Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
pov Reno


__ADS_3

Sejak kenal Aini,aku merasa berbeda dengan hatiku. Awalnya aku kira dia adalah wanita kaya yang manja dan cengeng,ternyata aku salah. Dia wanita kuat yang mandiri,aku ikut trenyuh mendengar saat tante Wiwi menceritakan tentang perjalanan hidupnya. Wanita yang cuma tamatan Smp itu bisa juga belajar dengan cepat dan mampu memegang perusahaan yang selama ini aku tangani. Tidak aku pungkiri sejak dia yang memegang perusahaan,dia mampu membuat perusahaan semakin berkembang dan lebih maju.


Hari hari kami lalui selalu bersama,aku membantu dia untuk membalas mantan suaminya. Setelah itu semua berlalu aku semakin dekat dengannya,aku pun jatuh Cinta padanya. Aku ingin dia selalu tersenyum dan tertawa,tiap melihatnya tersenyum aku ikut bahagia. Aku ingin memilikinya,tetapi sayang saat rencana pernikahanku dengannya sudah ditetapkan,aku justru menyakiti hatinya. Semua karena Sintya,entah kenapa aku tidak bisa lepas dari sintya. Padahal aku tidak merasakan getaran seperti saat bersama Aini,mama selalu melarangku berhubungan sama dia tapi entah kenapa tiap aku berencana meninggalkannya aku selalu merasa sakit kepala. Saat ini aku akan menemui Sintya sebelum ke rumah papa ambil barang,aku harus nyari kontrakan setelah diusir sama papa. Aku harus bertemu Sintya.


" kamu di mana Sin?" tanyaku pada Sintya.


" kenapa sayang? Aku lagi di rumah teman Yang. Ada apa tumben nyari aku?" tanyanya lagi karena memang aku tidak pernah menghubungi duluan.


" papa dan mama sudah tahu kalau kita masih berhubungan." ucapku pelan sambil menghembuskan nafas kasar.


"Jadi mereka sudah tau,terus apa mereka sudah merestui kita?" tanya Sintya lagi.


" Tidak,aku malah diusir sama mereka,dan sekarang ini aku lagu nyari kontrakan,bolehkah aku sementara tinggal di kontrakanmu selama aku belum dapat kontrakan dan kerjaan?" pintaku.


" kok nyari kerja kan kamu kerja di perusahaan Aini?" tanyanya lagi.


" aku dipecat sama Aini,dan papa ngusir aku serta semua fasilitas dicabut. Kini aku sudah miskin." jelasku,aku sengaja mengatakan diriku miskin demi mengetahui apakah ucapan mereka tentang Sintya benar atau tidak.


" apa?" terkejut,itulah yang ku dengar dari suara Sintya,apakah benas dia hanya ingin memperalatku saja,tidak benar benar mencintaiku?


" iyya sayang,tapi kamu tidak perlu kwatir aku akan secepatnya dapat kerjaan walau gajinya tidak sebesar di perusahaan Aini." ucapku lagi.


" nanti kita bicara lagi,saat ini aku sibuk sama temanku dulu." ucapnya lagi. Aku pun segera berlalu kembali ke rumah papa,dan terlihat mobil papa dan mobilku disana.


" kamu darimana sehingga baru sampai rumah? Apa kamu menemui Sintya? " tanya papa marah.

__ADS_1


" sekarang kamu ikut papa,akan papa tunjukkan bagaiamana aslinya wanita itu." perintah papa dan segera memanggil pak beno sopir pribadinya.


" Beno,kita ke tempat itu,tunjukkan pada anak tidak tau diri ini wanita macam apa yang dia cintai." ucap papa sedikit menyindir,membuatku mendelik kesal.


" mama ikut Pa," pinta mama. Dan kami pun berangkat aku bingung kenapa mengajakku tempat beginian. Apakah benar Sintya kerja sebagai ******,padahal selama ini aku selalu memberinya uang bulanan yang cukup besar.


" pa,tidak mungkin Sintya kerja di tempat ginian." ucapku soalnya aku tidak nyaman melihat wanita wanita itu,pakai baju kekurangan bahan.


