Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 9


__ADS_3

Pagi yang cerah menyambut pasangan pengantin baru yang semalam menghabiskan malam pertamanya dengan tidur berpelukan.



Dito yang lebih dulu bangun, membangunkan Abel dan mengajaknya sholat subuh berjamaah. Dulu keduanya sholat subuh masing-masing tapi sejak menikah Dito berinisiatif ingin terus menjadi Imam sholat istrinya.



"Bel... Bangun. Ayo sholat subuh bareng." ucap Dito membangunkan Abel yang masih mengantuk. Abel mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menoleh ke arah Dito. Wajah Dito terlihat segar karena sudah mandi.



"Cepetan cuci muka dan gosok gigi abis itu kita sholat bareng. Mulai hari ini aku yang pimpin kamu sholat. Cepetan keburu abis waktu subuhnya." ucap Dito lagi.



Abel pun bangun dari ranjangnya, ia menggeliat sejenak lalu turun dari tempat tidur berjalan gontai ke kamar mandi. Setelah mencuci muka, gosok gigi dan mengambil wudhu ia pun menyusul sang suami yang sudah siap untuk memimpin sholatnya. Menjadi Imam sholat baginya.



Abel tak kuasa menahan air matanya saat mendengar Dito membacakan ayat ayat suci al-qur'an saat memimpin sholatnya. Ini sholat subuh pertamanya sebagai istri. Ia tak menyangka si Playboy cap kaleng itu memimpin sholatnya. Bacaan sholatnya pun Bagus dan nyaring. Telinganya terasa damai mendengar lantunan ayat ayat yang dibacakan Dito.



"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh." ucap Dito mengakhiri sholat subuh pertama mereka sebagai sepasang suami istri. Dito memutar badannya ke arah Abel lalu mengulurkan tangannya. Abel meraih tangan Dito lalu menciumnya. Dito membalas dengan kecupan di dahi yang membuat wajah istrinya merona.



Dito menahan wajah Abel yang terlihat merona. Dito senang melihat wajah Abel yang malu malu kucing ditatap olehnya. Kebiasaan baru yang disukai Dito mulai saat ini.



"Mulai saat ini kamu ga boleh panggil gue-lo lagi sama suami mu. Meski kita hanya beda hampir satu tahun, tapi tetap aku suami kamu yang harus kamu hormati. Mengerti."



"Iya mengerti."



"Bagus. Yaudah mandi sana. Nanti aku bersihin lagi lukanya." ucap Dito sambil berdiri membereskan peralatan sholat mereka. Abel masuk ke kamar mandi untuk bersiap berangkat ke sekolah.



***



"Selamat pagi anak dan menantu mama yang cantik dan ganteng." sapa Sarah saat melihat Abel dan Dito turun dari lantai dua kamar mereka.



"Pagi..." jawab Dito cuek.



"Pagi mama. Mama masak apa? Abel bantu ya." ucap Abel sambil membantu mertuanya membuat sarapan. Dito bergabung dengan sang papa yang tengah menonton berita di televisi. Dito menoleh ke arah dapur. Ia tertawa melihat keakraban Abel dan mamanya.



Dito tahu kalau Abel pernah menyelamatkan mamanya saat di serempet sepeda. Mamanya langsung jatuh cinta padanya sejak hari itu. Maka saat mereka menikah sang mama lah yang begitu bahagia dan antusias dengan pernikahan sederhana mereka.



"Akhinya ada yang meladeni tingkah polah mama mu." ucap Ronald sambil membolak balik koran yang dibacanya.



"Papa benar. Mama ceria banget sejak Abel tinggal disini."



"Kita sebagai suami harus bisa mempertahankan senyum dan tawa istri kita. Itu yang sulit." ucap Ronald.

__ADS_1



Dito mengangguk. Kedua pria yang berbeda usia itu menikmati pagi mereka dengan melihat istri masing-masing tertawa bahagia.



