Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 21


__ADS_3


Jangan lupa vote & komen ya pemirsaahhh...


Selamat Siang dan selamat berakhir pekan pemirsaah 🤗


Menurutku ini part yang panas sekaligus menggemaskan diantara part part yang lain.



Menurut kalian part mana nih yang gemesin??


Share di bawah ya 😘



💃💃💃



"Apa bener kalian udah nikah?"



Abel yang sedang mengunyah sisa pie di dalam mulutnya langsung terbatuk. Dito dengan sigap memberinya minum. Perhatian perhatian kecil yang ditunjukan oleh Dito makin memperkuat opini Brandon selama ini tentang hubungan pernikahan mereka.



"Jadi bener kalian nikah??" tanya Brandon sekali lagi. Ia terus memperhatikan tindak tanduk keduanya. Abel tak berani mengangkat kepalanya. Ia cenderung menunduk dan meremas rok seragamnya. Tubuhnya menegang.



Lain halnya dengan Dito yang tampak tenang meski hatinya siapa yang tahu.



"Kalian ga boleh bohong. Kalian udah janji mau jujur sama gue. Dan gue paling benci sama orang yang ngga jujur." ucap Brandon tak sabar mendengar pengakuan mereka.



"Apa yang mau loe tahu tentang kami."



"Semuanya. Apapun itu."



"Untuk apa loe tahu? Apa ada gunanya loe tahu hubungan ini?" tanya Dito penasaran.



"Ya...gue...gue...cuma memastikan apa yang gue lihat dan dengar sendiri selama ini itu benar. Ga cuma salah denger doank." aku Brandon.



Brandon pernah suatu hari tak sengaja memergoki Dito yang tengah membonceng Abel saat berangkat sekolah lalu di turunkan di depan warung si Mpok. Awalnya Brandon mengabaikan itu karena keduanya tampak biasa saja.



Lalu Brandon lagi lagi melihat Abel berkeliaran di sekitar perumahan Dito. Kebetulan rumah Brandon di perumahan yang sama dengan Dito hanya beda beberapa Blok saja. Brandon melihat Abel masuk ke dalam rumah Dito setelah pulang dsri pasar bersama bibi pengurus rumah.



Brandon mulai tertarik dan bertanya-tanya lagi saat pemakaman ibunya Abel. Dito terlihat begitu akrab dengan ayah Abel serta kakak perempuan Abel. Dito juga terlihat tinggal dirumah Abel setelah yasinan malam itu.


__ADS_1


Lalu beberapa hari lalu, tanpa sengaja lagi Brandon mendengar sendiri jika Dito berbicara tentang suami-istri dengan Abel. Ia sempat terhenyak mendengar sendiri dari mulut Dito jika keduanya sudah menikah. Brandon hanya ingin memastikan saja apa yang ia lihat dan dengar itu benar adanya.



***



Dito dan Abel terdiam.



"Kalau memang benar gue ucapin selamat buat kalian berdua. Lo tau sendiri Dit, gue bisa keep rahasia kalian sampai kalian lulus. Gue cuma mau yang sebenarnya aja." ucap Brandon meyakinkan.



Dito sangat tahu Brandon orangnya seperti apa. Brandon sangat tahu rahasia Dito selama ini begitu juga sebaliknya. Dito yakin Brandon tak mungkin membocorkan rahasia mereka.



"Iya. Loe bener. Kita udah menikah hampir 6 bulan ini. Kita menikah bukan karena Abel hamil atau yang lain. Ada problem keluarga yang mengharuskan kami menikah dan cuma itu yang bisa kita bagi. Dan please tolong rahasiain pernikahan kita dari yang lain. Kalo yang lain menganggap kita pacaran yaudah biarin aja. Cukup loe yang tahu tentang status kita seperti apa." jelas Dito. Abel menoleh kearah Dito yang tengah tersenyum.



"Puji Tuhan. Selamat Bel Dit. Gue bahagia dengernya. Meski gue gak paham gimana ceritanya sampai kalian nikah tapi yang pasti gue ikut seneng. Akhirnya si playboy nikah juga sama si cengeng." ucap Brandon sambil tertawa. Dito melempar botol minum kemasan kearah Brandon yang tertawa sedangkan Abel pasang muka bete.



