Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 8


__ADS_3

Ish si kutu kupret ya ditanya benar-benar malah ngeselin. Awas lo ya?! Gerutu Abel dalam hati.



"Maksud gue kamar mandinya sebelah mana? Gue dari tadi puter sana puter sini ga liat pintu kamar mandi." ucap Abel menahan emosinya.



"Yang suruh lo puter puter siapa." jawab Dito makin membuat Abel kesal.



Akhirnya ia mengambil bantal sofa lalu di lemparkannya ke arah Dito dengan kuat. Lalu ia kabur keluar kamar sambil membanting pintu kamarnya.



"Anj****ng!!! " umpar Dito dari dalam kamar. Abel langsung turun ke lantai satu. Dimana Sarah sedang membereskan meja makan.



"Sukurin emang enak di timpuk pake bantal." gerutu Abel sambil turun dari tangga.



"Lagian ditanya baik baik malah ngeselin. Makan tuh bantal."



"Loh kenapa Bel? Kok marah marah sendiri?!" tanya Sarah bikin abel kaget.



"Eh mama... Hehe... Mama kok belum tidur?" tanya Abel kikuk.



"Ini udah selesai. Kamu mau kemana? Kok lari larian ditangga nanti jatuh loh."



"Oh itu mah Abel kebelet pipis. Kamar mandinya lagi di pake Dito eh mas Dito maksudnya." ucap Abel nyengir.

__ADS_1



Abel dipaksa bundanya manggil Dito dengan embel embel 'mas' karena Dito dan keluarganya turunan Jawa. Beda dengan Abel yang turunan asli Sunda.



"Oalaaah... Itu tuh sayang di pojokan samping dapur ada kamar mandi kecil. Kamu pake disana aja ya." tunjuk Sarah pada Abel.



"Makasih Ma. Yaudah mama cepet istirahat."



Sarah pergi ke kamarnya di lantai satu sedangkan Abel pergi ke kamar mandi setelah menemukan handuk baru. Setengah jam kemudian Abel pun selesai mandi. Badannya terasa segar. Abel melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambil air minum.



Dito yang haus pun turun ke lantai satu. Lampu di lantai satu sudah dimatikan. Saat berbelok ke dapur ia melihat siluet seorang wanita yang tengah minum di samping kulkas. Dito mendekat perlahan. Ia akan mengagetkan Abel karena tadi ia di timpuk oleh istrinya itu.



"Dooor." ucap Dito mengagetkan Abel yang langsung terbatuk karena kaget. Tanpa sadar tangan Abel tergores pisau dan mengakibatkan darahnya keluar.




Dito tertawa terpingkal-pingkal dan tak menyadari tangan Abel berdarah. Abel pergi dari sana dan masuk ke kamar. Setelah puas ketawa Dito pun minum air putih cukup banyak lalu kembali ke kamarnya. Saat berada dilantai atas menuju kamarnya, Dito di kegetkan dengan tetesan darah yang masih basah di lantai kamarnya mengarah ke dalam kamar. Saat ia masuk ia melihat Abel tengah menangis sambil mengelap sikunya yang berdarah.



"Astagfirullah... Lo kenapa Bel?" ucap Dito panik. Ia menghampiri Abel yang terus menangis. Abel tak menjawab.



"Minggir lo. Lo jahat!!" tepis Abel saat Dito mencoba mengobati lengannya yang terus mengalir darah.



"Sini gue obatin Bel kalo ngga nanti lo infeksi." bujuk Dito sambil memegangi tangan Abel.

__ADS_1



"Lepasin ngga atau gue teriak."



Dito tak mengindahkan omongan Abel. Ia mengambil kotak obat dan baskom yang berisi air dan lap. Dito menarik lengan Abel yang terluka lalu ia mengelap darah yang terus keluar dari lengannya.



Abel berusaha berontak. Ia juga memukuli Dito yang sudah membuatnya celaka. Tapi akhirnya Abel pasrah juga ketika rasa nyeri akibat betadine mulai di tempelkan di lukanya.



"Sakiiit... Sstttff... Pelan pelan Dito siku gue sakit." rintih Abel sambil meremas kaos yang dikenakan Dito.



"Tahan dulu bentar lagi selesai." ucap Dito bergerak cepat membalut luka Abel.



"Nah selesai." ucap Dito sambil melepaskan tangan Abel. Ia menarik Abel dalam pelukannya.



"Maafin aku ya. Aku gak tahu kalau tangan kamu luka kena goresan pisau dapur. Maafin aku ya bel. Maaf banget." ucap Dito lembut. Ia mengelus rambut panjang Abel. Tanpa embel embel gue-elo Abel terhipnotis akan permintaan maaf suaminya. Ia pun menganggukkan kepalanya.



"Kita tidur ya." ajak Dito sambil membawa Abel ke ranjangnya. Abel tampak canggung dan tegang tidur satu ranjang dengan Dito meski mereka sudah sah menjadi suami istri tapi rasanya aneh. Begitu juga dengan Dito. Tapi Dito bisa segera menetralkan detak jantungnya. Ia mengelus punggung Abel hingga keduanya terlelap.



***



TBC...


__ADS_1



__ADS_2