
Sejak dalam kandungan Aini penuh derita hingga dia dewasa. Aini tidak tau harus bersikap bagaimana sama mama Hana,yang nyatanya orang yang dia sayang adalah orang yang membuat ibu kandungnya meninggal.
" setelah ibu kamu meninggal,aku mengasuh kalian bertiga,dan ayahmu sempat depresi karena terlalu Cinta sama ibumu. Setelah ayahmu sembuh, aku pun meminta ayahmu bebaskan Hana untuk mengurus kalian karena saat itu aku harus ikut suami. Dan ayahmu setuju,dan kami pun membuat surat perjanjian dengan Hana,kalau harus merawat kamu dengan baik atau kalau tidak dia akan dicerai dan dijebloskan ke penjara kembali. Akhirnya dia terpaksa rawat kamu dengan baik,sampai ayahmu pun meninggal karena penyakit kanker paru paru. Untungnya sebelum meninggal dia meninggalkan wasiat. Awalnya rumah mewah kalian atas namamu namun Hana menjualnya alasan mau pindah ke rumah mamanya. Aku menentang namun dia mengancam akan menyakitimu,aku pun ikhlaskan. Dia tau warisanmu itu hanya rumah itu jadi dia menjualnya." ucap bu Wiwi
" lalu kedua kakakku dapat apa?" tanya Aini.
" Rian dan Hasna dapat perkebunan itu yang sekarang mereka tinggali nak. Ayahmu sengaja menyembunyikan perusahaan,apartemen dan hotel itu karena dia tau kalau Hana pasti menyabotase semuanya." ucap bu Wiwi.
" baiklah tante,aku akan belajar mengurus warisan ayah. Aku akan kursus dan aku minta tolong tante bantu aku dan ajari aku karena aku tidak ada pengetahuan sama sekali dalam dunia bisnis." pinta Aini.
" jangan kuatir nak,di sana sudah ada yang siap bantu kamu,selama ini dia yang urus perusahaan dan hotel kamu. Sebaiknya sekarang kamu selesaikan masalah kamu dengan suamimu dan Hana. Setelahnya kamu pindah ke Jakarta." saran bu Wiwi pada ponakannya.
" kalau aku ke Jakarta tante gimana kalau mama datangi tante?" tanya Aini.
" aman kok nak,karena tante juga akan pindah ikut suami,ya perusahaan suami tante juga di sana. Jadi kita bisa saling bertemu nanti di sana. Tante juga sudah siapkan kamu asisten pribadi yang akan bantu semua keperluan kamu." ucap bu wiwi.
" baiklah tante, Aini mengerti.sekarang Aini pulang dulu." ucap Aini.
" kamu tidak nginap disini saja nak?"tanya bu Wiwi
" makasih tan,pi aku harus bangun pagi buat jualan sarapan pagi." jawab Aini.
" dandanan kamu tuh sekarang gak cocok jualan sarapan pagi Ai,penampilan kamu saat ini mang cocok jadi CEO perusahaan." kata bu Wiwi.
" kan aku mang CEO nya,tapi CEO yang jualan bubur ayam.hahahah." kelakar Aini.
" bisa nih dijadikan judul novel penjual bubur ayam jadi CEO. Hahahaha" tawa bu Wiwi.
Sepeninggalnya Aini,bu Wiwi pun menangis.
" sekarang kamu sudah dewasa,sudah saatnya kamu bahagia nak kamu sudah terlalu banyak penderitaan. Tunjukkanlah pada semua terutama pada Arman dan Hana. Aku ingin mereka menyesal telah menyakiti kamu. Lihatlah Haris,Vivian anak kalian telah tumbuh dewasa dan tangguh. Aku janji akan membuatnya jadi wanita yang kuat dan tidak bisa diinjak injak lagi sama orang." janji bu Wiwi.
__ADS_1
*
Aini sampai di kontrakannya,dia langsung membersihkan diri setelahnya dia menelpon Putri.
" Put,kamu dimana?" tanya Aini.
" aku di rumah kak. Kenapa?"tanya Putri.
" kamu dah makan belum? Nih tadi aku ada beli makanan,kamu sini ya kita makan bareng." ajak Aini.
" oiya kak,tunggu aku mandi dulu." ucap Putri.