"Tolong jaga rahasia kita ya bro. Kita pengen lulus tanpa masalah dari sekolah." ucap Dito mengingatkan.



"Jangan khawatir bro. Rahasia loe aman sama gue. Sekali lagi selamat ya." ucap Brandon tulus.



***




"Percuma nyangkal juga toh lagian mas percaya Brandon yank. Selama ini rahasia mas aman sama dia."



"Oooh... Jadi selama ini main rahasia rahasiaan. Oke lah cukup tahu." ucap Abel kesal. Ia beranjak dari ranjang tapi Dito mencekal tangannya dan menarik kuat hingga tubuh mungilnya menabrak tubuh kekar Dito.



Wajah keduanya sangat dekat. Abel mencoba menghindar tapi Dito menahan wajah istrinya.



"Maaas..."



Dito tak mengindahkan panggilan Abel. Ia ingin segera menyesap bibir istrinya sekarang juga. Abel tak bisa mengelak lagi kala Dito mempermainkan bibirnya. Abel kesal karena Dito menjauhkan dan mendekatkan bibirnya tanpa menciumnya.



Akhirnya Abel menarik tengkuk Dito lalu melumatnya. Dito tersenyum disela sela ciumannya dengan sang istri. Ini kali kedua bagi Abel berciuman dengan suaminya tapi ia sudah mulai lihai membalas ciuman Dito.



Omaygat...

__ADS_1


Ini seriusan elo Bel?!


Elo cium Dito duluan


Gila loe... Gerutu Abel dalam hati.



Jari jari tangannya meremas remas rambut Dito dengan lembut. Kepalanya bergerak ke kanan ke kiri menyambut ciuman Dito. Suara decak keduanya terdengar merdu.



"Aaahhh... Mas Adiiiit... Hmm..." desah Abel saat Dito meremas payudara kanannya. Ciuman Dito merembet ke daerah leher istrinya. Menyesapnya kuat hingga Abel menengadahkan kepalanya agar pekerjaan Dito menandai tubuhnya lebih mudah.



Dito sudah menindihi tubuh Abel. Abel sudah pasrah karena cepat ataupun lambat Dito pasti meminta haknya sebagai suami. Abel tak tahu sejak kapan Dito membuka kancing baju seragamnya. Bahkan Dito sudah melepas kaitan bra hitam yang dikenakannya.



"Maassss...." ucap Abel saat menatap Dito yang tengah menatapnya dengan tatapan lapar. Abel merasakan milik Dito menegang dengan hebat dibawah sana. Dito mencium dahi istrinya dengan lembut mencoba memberikan kenyamanan bagi Abel.



Dito kembali mencium istrinya dengan lembut sambil meremasi kedua payudara istrinya yang kenyal dan padat. Abel mengerang tertahan. Tubuh Abel mulai menggeliat menikmati setiap sentuhan yang diberikan Dito pada kedua putingnya.


Dito kembali mencumbu titik titik sensitif istrinya dengan kuat. Saking kuatnya Abel berharap tak ada tanda yang tercetak ditubuhnya agar besok ia tak susah susah menutupinya dengan foundation.



"Aaahhh...maaaasss aaahhh...." erang Abel sambil mencengkram seprai ranjangnya dengan kuat. Ditengah keasikan keduanya memulai foreplay tiba-tiba...



Braaakkkk....



Pintu kamar terbuka begitu saja dengan kuat. Abel dan Dito yang tengah larut dalam kenikmatan untuk beberapa saat hanya melongo kearah pintu kamar yang terbuka lebar.



"Ups! Maaf ya mama ganggu. Yaudah lanjutin lagi ya." ucap Sarah kikuk saat melihat pose anak dan menantunya yang tengah bermesraan. Ia pun menutup pintu kamar putra dan menantunya lagi lalu pergi turun ke lantai bawah.



Tak lama terdengar teriakan Dito dari dalam kamar.



"MAMAAAAAAAAA!!!!! "



***



TBC...



Aduh mak lagi tanggung malah diganggu wkwkwk...


Kalo kata undian mah 'COBA LAGI' 😅


__ADS_1



__ADS_2