Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 31


__ADS_3

Holla welcome back ๐Ÿ‘‹


Welcome to my Channel. (Berasa kayak yutuber deh ๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š)



Sorry aq sedikit sibuk di dunia nyata.


Moga aku bisa cepet cepet tamatin kisah ini.


Aku udah ga sabar pengen loncing Mine Episode 1 ๐Ÿ˜. Btw kalau yang belum tahu cerita MINE yaitu sekuel lanjutan rumah tangganya Abel-Dito.



Oke tanpa berlama lama lagi cekidot ya ๐Ÿ˜‰


Jangan lupa vote dan komen selain NEXT or LANJUT or DIKIT/PENDEK BGT THOR!!



๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ



Sebulan setelah kejadian mengerikan itu, Abel diajak keluarga Dito untuk mengunjungi sanak saudara yang berada di Semarang. Abel yang belum pernah naik kereta api pun meminta untuk naik kereta api berdua dengan Dito karena Sarah dan Ronald pergi menggunakan mobil.



"Seriusan yank belum pernah naik kereta?" tanya Dito saat Abel mengabadikan pengalaman pertamanya naik kereta di sosial medianya.



"Yoi." jawab Abel singkat. Ia sibuk sendiri dengan kamera handphonenya.



"Mas liat sini donk. Foto berdua." pinta Abel memaksa Dito berpose untuk sebagai bahan pajangan di Insta story.



"Ogah ah. Kamseupay." tolak Dito.



"Ih yank ayo donk. Maklumin aja kali istrinya kamseu juga lah wong aku asli Bandung. Tiap lebaran ga mudik karena ga punya kampung."



Dito diam. Ia malah memasang headphone di telinganya untuk mendengarkan lagu. Ia pun menutup matanya. Abel mencebik.



"Ck... Kalo lagi mesra aja, bikin gue baper. Giliran ngeselin kayak gini nih pengen gue timpuk nih orang. Kalo ga inget dosa nimpuk suami, gur timpuk juga nih." gerutu Abel tanpa dia tahu sebenarnya Dito tak mendengarkan lagu.



Dito tersenyum mendengar gerutuan istrinya. Biarkanlah istrinya ngedumel seperti itu setidaknya kebawelan istrinya mulai kembali mengingat trauma yang dialami oleh Abel membuat istrinya itu sedikit pendiam.



Dito membuka matanya lalu menarik sang istri yang tengah berpose selfi. Ia merebut handphone istrinya, mengarahkan kamera lalu mencium bibir lembut istrinya dan sedikit melumat.



Cekrek



Dito pun melepas ciumannya dan memeriksa hasil fotonya. Dito tersenyum bangga akan hasil bidikannya. Abel yang kaget terdiam dengan wajah yang memerah.



"Bagus loh yank." ucap Dito sambil menyerahkan handphone milik Abel. Abel melihat hasilnya dan ia tersenyum.



"Ih mas mah ngeselin deh. Aku kan malu di cium ditempat umum yank." ucap Abel manja. Ia memeluk tangan suaminya berusaha menyembunyikan raut wajah malu malu kucingnya. Dito mengelus rambut dan menciumnya.



"Udah nanti lagi aja foto fotonya pas sampe di Semarang. Sekarang kita tidur dulu biar besok subuh tahu tahu udah sampe."



Abel menganggukkan kepalanya. Ia menyamankan diri tidur dalam pelukan Dito. Keduanya tak peduli tatapan iri para penumpang kereta. Kalo anak jaman jigeum bilang mah, dunia milik berdua yang lain ngekos.



***




Abel dan Dito yang tiba di Semarang subuh, di jemput oleh paman Dito. Keduanya lalu di bawa ke sebuah rumah yang masih sangat asri. Abel yang belum sepenuhnya sadar kembali tertidur saat keduanya dalam perjalanan menuju rumah eyang uti.


Setibanya dirumah eyang uti, Abel dan Dito kembali melanjutkan tidur mereka dan terbangun di siang hari.



"Sayang, kamu udah bangun. Sini yuk kenalan dulu sama keluarga dari Semarang." ucap Sarah sambil membawa Abel yang baru keluar dari kamarnya. Dito malah pergi ke dapur mencari makanan kesukaannya yang selalu di sajikan eyang utinya tiap kali dirinya berkunjung ke Semarang.



