
Haii pemirsaaahhh
Aku kembali meski belum pulih moodnya
I hope you like this part 🤗
🐝🐝🐝
"Hahaha... Lo liat ngga sih kemaren mukanya si cabe ampe pucet gitu. Emang enak berurusan ama gue." ucap Chika tertawa senang.
"Iya lagian dia bandel banget dibilangin jauh jauh dari Dito eh kekeuh aja nempel. Mampus lu dimakan setan haha..." ucap salah seorang teman Chika yang membantunya mengurung Abel.
"Rasain loe!" ucap temennya yang satunya.
Chika dan teman-temannya sedang tertawa bahagia di sebuah cafe di daerah Sukajadi, Bandung. Mereka bertiga sedang membayangkan bagaimana paniknya Abel dikurung di tempat menyeramkan.
Tiba-tiba Chika terdiam dan terlihat ketakutan. Tubuhnya menegang. Telinganya menangkap suara menyeramkan.
"Harusnya kau yang ku makan. Bukan gadis itu. Nikmatilah tawamu sebelum tak bisa lagi tertawa." bisik suara misterius itu.
Chika merasa tubuhnya merinding hebat. Dua orang temannya yang lain melihat Chika aneh. Mereka tak tahu apa yang sedang terjadi. Chika meresa tubuhnya seperti dipeluk dengan kuat tapi ia tak melihat siapa pun.
Tanpa mereka sadari, perbuatan mereka hari itu telah mengusik penghuni gedung terbengkalai tsb. Penghuni bermata merah menyala yang telah membantu Abel keluar dari sana murka dan kini tengah menghampiri Chika dan teman temannya. Bahkan Chika tengah duduk di pangkuan makhluk menyeramkan tsb.
***
Sementara itu, Sarah melaporkan kasus penganiayaan menantunya itu kepada pihak berwajib. Sarah juga melaporkan pihak sekolah yang seolah olah membiarkan kasus ini begitu saja tanpa ada kelanjutannya.
"Saya tak mau tahu. Saya menuntun pihak sekolah dan murid yang sudah mengganggu calon menantu saya ke polisi. Saya ga peduli anak itu masuk penjara karena dia juga tak peduli dengan kondisi calon menantu saya. Seenaknya bersikap bar bar." ucap Sarah penuh emosi saat berkunjung ke sekolah ditemani Dito.
__ADS_1
"Kita bisa bicara baik baik bu mengenai ini. Untuk masuk yang pertama Chika dan teman temannya sudah kami kasih hukuman skorsing seminggu. Tapi kali ini kami tidak yakin jika Chika dan teman temannya lagi yang melakukan terhadap Maribel. Kita tidak punya bukti bu. Gedung lama dibelakang sekolah memang tidak berfungsi sejak lama. Entah mengapa kami tidak tahu. Yang pasti pihak sekolah selalu memasang kamera cctv di seluruh area gedung termasuk gedung terbengkalai itu. Tapi hanya gedung terbengkalai sajalah yang tidak berfungsi. Kita bicara baik baik dulu bu mengenai kasus ini. Kasihan jika mereka...."
"Oh... Jadi anda lebih mengkhawatirkan ketiga murid bar bar itu ketimbang psikis Maribel?!" Sarah memotong pembicaraan kepala sekolah.
"Bu... Bukan begitu maksud saya bu. Tolong jangan marah dulu."
"Gimana saya ga marah. Gimana saya ngga emosi. Bapak lihat sendiri kan kemarin bagaimana ketakutannya calon menantu saya. Kondisi badan dan psikisnya seperti apa! Pokoknya saya tetap akan maju ke pengadilan mengenai ini. Kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Biarkan polisi yang menangani. SELAMAT SIANG!!" ucap Sarah mengakhiri pembicaraannya dengan pihak sekolah.
Ia keluar begitu saja dari kantor kepala sekolah. Disusul oleh Dito yang terlebih dahulu pamit.
Dito melihat Sarah menangis. Dito menghela nafas. Ia pun sangat sedih melihat kondisi Abel yang saat ini seperti orang yang ketakutan. Menurut dokter trauma hebat yang dialami oleh istrinya yang membuatnya seperti itu.