" kamu tunggu saja di sini dan lihat sendiri. Papa sudah sering memberi tahu kamu wanita itu seorang ******." kesal papa.


" kok papa tau tempat beginian,apa papa sering juga jajan ya?" tanya mama,mampus tuh papa dapat serangan dari mama.


" tidak mungkin papa jajan ma,sebenarnya papa pernah ngeliat Sintya jalan sama pak Tono,teman bisnis papa. Aku kira dia anaknya pak Tono." cerita papa.


" maksud papa Pak Tono yang aki aki itu?" tanya mama membuatku merasa risih. Apa benar Sintya melakukan pekerjaan menjijikkan itu. Dan tak lama kemudian ada mobil parkir depan bangunan itu,loh itukan pak Tono yang na sebut papa tadi.


"Liat kan kelakuan wanita itu,ayo kita temui mereka." aku hanya diam menuruti kemauan orang tuaku. Aku marah sekali,Sintya telah mempermainkan aku. Aku telah dibutakan cintanya. Aku bahkan telah menyakiti Aini seorang gadis yang baik hati dan tidak neko neko.


" Sintya." panggilku membuat dia langsung melepaskan diri dari Pak Tono.


"Kamu kokĀ  di sini?" tanyanya .


" jadi ini pekerjaan kamu yang sebenarnya?"


" iyya,kenapa? Kamu kan sekarang sudah miskin jadi kamu sudah tidak bisa ku andalkan lagi." ucapnya benar benar membuatku marah.

__ADS_1


" jadi selama ini kamu cuma manfaatkan aku begitu?" ucapkan berteriak membuat kedua orang tuaku keluar dari mobil.


" kamu tenang Reno,jangan emosi kamu." ucap mama mengelus dadaku yang naik turun dengan cepat,rasanya kepalaku mau meledak seketika.


" selamat sore Pak Tono." ucap papa.membuat pak tono kelabakan,pasalnya pak Tono tau kalau papa tidak suka bekerja sama dengan orang yang banyak tingkah.


" pak Abdul." ucapnya lalu menjaga jarak dari Sintya. Dia seperti ketakutan sama papa.


" jangan laporin saya ke istri saya pak,saya janji tidak akan ke tempat ini lagi atau semacam ini,jangan juga batalkan kerja sama kita. Aku janji tidak akan begini lagi. sintya,om minta kembalikan kartu om." ucap pak tono langsung minta kredit card yang dia berikan sama Sintya selama ini.


" gak bisa dong om,inikan punyaku kan om sudah ngasih." rengek Sintya yang memang tampak tidak peduli keberadaanku.


" terserahmu,aku akan blokir kartu itu dan jangan hubungi aku lagi." ucap pak Tono berlalu dan segera menelpon entah siapa dia telepon.


" blokir kartu kreditku yang....." perintahnya menyebutkan nomor credit yang dipegang sintya.


"Ren,maafin aku.. Aku tuh terpaksa lakuin ini karena kamu terlalu cuek sama aku,kamu terlalu sibuk sama Aini." rengek Sintya mendekat namun aku memilih menghindar.


" mulai sekarang jangan pernah nyari aku dan jangan coba coba menemuiku. Hubungan kita berakhir sampai disini. Aku benar benar menyesal telah membangkang pada kedua orang tuaku. Bahkan dengan tega menyakiti hati Aini yang tulus sama aku. Aku telah membuang berlian demi batu kerikil macam kamu." ucapku benar benar marah.


" baik,aku tidak akan mencarimu karena aku pastikan kamu yang akan mencariku. Kamu itu milikku dan akan selamanya milikku,kamu tidak akan bisa lepas dariku." ucapnya sambil tertawa.


Ada apa sebenarnya,apa yang telah dia lakukan padaku sehingga aku sulit jauh darinya.


" ayo Reno,kita segera tinggalkan tempat menjijikkan ini." panggil mama yang sudah daei tadi di mobil. Aku segera berlalu namun setelah sampai rumah,kepalaku sangat sakit,mata berkunang kunang. Aku pun segera masuk rumah dengan jalan sempoyongan namun pada akhirnya aku pun ambruk tak sadarkan diri.

__ADS_1


# maaf banyak typo


__ADS_2