Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 33


__ADS_3

Keesokan paginya Abel terbangun lebih dulu. Ia merasa tubuhnya tertindih sesuatu. Ia menoleh kebelakang dan melihat wajah Dito yang masih terlelap. Semburat merah kembali menghiasi wajah cantiknya. Ia teringat kembali tentang penyatuannya dengan Dito. Abel menutup wajahnya. Ia sangat malu sekaligus lega. Akhirnya ia bisa menunaikan ibadah bersama sang suami setelah tertunda beberapa bulan.



Dengan perlahan Abel melepas tangan Dito yang memeluknya dari belakang. Baru saja akan bergerak ternyata Dito kebangun dan kembali memeluk tubuhnya. Meremas bukit kembar kesukaannya.



"Aaahhh sayang." desah Abel sambil meringis nyeri karena keduanya masih bersatu.



"Morning sayang..." sapa Dito sambil mengendusi leher istrinya.



"Morning too Papa." ucap Abel sambil mencium punggung tangan Dito yang masih aktif meremasi dadanya layaknya squishy.



"Papa?!" tanya Dito bingung.



"Kenapa? Ngga suka nama panggilannya."



"Bukannya ngga suka yank. Emang ngga kecepetan ya."



"Biar terbiasa aja mas. Kita kan udah berhubungan intim semalam dan mungkin malam malam lainnya juga. Jadi tidak menutup kemungkinan kalau Dito/Abel junior hadir. Biar ga kagok aja nanti manggilnya."



"Oh gitu. Ya boleh lah manggil papa. Berarti Papa manggil mama donk."



"He'um... Papa."



"Okelah mama." ucap Dito sambil mencium istrinya. Abel merasakan sesak dibawah sana. Ia tahu apa yang terjadi.



"Ma... Papa mau yang semalem lagi. Boleh ngga?" bisik Dito membuat Abel tersipu malu.



Bukannya menjawab, Abel malah menutup wajahnya.



"Gimana Ma, papa boleh ngga minta lagi yang semalem." goda Dito sambil mencumbu punggu istrinya. Abel mengangguk malu. Dito tersenyum penuh kemenangan. Ia mencabut miliknya lalu membalik tubuh istrinya. Di tatapnya penuh cinta Abel yang malu malu tapi doyan.



"I love you Mama." bisik Dito. Lalu keduanya pun kembali mengulang aktifitas panas mereka sekali lagi lalu mandi bersama.



***



Dito kembali mengajak istrinya jalan jalan mengunjungi tempat tempat wisata dan bersejarah di kota Semarang. Salah satunya yaitu kota tua Semarang dan Klenteng Sam Poo Khong.



Abel kembali memaksa suaminya berpose ala ala gitu. Abel kepingin banget foto prewedding alhasil, Dito pun mengiyakan keinginan istrinya. Keduanya melakukan foto ala ala di tempat tempat Indah nan eksotis tapi juga penuh dengan sejarah. Setelah seharian berpose ala ala prewedding, keduanya pun makan di sebuah cafe.



"Makasih ya Pa liburan singkat tapi berkesan." ucap Abel sambil menggelayut manja.



"Makasih juga buat yang semalem dan tadi pagi yank." bisik Dito. Semburat merah kembali terlihat diwajah cantiknya. Dito senang menggoda istrinya, membuat istrinya tersipu malu.



"Iih... Papa." Abel menutup wajahnya dengan kedua tangan.



"Masih sakit ngga sayang?"



"Dikit Pah." jawab Abel malu malu.



"Maafin Papa ya. Mama jadi kesiksa kayak gini."



"Hemm... Sok perhatian padahal mah seneng seneng aja nih papa."



"Wkwkwk iya donk. Ngebatalin puasa siapa yang ngga seneng."



Abel memukul tangan Dito kesal. Tiba-tiba grup chat mereka heboh. Abel yang penasaran pun membukanya dan ia sangat kaget.

__ADS_1



"Kenapa yank?" tanya Dito melihat raut wajah istrinya kaget. Abel tak sanggup berkata kata. Dito mengambil handphone istrinya dan membaca obrolan grup.



"Innalillahi wa innailaihi roji'un." ucap Dito saat membaca chat di grup.



Mela



Genks... Udah tau kabar terbaru dari si Chika?



Farhan



Kenapa lagi tuh bocah?



Friska



Iya kenapa lagi? Kepo nih



Mela



Chika meninggal di dalam sel penjara



Farhan



WHAAATTTT!!!!  Seriusan loe Mun?! Ah ga lucu lo becandanya. Orang meninggal dibecandain.



Mela



Beneran BAMBANG!! 😠😠 gue denger sendiri pas td ke ruang guru. Kalo ga percaya besok guru2 pasti ngumumin.