"Nah ini eyang utinya mas Dito. Salam dulu."

__ADS_1



"Assalamualaikum eyang uti. Saya Abel istrinya mas Adit eh mas Dito eyang." ucap Abel nyengir sambil sungkem tangan eyang uti untuk pertama kali.



"Owalahh.. ayune putu mantuku iki.. ra nyongko isoh duwe putu wong sundo.. rene nduk, lungguh cerak simbah kene." ucap eyang uti kepada Abel. (Oalah... Cantiknya cucu menantu ku ini. Ngga sangka bisa punya cucu mantu orang Sunda. Sini nduk, duduk dekat eyang.)



Abel yang tak paham omongan eyang uti hanya bisa bengong. Sarah tertawa melihat wajah menantunya yang kebingungan. Abel makin bingung lagi melihat Sarah mentertawainya.



"Kata eyang uti kamu cantik yank. Ga sangka uti punya cucu mantu orang sunda. Terus kamu di minta duduk deket eyang uti. Gitu maksudnya." ucap Dito menterjemahkan maksud eyang utinya.



"Oh gitu maksudnya." ucap Abel nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya. Abel pun pindah duduk di samping eyang utinya. Kedua tangan Abel di genggam erat oleh eyang utinya. Eyang uti Dito ngga bisa bahasa Indonesia. Eyang berkomunikasi dengan bahasa jawa saja.



"Mama nih udah tau mantunya ga bisa bahasa jaw malah diketawain. Dasar." ucap Dito lagi. Ia bergabung dengan eyangnya yang sedang menonton tayangan tembang Jawa kesukaannya di salah satu stasiun lokal disana.



"Abis lucu aja Dit ekspresinya." ucap Sarah. Dito menggelengkan kepalanya.



"Bu, iki Abel. Bojo ne Dito. Abel mboten ngertos bahasa jawi. Dereng saget bu." ucap Sarah dalam bahasa jawa. (Bu, ini Abel istrinya Dito. Abel ngga ngerti bahasa jawa. Belum bisa bu.)



Eyang uti menganggukkan kepalanya. Abel hanya bisa tersenyum.



"Yank laper. Makan yuk." ucap Dito sambil menunjuk perutnya.



"Iya mas. Aku juga laper."



Dito pamit kepada eyang utinya untuk makan siang bersama sang istri dalam bahasa jawa. Lalu keduanya menuju dapur untuk segera menyantap makan siang mereka. Abel yang doyan makanan pedas ga begitu selera dengan masakan uti nya. Lain halnya dengan Dito, ia sangat lahap. Bahkan nasi istrinya yang tak habis pun di habiskan olehnya.



"Kenapa ngga abis yank, ngga enak ya?" tanya Dito saat keduanya di dalam mobil.



"Bukan ga enak mas, tapi manis banget. Gigi aku ngilu."




"Tapi masakan mama ga manis kayak gitu yank."



"Mama kan lama gede di Bandung jadi lidahnya udah lidah Bandung. Kalo eyang kan lidah wong jowo."



"Oiya kita mau kemana sih mas?" tanya Abel



"Jalan jalan ke Lawang Sewu."



"Wow... Keren tuh. Aku biasanya liat Lawang Sewu di TV. Suka dipake orang buat uji nyali kan. Ngga nyangka aku dateng juga kesana." ucap Abel senang.



"Horor mulu yang di pikirin mending kalo berani. Banyak sejarahnya tahu Lawang Sewu."



"Wah... Iya gitu mas?!" ucap Abel tak percaya. Dito menatap malas.



"Kamu di sekolah pernah belajar sejarah ngga sih?? Makanya punya handphone canggih itu dipake yang berguna kayak cari sejarahnya Lawang Sewu itu seperti apa. Bukannya Korea mulu yang di cari cari infonya. Makan tuh si Blackpink." ucap Dito kesal.



Ya elah salah lagi deh gue --"


Biasa aja kali Pak ga usah ngegas gitu ngomongnya ๐Ÿ˜’


Gerutu Abel dalam hati.



"Kenapa diem? Ngomongin suaminya kan dalam hati?!" tebak Dito. Abel diam saja. Ia memalingkan wajahnya ke luar jendela.



