Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 6


__ADS_3

Hollaaaa 👋


Abel-Dito kambek nih


Suasana udah mulai ga kondusif nih. Yuk cekidot aja ya.



Jangan lupa vote dan komennya yang banyak 🤗



Thank you 😘


.


.


.


.


.


.



Hari yang dinanti oleh seluruh siswa SMA Pelita Harapan pun tiba. Hari ulang tahun sekolah mereka yang ke 55 tahun di meriahkan oleh seluruh siswa yang ikut berpartisipasi. Abel dan teman temannya ikut berpartisipasi dengan berjualan makanan dan minuman buatan ibu ibu mereka sendiri. Saat sedang asik menjajakan makanan dari tokonya, Abel di kejutkan dengan kedatangan tante yang beberapa hari lalu di tolongnya.



"Loh tante. Tante kan yang..."



"Iya sayang. Makasih ya udah ngobatin tante. Luka lukanya udah sembuh." ucap Sarah sambil mengelus rambut Abel.



"Alhamdulillah tante. Abel seneng dengernya. Oiya tante ke sini mau kemana? Perlu Abel anterin?"



"Oh nama kami Abel toh. Dari kemaren tante lagi inget inget nama kamu siapa tapi ga inget."



"Oh gitu hehe... Nama aku Maribel Andriana tante. Cuma anak anak panggilnya Abel. Kalo tante sendiri tante siapa?"



"Nama tante Sarah sayang."



"Tante kenapa bisa kesini?"



"Anak tante kan sekolah juga disini."



"Oyaah?? Anak tante yang pemain basket itu?" Sarah mengangguk.



Waduh...


Siapa ya? Ngga mungkin si Farhan kutu kupret kan anaknya Tante Sarah?!



Ngga... Ngga mungkin. Tante Sarah cakep gini anaknya kagak mungkin kayak si kutu kupret.



"Bel... Abel... Kok malah melamun."

__ADS_1



"Eh... Maaf tante hehe... Kenapa tante?"



"Gpp. Yaudah kamu lanjutin dulu aja dagangnya. Kasian temen temen kamu rempong sama pembeli."



Abel melihat teman temannya udah kasih kode untuk bantuin tapi dia malah asik ngobrol sama Sarah.



"Maaf ya tante Abel ga bisa temenin tante ngobrol. Abel bantuin mereka dulu. Dah tante." ucap Abel sambil melambaikan tangan lalu bergabung dengan kelompoknya. Sarah tersenyum. Ia senang karena bertemu kembali dengan gadis yang sudah mencuri perhatiannya.



***



Acara semakin larut. Beberapa orang tua murid yang diundang pihak sekolah pun sudah berkumpul. Abel yang selesai berjualan, pamit ke kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaiannya yang sudah basah karena keringat.



Abel berlarian di sepanjang koridor sekolah yang tampak sepi. Abel yang penakut langsung parno tiap mendengar suara suara. Bahkan ia mendengar langkah kaki yang sepertinya mengarah ke arahnya. Abel yang sudah parno berlari saat ada yang memanggil namanya. Saking parnonya saat berbelok Abel menabrak sesuatu dan



Cup...



Abel yang ketakutan memejamkan mata. Perlahan matanya terbuka saat merasakan pelukan erat ditubuhnya. Serta dinginnya kulit yang menempel di bibirnya.



"Aaahhh..." teriak Abel saat mengetahui Dito yang menciumnya. Lebih tepat Abel dan Dito berciuman tanpa sengaja. Dito melihat Abel datar. Ia mengelap bibirnya yang tadi bersentuhan dengan Abel. Seakan bibir Abel itu virus berbahaya.



"ELO!!! " pekik Abel sambil menunjuk wajah Dito yang datar. Dito mendengus. Belum sempat Abel mengomeli Dito, Abel mendengar suara Bundanya dan juga suara tante Sarah. Abel menengok ke belakang dan matanya membulat seketika.