***



Abelicious





175.456 people's like your photo



Abelicious Till Jannah Insya allah 🙏


#sholatberjamaah


#couplesgoal



Maria.Fenty huaaaa beloong ame siapa tuuuhhh 😳 *kepo


Abelicious Imam gue donk *nyengirlebar


Farhanamrizal itu gue Mar. Ih sayang katanya gamau posting eh diposting juga. Seneng akutu 😙😍


Abelicious bangun kadal bangun. Gausah ngimpi deh 😑😈


Maria.Fenty 😂😂 kagak mungkin elu codot. Abel lo harus cerita ama kita2 pokoknyaa!!


Abelicious alhamdulillah ya pemirsaaah 😁



Abel senyam senyum sendiri saat tangannya di obatin oleh Dito. Dito meraih handphonenya dan melihat yang diposting Abel. Ia tersenyum geli.



"Ih Dito balikin hape gue." ucap Abel sambil meraih handphonenya. Dito sengaja menjauhkannya dari Abel.



"Kapan ambil fotonya?" tanya Dito penasaran.



"Tadi sebelum sholat. Gue iseng pasang kamera terus jepret."ucap Abel cemberut.



"Bukannya khusyu sholat malah jeprat jepret." ucap Dito sambil mengetuk kepala Abel dengan handphonenya.



"Ih sakit tau." omel Abel sambil mengelus kepalanya.



"Buruan berangkat ntar telat lagi."



Abel mengikuti Dito keluar dari kamar. Hari ini Abel bakalan rajin pake cardigan buat nutupin luka ditangannya. Terlebih di rumah soalnya mama mertuanya ga tahu Abel luka. Kalo tahu beuh hebohnya sampe ke dunia lain.

__ADS_1



"Ma berangkat." teriak Dito sambil berjalan keluar rumah. Abel mencebik. Ia mencari mama mertuanya yang ternyata ada di halaman belakang lagi menyirami tanaman.



"Mama... Abel sama mas Dito berangkat sekolah dulu ya. Assalamualaikum."



"Oh kalian udah mau berangkat toh. Yaudah hati hati dijalan sayang. Kamu bareng mas mu kan. Waalaikumsalam."



"Iya mas bareng mas Dito pake motor biar cepet."



"Hati hati ya sayang."



"Iya ma. Pergi dulu ya." ucap Abel pamit sambil mencium tangan mertuanya. Abel menggerutu melihat Dito yang tidak sopan sama mamanya.



"Nih helmnya. Nanti aku turunin di warung si mpok ya. Kamu jalan kaki dari sana ke sekolah." ucap Dito sambil menyodorkan helm miliknya.



"Iya tau. Iiihhh bau banget sih nih helm pengen muntah"



Dito tertawa. Helm itu helm yang selalu ia pinjamkan kalau ada yang pinjam jadi entah kepala siapa aja yang udah nempel disana.



"Ga mau pake itu ah bisa bisa pingsan gue dijalan." tolak Abel sambil mengembalikan helm ke Dito.



"Gada helm lagi buruan udah mau telat nih."



"Gak mau. Itu bau bangeet Mas...hueeekk." Abel tak kuat dekat dekat dengan helm itu. Hidungnya sampai di pencet oleh jempol dan telunjuknya saking bau.



"Sebentar doank Bel. Keluar komplek ada polisi kamu mau kita di tilang. Udah buruan pake nanti kita beli helm buat kamu." ucap Dito maksa memasang helm bau itu di kepala Abel.



Terpaksa Abel memakainya selama perjalanan ke sekolah. Matanya berair menahan bau yang cukup kuat. Belum sampai di warung si mpok, Abel udah tak kuat dan meminta Dito menepi. Abel langsung muntah minta di pinggir jalan. Dengan cepat ia membuka helm bau itu lalu melemparnya jauh jauh.



"Hoeeekkk... Hoeeekkk... Hiks..." Dito mengurut tengkuk Abel yang masih terus memuntahkan isi perutnya. Abel terisak. Badannya lemas setelah mengeluarkan isi sarapannya tadi.



"Awas kalo helm bau itu di pungut lagi. Gua lempar lo ke jalanan! " omel Abel kesal.



***



TBC...


__ADS_1


Wkwkwk Dito Dito helm bau mbok ya di cuci toh ya. Heran itu yang pake helm bau idungnya bermasalah kali ya. Abel aja ampe muntah muntah pake nya 😂😂😂


__ADS_2