"Udah donk ma jangan nangis." ucap Dito sambil mengelus punggung mamanya.
"Gimana mama bisa tenang kalo lihat Abel kayak gitu. Ya Allah kenapa bisa kayak gini sih?! Abel salah apa sama mereka." ucap Sarah disela sela tangisnya.
"Kita pulang ya ma. Nanti Abel nyariin." ajak Dito. Mereka pun pergi dari sekolah dan kembali ke rumah sakit menemani Abel.
***
"Kasian banget cabelita gue. Siapa sih yang bikin dia trauma kayak gitu. Sedih gue liatnya." ucap Maria sambil menangis dipelukan pacarnya Brandon.
"Gue yakin si kutu kupret ama teman temannya yang bikin Abel kayak gitu. Ga mungkin orang lain. Yang itu aja dia yang lakuin apalagi yang sekarang." sahut Friska yang ikutan kesal melihat sahabatnya seperti itu.
Abel mendapat kunjungan dari sahabat sahabatnya. Tapi Abel hanya bisa menatap mereka kosong. Itulah yang membuat Maria dan Friska semakin sedih.
"Bel loe yang kuat ya. Ayo sembuh Bel. Kita kangen ocehan receh loe. Kita kangen Abel yang dulu rempong dan ngeselin daripada liat loe kayak gini bel." ucap Friska sambil menahan air matanya. Tapi percuma air matanya mengalir begitu saja.
Friska berusaha berbicara seperti biasa. Ia mengusap air matanya berkali kali.
__ADS_1
"Iya bel ayo cepet sembuh. Jangan takut kita ada buat loe. Loe harus sembuh ya. Tunjukkin sama mereka yang jahat sama loe kalo loe bisa bangkit. Kita semua sayang sama loe bel. Gue kangen debat soal Blackpink sama loe. Gue mau deh kalo loe ajakin nonton Blackpink kalo mereka konser di Indonesia." ucap Maria sambil menggenggam tangan Abel.
Abel hanya menggerakkan matanya dua kali tanda setuju. Setidaknya respon dari Abel membuat Friska dan Maria senang karena Abel mendengar omongan mereka.
"Nah gitu donk Bel. Cepet sembuh ya cabelita ku." ucap Maria sambil membelai rambut panjang Abel yang menutupi wajah cantiknya.
Mereka bertiga menemani Abel sampai Dito dan mamanya datang barulah mereka pamit dan akan datang keesokan harinya.
"Haii sayang. Maaf ya mas datangnya lama. Kamu seneng ya ditemenin Maria sama Friska? Mereka mau datang lagi besok katanya buat nemenin kamu." ucap Dito sambil menciumi wajah Abel. Abel memejamkan matanya menikmati ciuman Dito yang lembut.
"Makan dulu ya yank. Terus minum obat biar cepet sembuh dan kembali pulang ke rumah. Oh iya nanti sore ayah sama teteh mau datang kesini jenguk kamu."
Abel tersenyum simpul. Dito dengan telaten menyuapi bubur hingga habis lalu meminumkan obat untuknya. Lalu tak lama Abel pun kembali terlelap.
"I love you honey. Cepet sembuh sayang. Aku kangen kamu. Aku kangen dibawelin kamu yank." bisik Dito sambil menggenggam tangan istrinya. Abel tidur miring sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Dito.
Bersabarlah sayang. Aku akan buat perhitungan sama orang yang buat kamu kayak gini. Gak akan aku biarin mereka tenang begitu aja setelah buat kamu kayak gini. Ucap Dito dalam hati. Ia berjanji akan menemukan pelakunya. Ia mengecup puncak kepala istrinya.
***
TBC...
Haii...
Sekian dulu ya untuk hari ini dari si Author yang lagi ngga mood ini.
Moga kalian suka 🤗
Lumayan moodnya baru balik 40%
Ditunggu ya kelanjutannya lagi 😊
Makasih buat supportnya dari kalian pemirsaah pemirsaahku 🤗
__ADS_1