"Mama." ucap Dito. Abel menoleh kearah Dito yang mengenali tante Sarah.



What?!?!?!



Anaknya Tante Sarah si Dito?!


Gue harus seneng apa sedih ya?



***



Abel, Dito, Sarah dan suaminya serta bundanya duduk disebuah tempat makan yang cukup exclusive karena mempunyai fasilitas area private. Sedari tadi Abel menundukkan kepalanya. Abel sedih melihat wajah kecewa bundanya.



"Jadi sudah berapa lama kalian pacaran?" todong Sarah membuka pembicaraan. Abel dan Dito menjawab serempak.



"Kita ngga pacaran Mah."



"Kita ngga pacaran tante."

__ADS_1



"Lalu kenapa kalian berciuman? Apa selama ini kalian membohongi kami bilang tidak pacaran, tidak kenal padahal dibelakang kalian berpacaran?! Kalau mama tidak ke kamar mandi mungkin kalian akan melakukan hal yang lebih memalukan lagi dari berciuman." ucap Sarah semakin kesal.



"Astagfirullah mama. Dito tidak sebejat dan sebrengsek itu. Dito hanya mau melakukannya sama istri Dito nanti setelah menikah." Dito tak suka dituding seperti itu.



Abel mulai menitikkan Ari matanya melihat bundanya menangis. Inneke tak bisa berkata apa apa. Ia kecewa terhadap putrinya. Terlepas dari benar atau tidak putrinya telah berciuman dengan yang bukan mukhrimnya.







"Bunda... Maafin Abel. Abel salah. Maafin Abel bunda." ucap Abel terisak sambil menggenggam tangan bundanya. Inneke menjauhkan tangannya dari sang putri.



"Bunda kecewa Bel. Bunda kecewa sama kamu. Kamu melanggar apa yang bunda selalu wanti wanti ke kamu." ucap Inneke sambil mengelap wajahnya dengan tissue.



Sarah pun menangis. Dito mulai naik pitam karena melihat mamanya menangis. Menurut Dito Abel lah biang keladi daro semua ini. Abel yang berlari di koridor sekolah lalu menabraknya dan mereka berciuman lalu mama mereka memergoki mereka seolah tengah berciuman ditempat gelap dan sepi. Hingga membuat kedua orang tua mereka berpikiran yang tidak tidak.



"Ini semua gara gara elo!! Kalo aja lo ga lari lari di koridor semua ini ga akan terjadi.!!" tuding Dito sambil menunjuk wajah Abel dengan amarah tertahan.



"Loh kok gue?! Kenapa lo jado nyalahin gue!! " Abel tak terima di tuding seperti itu oleh Dito si playboy sekolah.



"Emang bener kan kalo lo ga lari lari di koridor, lo gakan nabrak gue trs cium gue. Trus nyokap gue ga mikir aneh aneh sama gue. Semua ini salah lo Bel." ucap Dito meluapkan amarahnya.



"Gue lari karena gue takut gelap. Mana gue tau lo keluar dari kamar mandi..." sanggah Abel



"Pokoknya ini semua salah lo."



"DIAM!!" Bentak Hendra mendengar Dito dan Abel saling menyalahkan satu sama lain.



"Dito kamu sebagai cowok bikin papa malu saja. Apa papa mengajarkan seperti ini cara menyelesaikan masalah?!" Hendra kini yang ambil alih.



"Tapi Pah emang dia yang tabrak Diot duluan makanyaa..."



"Papa gak mau tahu. Kalian ga bisa di biarkan seperti ini terus. Bisa jadi kalian makin mempermalukan keluarga. Lebih baik kalian menikah."



"APAAAAA!!!" Abel dan Dito berteriak bareng saat mendengar kata menikah.


Sarah dan Inneke kembali menangis.



"Kalian harus terima konsekuensinya. Kalian harus menikah. Titik." putus Hendra tak ingin dibantah.



***


__ADS_1


TBC...



__ADS_2