

Holaaa 👋
Morning epribadiiih...
How are you guys?
Mari kita lanjut kisah Dito dan Abel ya.
================================

Dito baru saja tiba di rumah pukul 7 malam. Motor Yamaha kesayangannya terparkir mulus di depan rumah. Ia pun segera masuk ke dalam rumah. Tubuhnya terasa lengket dan lelah. Tapi setidaknya bathinnya senang karena perjuangan ia dan teman teman di tim basket terbayar sudah saat menang melawan musim bebuyutan dari SMA Pekerti Luhur.
"Gimana tandingnya Dit?" tanya Sarah mamanya. Dito mencium tangan mamanya cukup lama lalu memeluk tubuh mamanya.
"Alhamdulillah menang Ma. Berkat doa mama juga tim dito menang pertandingan. Ah... Lega ma. Perjuangan kita selama ini terpuaskan." ucap Dito senang.
__ADS_1
"Alhamdulillah seneng banget mama dengernya. Tapi kalian jangan cepat berpuas diri. Latihan lebih giat lagi. Tapi inget kamu baru masuk kelas 3 ujian di depan mata. Jangan lupakan pelajaran sekolah ya."
"Siap nyonya... Hehe..." ujar Dito nyengir. Sarah mendelik. Dito sebenarnya termasuk anak yang pintar tapi sayang ia lebih suka kabur kaburan di jam sekolah dan memilih bermain basket dari pada mengikuti pelajaran. Tapi herannya saat ujian nilanya selalu yang terbaik. Sarah sudah berulang kali dipanggil oleh sekolah karena hal yang sama. Saking seringnya Sarah sampe bosen dan akhirnya ia hanya bilang, "yaudah lah Pak Bu. Dito udah saya bilangin berulang kali sampai berbusa tapi anaknya gitu lagi gitu lagi. Biarin aja lah saya juga pusing. Toh meski Dito kabur kaburan nilanya selalu Bagus. Jadi kenapa harus dipermasalahin kalau nilainya baik?! Kecuali nilainya jelek banget." ucap Sarah tempo hari saking kesalnya.
"Nah loh kok tangan dan kaki mama di plester? Kenapa ma?" tanya Dito khawatir. Dito mendudukkan mamanya di sofa. Ia melihat lihat tubuh mamanya takut ada yang luka lagi.
"Apaan sih balik sana balik sini terus. Pusing nih mama." ucap Saran kesal dibolak balik tubuhnya.
"Mama kenapa kok sampe luka luka kayak gini?!"
"Terus mama di tolongin sama cewek cantik yang kebetulan lewat depan mama. Dia bantuin mama sampai antar mama ke rumah nak. Dia juga yang bersihin luka mama sampe di plesterin kayak gini. Baru aja lima menit yang lalu dia pulang sebelum kamu." ucap Sarah lagi. Wajahnya berbinar mengingat kebaikan gadis cantik yang menolongnya itu.
"Alhamdulillah... Untung ada yang tolongin mama ya. Btw siapa namanya mah? Kita harus ucapin makasih sama dia."
"Oh iya mama lupa saking hebohnya tadi. Ck " Sarah menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Beuuhh si mama pake lupa segala. Gimana mau ngucapin makasih mah kalo lupa nama."
"Hehe...tapi kayaknya dia anak dari sekolahan kamu deh Dit. Manis dan cantik. Sopan juga. Ah mantu idaman mama lah pokoknya."
"Dari sekolahan aku?! Siapa ya? Setahu aku sih gada temen yang daerah sini rumahnya." Dito mengingat ingat alamat rumah rumah teman atau mantan pacarnya.
"Emang ngga arah sini. Arah rumahnya muter balik lagi katanya. tadi tuh dia cuma anterin mama pulang, ngobatin mama terus langsung pulang. Kayaknya dia bukan salah satu dari mantan mantan kamu deh Dit. Mama hafal kok mantan mantan ganjen kamu. Dia berbeda. Itu yang mama suka."
"Hm... Siapa ya? Penasaran..." Dito pun berpikir siapa cewek yang nolongin mamanya.
"Udah sana mandi dulu. Badan kamu bau. Abis itu kita makan malem bentar lagi papa pulang dari kantor." ucap Sarah sambil berdiri. Ia melangkahkan kakinya kembali ke dapur. Memeriksa masakannya. Dito juga naik ke lantai dua rumahnya dan segera mandi.
***
TBC
__ADS_1