Sesampainya di gedung kosong yang luas itu ia berlarian kesana kemari mencari keberadaan Abel. Dito mendengar suara berisik di ujung lorong sana. Ia pun segera mendekat. Tak lama ia mendengar suara yang amat keras.
Begitu tiba disana ia melihat istrinya habis ditampar oleh Chika. Dito tak terima istrinya ditampar oleh Chika. Ia mengeratkan kedua tangannya menahan amarah. Dito mendengar Chika juga mengancam Abel. Ia tak tahan lagi. Untung saja wali kelas Abel dan Chika datang jadi ia masih bisa mengontrol emosinya.
"Lepasin cewek gue! " ucap Dito tajam. Dito melihat ketiganya terdiam dan tegang.
"Di... Dito" cicit Chika saat ketiga membalikkan badan.
"Hai Dit... Hmm... Lo mau ngapain ya disini?" tanya Chika berusaha bersikap manis. Dito menatap tajam kedua bola mata Chika sambil berjalan mendekat.
__ADS_1
Chika memberi kode kepada kedua temannya agar menutupi Abel dari Dito. Namun sayang Dito sudah melihat kondisi istrinya terlebih dahulu. Ia menyingkirkan tubuh ketiganya hingga terjatuh lalu memeluk Abel yang semakin menangis kencang dalam dekapannya.
Chika yang tak suka langsung bereaksi.
"Dito lo apa apaan sih. Pake belain dia segala!"
"Dia cewek gue. Siapa lo berani berani ganggu cewek gue hah!! "
"Tapi..."
"KALIAN BERTIGA IKUTI SAYA KE RUANG BP!!!" potong Pak Wisnu memotong pembicaraan mereka. Chika dan yang lainnya makin kaget dan marah melihat kedatangan Pak Wisnu si guru BP killer.
"Ngapain kalian masih disana! Buruan ke ruang BP. SEKARANG!!" teriak Pak Wisnu makin kesal. Chika dan kedua temannya akhirnya pergi meninggalkan gedung kosong itu dengan perasaan marah yang semakin besar.
Beberapa anak di tim basket berlarian menghampiri Dito yang tengah melepas ikatan di kedua tangan dan kaki Abel. Setelah semua ikatan lepas, Dito kembali memeluk Abel yang masih menangis.
"Ssstt... Kamu aman yank. Ada aku disini jangan takut." bisik Dito sambil mengelus punggung istrinya.
Dito menggendong Abel ala bride keluar dari gedung terbengkalai itu. Ia membawa istrinya ke UKS untuk membersihkan luka di kedua pergelangan tangan dan kaki.
***
TBC...
__ADS_1