Hidden Marriage

Hidden Marriage
Bab 34


__ADS_3

Hari yang ditunggu tunggu pun tiba juga. Hari dimana hidup dan mati siswa siswa kelas 3 SMA pun dimulai. UJIAN AKHIR NASIONAL. Entah mengapa pemerintah selalu menekankan bahwa UAN akan menentukan lulus tidaknya kita dari sekolah. UAN juga yang menentukan apakah kita akan berubah status menjadi Mahasiswa atau tetap menjadi anak SMA.



Padahal UAN juga ujian yang biasanya seperti UAS atau US. Tapi entah mengapa sedari dulu kita pasti ditakutkan oleh yang namanya UAN. Begitu juga dengan Abel dan teman temannya. Untungnya Abel agak sedikit lega karena punya suami yang super duper pinter. Bahkan Abel sampai tercengang saat mengisi kertas ujiannya yang sama persis seperti yang diajarkan oleh sang suami semalam.



Tidak hanya pintar saja menurut Abel, Dito seperti dukun. Tahu soal mana saja yang 99% keluar saat nanti ujian. Abel percaya sepenuhnya kepada sang maha guru tercintanya itu. Setelah memanjatkan doa demi lancarnya ujian akhir hari ini, Abel ngerjakan ujiannya dengan senyum manis yang tak pernah luntur di wajah.



Seolah masih ingat di kepala, Abel menjawab semua soal yang ada dihadapannya. Abel bahkan sudah menyelesaikan soalnya dalam waktu 30 menit dari tenggang waktu 120 menit. Abel ingin tertawa sendiri.



"Inget Bel... Jangan songong dulu lo. Ini baru bahasa Indonesia yang gampang. Belum soal matematika ama bahasa inggris. Nangis lu yang ada nanti." gumam Abel dalam hati.



(Author ngambil contoh UAN pas aku sekolah dulu yang cuma Bhs Indonesia, Bhs Inggris sama Matematika. Beruntungnya kami kami yang UANnya cuma tiga mata pelajaran dan gada soal ABCD😂)



Abel pura pura berpikir tiap kali ada pengawas yang berjalan jalan memantau jalannya ujian. Ia juga bahkan terkantuk-kantuk saking sunyinya di dalam ruang ujian. Abel yang tak kuat menahan kantuknya akhirnya pasrah. Ia beranjak dari kursinya, berjalan kearah meja pengawas lalu menyerahkan hasil ujiannya. Semua murid yang satu ruangan dengan Abel terheran heran. Bagaimana bisa Abel secepat itu mengerjakan soal ujiannya.



"Sudah?" tanya Pak Maman salah satu pengawas ujian dari SMA tetangga.



"Sudah Pak." jawab Abel mantap.



"Kamu yakin? Ngga periksa ulang jawabanmu?"



"Gak usah Pak. Insya Allah saya yakin. Permisi." ucap Abel sambil melenggang keluar kelas. Guru berkaca mata itu menggelengkan kepalanya.



Abel melirik kearah teman sekelasnya yang masih berjuang. Ia memberi kode agar mereka semua semangat, lalu keluar dari ruang ujian.



***



Abel langsung menguap dan menggeliat begitu keluar dari ruang ujian. Tiba-tiba pipinya terasa dingin. Ia menoleh dan melihat Dito tersenyum sambil menyerahkan minuman kaleng bersoda.



"Mas Adit." ucap Abel tersenyum senang. Ia menerima minuman kaleng yang sudah dibuka tutupnya oleh Dito lalu meminumnya.



"Aaah... Seger."



"Lama banget didalam. Ngapain aja? Jangan bilang ngga bisa ngerjainnya." ucap Dito sambil mengajak Abel pergi dari sana.



"Bisa donk. Kan papa yang ngajarin." bisik Abel sambil lirik kanan kiri takut ada yang mendengar. Dito tertawa.



"Terus kalo bisa kenapa lama banget didalam sana. Mas nunggu lama loh."



"Aku ngerjain soal sampe selesai cuma 30 menit aja mas. Tapi kan ga enak sama yang lain masa iya langsung keluar duluan. Jadi aku tunggu lah. Pura pura sok sibuk mikir jawab soal padahal aku ngantuk parah. Baru tadi deh keluar saking ga kuatnya tahan ngantuk."



"Ada ada aja kamu. Ke kantin yuk laper." ajak Dito. Abel pun mengiyakan. Keduanya saling menggenggam tangan berjalan menuju kantin.

__ADS_1



"Oiya yank... Kamu punya no rekening Bank ngga?" tanya Dito saat keduanya tengah menikmati mie ayam jamur mang toto yang terkenal di SMA Pekerti Luhur. Abel menggelengkan kepalanya.



"Yaudah nanti pulang sekolah kita ke bank. Buka tabungan buat kamu."



"Loh buat apa emangnya mas?"



"Nafkah yank. Kamu ngga mungkin namprak terus kan ke mas. Tiap ada pemasukan dari toko, nanti mas transfer ke rekening mu. Mas lupa terus mau tanya teh."



"Oh gitu. Yaudah gimana mas Adit aja baiknya kayak gimana. Aku manut aja."



"Nah gitu donk." Dito mengusap rambut Abel.



"Tapi kalo nanti aku gatel pengen belanja terus gimana yank?"