Yang bener?! Duh meninggal kenapa dia? Gue gedek sih tp kok ya kasian juga ya



Metha



Syukurin!!



Farhan



Hush! Ngomong tuh dijaga. Gedek boleh tp ga gitu juga kali.



Friska



Ciyeee ada pak ustad yang ga bisa move on dari cabelita 😂😂😂



Farhan



Bukan gitu juga kali MAESAROH!! ya gue kasian aja ama idupnya..



Mela



Gua ga denger sepenuhnya sih tadi. Yang jelas kata ortunya Chika, si Chika meninggalnya aneh. Ada bekas gigitan di lehernya. Hiiiyyyy ngeri euy.



Budi



Seriusan loe?! Anjaayyy merinding gue bacanya.

__ADS_1



Bla... Blaa.. Blaaa.



Dito menaruh handphone dimeja. Abel menatap kearah Dito.



"Apa ini semua ulahnya Dia, mas?"



"Maksud kamu gimana yank?"



Abel menelan ludah dengan susah. Ia belum memberitahu soal makhluk bermata merah yang menolongnya lepas dari gedung angker itu.



"Kenapa yank? Cerita ke mas"



"Ehm... Jadi gini mas. Waktu aku disekap itu, aku di tolongin seseorang."



"Seseorang? Siapa yank? Tapi bukannya disana cuma kamu sendiri ya?"



"Bukan manusia mas tapi makhluk penunggu gedung kosong itu. Dia nolongin aku ngelepas ikatan di tangan dan kaki makanya aku bisa keluar dari sana. Dia juga bilang tempat aku bukan disana. Aku takut karena wujudnya yang menyeramkan tapi dia sangat baik mas."



Dito semakin dibuat bingung dengan omongan istrinya. Abel makin ketakutan. Apalagi Dito juga tidak percaya omongannya. Ya memang siapa yang percaya dengan hal itu kecuali udah ketemu langsung.



"Mas... Gimana donk aku takut. Aku takut Dia ganggu aku hiks..." Dito memeluk tubuh istrinya.



"Sstt... Insya Allah kamu aman yank. Bukankah Dia bilang bukan tempat kamu disana?! Kamu gpp yank. Bismillah aja ya."



Abel mengangguk. Abel yang ketakutan pun akhirnya meminta pulang kerumah. Dito pun mengiyakan.



***



Sementara itu, keesokan harinya seluruh sekolah gempar karena meninggalnya Chika di dalam penjara. Entah apa motif yang menyebabkan Chika meninggal dengan luka parah di leher. Yang pasti saat kejadian naas tsb, Chika tinggal sendirian di dalam sel.



Murid murid dan guru guru berbondong bondong mendatangi rumah Chika untuk melayat. Begitu juga Abel dan Dito. Sungguh Abel tak menyangka Chika akan berakhir seperti ini. 



"SUDAH PUAS KAMU MEMBUAT ANAKKU MATI HAH!!" ucap ibunda Chika yang melihat kedatangan Abel ke rumahnya untuk melayat sang Putri. Abel kaget dan tak menyangka mamanya Chika menuduhnya.



"Ta... Tante sa...saya turut berduka cita atas meninggalnya Chika."



"Alaah!! Ga usah sok perhatian kamu. Gara gara kamu anak saya di penjara. Gara gara kamu juga anak saya mati mengenaskan! DASAR ANAK PEMBAWA SIAL!!" maki Retha di depan semua pelayat.



Abel hanya menundukkan kepalanya dan menangis. Untungnya ada Dito yang menyelamatkannya. Abel merasakan pelukan hangat sang suami di tubuhnya. Abel menangis di pelukan suaminya.



"Tante... Tolong di jaga ya omongannya. Jangan pernah melimpahkan kesalahan kepada pacar saya. Kalau anak tante yang tersayang itu tidak berbuat jahat terlebih dahulu mungkin dia masih hidup hingga sekarang. Anggap saja itu karma buat anak kesayangan tante yang udah berbuat dzolim kepada orang lain karena bukan pacar saya aja yang diperlakukan seperti itu oleh anak tante." ucap Dito kesal. Tanpa mendengarkan ungkapan kekesalan Retha, Dito membawa Abel pergi dari sana.



Ia sangat geram. Bagaimana bisa Retha menuduh Abel yang membuat putrinya mati seperti itu.



"Astagfirullah... Astagfirullahaladzim." ucap Dito sambil mencoba menenangkan dirinya.



"Kamu jangan mikir yang aneh aneh yank. Kamu murni ngga ada sangkut pautnya dengan kematian Chika. Udah ya jangan dipikirin lagi. Kita pulang aja." ucap Dito mencoba menenangkan sang istri. Abel mengangguk.



***



TBC...




__ADS_1


__ADS_2