Setelah makan, mereka pun duduk bercerita
"Kak,tadi kak Sam cari kaka,soalnya om Arif keluar dari rumah sakit " kata Putri.
" cepat banget dia keluarnya,mang dia dah sembuh?" tanya Aini heran.
" entahlah kak. Kata kak Sam kamu harus hati hati karena saat keluar katanya om Arif langsung menyuruh tante Mika dan om Nasir nyari kamu." jelas Putri. Kini Aini harus cepat cepat selesaikan masalahnya disini dan pergi ke Jakarta.
" mungkin tidak mau pisah ma kamu." kata Putri.
" aku tidak akan bertemu sama dia lagi,urusanku sudah selesai sama dia,kini urusanku hanya sama mama Hana,setelah semua selesai aku akan pergi jauh dari mereka." ucap Aini penuh semangat.
" mang kakak mau kemana?" tanya Putri.
" ada deh,nanti kalau sudah waktunya aku kasi tau kamu,dan setelah kamu selesai kuliah kalau kamu mau bisa ikut aku." teran Aini.
" terserah kakak deh,aku pulang duku dah mau malam ini." pamit Putri.
" kamu nginap aja Put,besok kan libur kuliah juga,tuh kaka juga ada beliin kamu baju tidur lucu,coupelan kita." kata Aini menunjukkan paper bag belanja.
__ADS_1
" seriusan kak? Kaka beli baju couple?" tanya Putri tidak percaya kalau Ainj mau pakai baju couple.
" iyya liat aja." kata Aini." boleh gak kita undang kak samsul malam ini,ada banyak hal yang ingin aku bicarakan?" tanya Aini.
" hm pantes aku dibeli baju couple ternyata ada maunya.dasar nih,ternyata mau jadikan obat nyamuk." ucap Putri kesal.
" hehehe aku sama kak Sam tuh gak pacaran kok. Kami saudara Put,sama seperti kamu dia kakak kita dan kamu adikku." ucap Aini mampu membuat Putri terkejut dan menghambur memeluk Aini.
" makasih kakak mau anggap Putri adik." tangisnya
" iyya tapi aku gak mau punya adik cengeng." kata Aini. Dan tak lama kemudian,Samsul datang. Ya sebelum mereka menghubungi Samsul mereka ijin pada penjaga kontrakan untuk menerima tamu lelaki.
" ada hal penting apa Ai kamu panggil aku malam malam begini?" tanya Samsul.
" kak,aku mau minta bantuan kakak. Perceraian aku sudah selesai,kini aku akan pindah ke Jakarta. Bisa bantu aku pindah ke sana tanpa mereka tau,terutama mama Hana.? " ucap Aini.
"Kenapa harus pindah kesana Ai? Di Sana tuh keras dan kamu seorang wanita." tanya Samsul.
" di sana ada tanteku. Mama Hana bukan ibu kandungku kalian semua tau akan hal itukan?" ucap Aini dan menceritakan semua apa yang dia tau dari ibu Wiwi. Dan hal itu membuat Putri menangis dan Samsul geram.
" aku akan bantu kamu Ai,kamu sudah merubah penampilan,dan mereka belum pernah liat perubahan kamu ini." ucap Samsul.
" iyya kak,dan aku titip surat cerai ini buat om Arif. Dan berikan setelah aku sudah di Jakarta. Karena aku tidak mau mereka menghalangi langkahku." kata Aini mengantisipasi semua yang akan terjadi.
" Baiklah,kapan kamu berangkat?" tanya Samsul.
" besok,aku sudah pesan tiket. Besok jam 3 sore aku berangkat. Jadi aku packing nya besok pagi saja." ucap Aini mampu membuat Putri terbelalak.
" jadi kaka ajak aku kesini nginap untuk perpisahan?" ucap Putri terkejut.
" kan tadi aku sudah bilang kalau Putri sudah selesai kuliah bisa nyusul." ucap Aini.
__ADS_1
" Trus,aku gimana Ai?" ucap Samsul hampir tidak terdengar,membuat Aini terdiam. Dia pun bingung bagaimana menjawab Samsul,karena sampai sekarang dia belum bisa pahami perasaannya pada Samsul.
# maaf jika banyak typo,, belajar menulis