"Harus sadar diri, lakinya cari duit ga gampang." Abel memberengut.



"Iya deh nanti aku bilang dulu kalo mau beli sesuatu."



"Asal yang bermanfaat buat kita mas ngga akan marah. Kalo dipake yang ngga ngga apalagi belanja online shop itu yang pasti buat mas marah. Awas aja duitnya kalo dibeliin album Blackpink." ucap Dito ketus.



"Hehehe.... Peace yank. Satu doank mah gpp kali. Masa ngefans ga punya Albumnya." ucap Abel melas.




"Ish... Kejamnya dirimu."



"Bodo amat."



Keduanya asik menikmati mie ayam tak lama teman teman mereka menyusul datang ke kantin. Tak lama bel tanda ujian berakhir pun berbunyi. Setelah bercengkrama sejenak dengan teman temannya, Abel dan Dito pun pulang.



Dengan menggunakan motor ninja kesayangan Dito, keduanya menuju sebuah Bank swasta untuk membuka tabungan untuk Abel. Tak lupa juga Dito meminta petugas Bank untuk menyetel M-Banking di Smartphone Abel. Setelah itu keduanya pun pulang.



***



Minggu minggu tenang ujian pun berakhir. Tinggal menunggu hasil ujian nasional lulus atau nggak nya. Tak hanya ujian nasional saja yang harus mereka lewati masih ada ujian sekolah juga. Abel dan Dito sibuk belajar.



Dito yang akhirnya memutuskan untuk kuliah di kedokteran pun akhirnya sibuk mempersiapkan dirinya mengikuti tes masuk fakultas kedokteran. Saking sibuknya keduanya agak jarang bertemu. Meski masih tinggal dirumah yang sama tapi agak susah untuk cari kesempatan berduaan.



MARRIBEL ANDRIANA dinyatakan


Lulus


__ADS_1


Begitulah kira kira saat Abel membuka hasil uan yang dikirimkan lewat pos. Abel berjingkrak-jingkrak senang. Ia memeluk Sarah yang juga terlihat senang. Dito? Jangan ditanya. Expresi dia mah datar datar aja. Lulus ? Udah jelas lah.



"Mas kok ngga kasih aku selamat sih." protes Abel saat melihat Dito malah asik nonton kartun di TV.



"Selamat." ucap Dito tanpa mengalihkan perhatiannya dari TV. Abel mencebik kesal. Sarah tersenyum.



"Awas loh Dit, istri marah ngga dapat jatah." ucap Sarah sambil cekikikan. Abel dan Dito otomatis menoleh kearah Sarah yang tertawa. Abel berlari ke kamar meninggalkan Dito dan Sarah.



"Da...dari mana mama tau kalo...em kalo..." Dito tergagap.



"Kalo kamu udah merawanin istrimu? Begitu kan." jawab Sarah sambil tersenyum. Dito mengangguk.



"Ya ampun Dit Dit. Kalian pikir kalian bisa membodohi mama. Gini gini mama lebih pengalaman loh."



"Jangan jangan mama ngintip ya kayak waktu itu." tuding Dito kesal.



"Enak aja ngintip. Bintitan donk. Kagak ya. Mama tuh lihat Abel jalannya agak aneh. Belum lagi Abel agak meringis meringis gitu. Persis banget mama waktu abis malam pertama sama papa. Ya mama simpulin aja kalian udah ehem ehem."



"Maaf ma. Dito melanggar janji ke alm bunda buat ngga nyentuh Abel dulu sebelum lulus." sesal Dito.



"Mama yakin bunda kalian memaklumi jiwa muda kalian. Lagian kalian halal kok mau berhubungan badan kapan pun juga. Udah jangan khawatirkan itu. Semakin sering kalian berhubungan semakin cepat mama nimang cucu."



"Tapi ma Abel masih muda banget. Dia juga masih kepingin kuliah. Masa iya kuliah sambil bawa bawa perut gede. Belum lagi Dito nanti mulai sibuk di kampus kedokteran. Kasian ma kalo hamil sekarang sekarang."



"Ya memang sih. Tapi ngga ada larangan loh ibu hamil kuliah. Gimana Abel aja kuat ngga kuliah sambil hamil. Kalo mama sih menyerahkan kepada Allah SWT yang terbaik untuk rumah tangga kalian seperti apa." ucap Sarah tersenyum.



"Makasih Ma. Mungkin setelah kuliah Abel pasti sendirian, mama temenin Abel juga ya. Dito pasti sibuk banget. Ini aja belum mulai perkuliahan susah banget mau berduaan sama istri."



"Iya gampang. Abel pasti mengerti. Suaminya lagi berjuang buat rumah tangga kalian juga. Dah sana samperin Abel. Ajakin main mumpung kamu ada waktu dirumah. Main ke mall ya bukan main di ranjang." ucap Sarah frontal.



Dito mendelik sebal. Ia nelangkahkan kakinya naik ke kamarnya. Ia mengajak Abel kencan. Mumpung Dito masih sedikit ada waktu luang untuk mereka berdua.



***



TBC...



Waaahh... Tinggal satu part lagi ending. Siap siap menyambut Mine?!



Kok ga suka ya lapak ini berakhir 😫😫😭😭...



__ADS_1




__ADS_2