"Dosa tau ngomongin suami dalam hati. Pamali." ucap Dito lagi.

__ADS_1



Abel tak berani membalas. Ia hanya menggerakkan bibirnya kesal. Dito tersenyum geli. Ia mengelus rambut istrinya tapi langsung ditepis oleh Abel.



"Ga usah pegang pegang segala."



"Ciyee ngambek euy." Dito tertawa sementara Abel kesal.



***



๏ฟผ



Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) (Hanacaraka: ๊ฆญ๊ฆฎ๊ฆโ€‹๊ฆฑ๊ฆบ๊ฆฎ๊ฆธ , Jawa: Lawang Sรจwu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.



Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).



Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubunganย  Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarangย  dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.



Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero. (Sumber : Wikipedia)



Siang itu, Abel diajak berkeliling ke tempat tempat wisata bersejarah yang ada di Semarang. Tak lupa juga diajak mencicipi kuliner asli Khas Semarang yaitu nikmatnya Tahu Pong dan Lumpia Semarang. Abel sangat menikmati acara jalan jalan dan kulinernya hari itu. Ia juga senang karena sang suami mau diajak berfoto berdua dengannya ditempat tempat bersejarah. Tak sedikit pula Dito meminta keduanya berpose sedikit intim dan senatural mungkin demi mendapatkan hasil foto yang diinginkan. Tak jarang pula Dito mau mengulang berkali kali tiap kali Abel tak puas dengan hasil fotonya.



"Subhanallah ya suami aku yang ganteng ini. Istrinya minta pose ini itu sampe ngulang berkali kali demi content ngga marah. Makin cinta deh sama kamu mas." puji Abel saat melihat lihat hasil foto hari ini.



Dito mengusap rambut istrinya.



"Bisa aja deh. Istri bahagia suami juga bahagia."



"Ih baper..." Abel menutup wajahnya yang malu dengan bantal. Dito tertawa.



Aku rela lakuin apa aja buat kamu yank. Aku seneng liat senyum dan tawa kamu lagi. Jangan sedih lagi sayangku. Demi liat senyum dan tawa kamu kaya tadi aku rela di minta bolak balik foto demi kamu.


Ucap Dito dalam hati.



"Udah besok lagi yank ngedit fotonya. Sekarang kita tidur. Mas ngantuk nih. Hoaaam..."



Dito menggeser tubuh istrinya lalu mulai memposisikan dirinya diranjang. Abel pun segera mematikan laptop dan menyimpannya di meja belajar. Ia menyusul suaminya yang sudah lebih dulu berbaring.



"Met bobo istriku." ucap Dito sambil mengecup dahi Abel mesra.



"Met bobo juga suamiku." Abel mencium bibir Dito. Dito menahan tengkuknya. Ia memasukkan lidahnya dan memperdalam ciuman mereka. Tangan Dito mulai menjelajah tubuh istrinya. Remasan kuat pun tercipta. Lenguhan Abel mulai terdengar Indah ditelinga Dito. Ia semakin bersemangat membelai tubuh istrinya itu. Apalagi Abel jarang memakai bra jika dirumah.



"Aaaahhh...!!!" desah Abel nikmat saat Dito menyedot kuat salah satu putingnya yang menegang. Abel memejamkan matanya sambil menikmati sang suami yang tengah asik menghisap dibalik baju tidur yang dikenakannya.



"Aaahhh.... Sayaaang..." racau Abel saat hisapan Dito semakin kuat. Giginya menggigit ****** itu dengan gemas lalu menarik nariknya. Abel yang merasa nikmat pun menekan kepala Dito dan meremas rambut sang suami.



Dito keluar dari persembunyiannya. Ia menatap wajah Abel yang sudah bergairah. Abel menatap sang suami yang sama sama bergairah. Ia mengulurkan tangannya mengelus rahang tegas suaminya. Ia tak akan menolak lagi jika malam ini Dito menginginkan dirinya karena ia pun menginginkan Dito seutuhnya.



"Jangan ragu mas. Aku siap kalau mas menginginkan aku saat ini juga karena aku juga menginginkan mas." ucap Abel sambil mencium bibir suaminya...



***



TBC...



Menurut kalian mereka jadi belah duren apa ngga? Hehehe...

__ADS_1




__ADS_2