
Hidup penuh dengan kekerasan membuatku harus dewasa bukan pada waktunya. Memiliki ibu yang singel parent yg harus memenuhi 3 orang anak,aku yg bungsu harus bisa membantu karena ke dua kakakku di rantauan membuat harus alami kerasnya hidup. Pada akhir'y kakakku yg perempuan harus menikah dan ikut suaminya,dan membawa Mamaku ikut serta bersama dan akhir'y aku harus tinggal bersama nenek dan tanteku adik darip Mamaku,dan disinilah awal penderitaanku. Hidup sederhana di rumah nenek memaksaku kerja,aku yg baru umur 12 tahun harus bisa masak,mencuci dan pekerjaan yg lainnya,membuat sering telat berangkat ke sekolah.namun karna aku tak memiliki siapa lagi semua ku lalui dengan ikhlas. Pulang sekolah harus kerja untuk cari uang jajan,aku kerja jaga toko tetangga yang mana upahnya untuk bayar sekolahku. 3 tahun berlalu aku akhirnya tamat sekolah menengah pertama,dan mamaku kembali ke rumah nenek memaksaku ikut sepupunya ke perantauan di Kalimantan,aku kira aku akan bahagia tinggal di sana namun aku salah,ternyata disitulah aku dituntut untuk dewasa yg sebenarnya. Awal tinggal di sana dan masuk kerja di sebuah pabrik bermodalkan ijasah SMP. Akhirnya aku punya kehidupan baru,memang aku tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan rumah tangga namun aku harus sadar diri tinggal bersama sepupu mamaku, panggil saja nama om Amin dan istrinya tante Arumi. Mereka semua baik padaku,menjagaku seperti anak mereka sendiri,karena mereka memang tidak punya anak. Sampe akhirnya adik Amin datang dan tinggal di sana sebut sja namanya om Arman,om Arman adalah seorang pemuda namun memiliki sifat buruk,suka main perempuan. Aku yang selalu takut sama dia karena tiap berpapasan seolah ingin menerkam ku,akhirnya aku bicara sama om Amin kalau aku ingin ngontrak saja yang dekat tempat kerja namun om Amin melarang katanya dia tidak mau aku sendirian di kampung orang. Alhasil aku menurut. Hari demi hari,bulan pun berlalu tak terasa aku sudah 1 tahun kerja dan tinggal di rumah om Amin dan om Arman. Saat itu aku pulang kerja jam 7 malam dan semua orang akan pergi keluar kota. " Aini,tante sama om mau keluar kota selama 3 hari,apa kamu tidak mau ikut?" tanya tante Arumi waktu itu. " tidak usah tante soalnya aku belum bisa cuti karena temanku sudah cuti dulu. Tante sama om Amin aja yang pergi??" tanyaku. "Iyya,om Arman ada dji di rumah dia tidak ikut juga karena dia kan baru merintis toko diseberang jalan" ucap tante Arumi,karena emang om Arman buka toko gak jauh dari rumah tante Arumi. " Boleh gak tante aku nginap di rumah teman aja,soalnya aku agak takut di sini sama om Arman?" Tanyaku karna mang aku agak takut di tinggal berdua sama om Arman. "Jangan dong,siapa yg urus om kamu itu low dia ditinggal juga dia bisa bikin rumah tante kebakaran." kata tante Arumi." baiklah tante."jawabku dengan lemas karena aku gak tau harus gimana.akhirnya tante pergi dan aku Buru Buru mengunci kamar karena mau istirahat sebab besok harus masuk kerja pagi. Tinggal berdua bersama om Arman membuatku selalu was-was,menghindarinya adalah jalan terbaik menurutku.