Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
pembalasan


__ADS_3

Setelah mengumpulkan bukti tentang kematian orang yang disayangi,Aini pun memulai pembalasannya. Dia ke rumah sakit tempat Arif dirawat dulu meminta rekam medis untuk dijadikan bukti kalau lelaki itu sudah sehat. Dengan ditemani pengacara dia melaporkan ke kantor polisi tentang penganiayaan sampai pembunuhan yang dilakukan Arif.


" semua bukti sudah lengkap,tapi kita masih butuh saksi." ucap pak polisi.


" kami ada saksi kok pak." ucap sang pengajar yang memang dia sudah mengamankan saksinya.


Kini Aini menemui mama Hana karena bagaimana pun Hana adalah orang yang membesarkannya. Dengan gaya angkuh dan sombong Aini ingin menunjukkan pada semua orang kalau dia sudah sukses.


" selamat siang Ma,apa kabar?" tanya Aini.


" kamu ngapain ke sini lagi setelah menghilang?"


" sabtai dong Ma,aku tuh tidak menghilang,aku cuma ikut sama tante Wiwi." ucap Aini.


" aku tidak menyangka kalau mama membuat aku kadi yatim piatu. Mama yang membunuh ibu kandungku kan?" tanya Aini dengan tatapan tajam.


Hana tak sanggup berkata apa pun lagi,dia cukup terkejut atas apa yang Aini katakan.


" kenapa Ma? Kenapa lakukan itu ? Apa mama tidak memikirkan aku yang tidak bisa melihat dan merasakan kasih sayang seorang ibu?" teriak Aini yang membuat Rian dan Hasna segera masuk rumah.


" Aini,apa apaan sih kamu bentak bentak mama?"tanya Rian langsung memeluk Hana yang sudah ketakutan.


" kakak tanya saja sama dia,apa yang sudah dia lakukan padaku sejak aku dilahirkan ke dunia ini." ucap Aini segera berdiri


" aku masih memikirkan kebaikan mama selama ini,aku datang kesini hanya untuk minta penjelasan mama,kenapa mama lakuin itu? Karma itu ada Ma,aku tidak akan membalas pada mama biarkan karma yang membalas." ucap Aini berlalu.


Sepeninggalnya Aini, kini Hana merasa was was kalau sampai dia dilaporkan dan dipenjara.


" ada apa sebenarnya ma?" tanya Rian


" Aini bukan lagi adikmu Rian,dia sudah berubah."ucap Hana  tanpa mau memberi tahu anak anaknya.


"#


Setelah dari rumah Hana,kini Aini memantau Arif.

__ADS_1


Dia ingin pria itu mendekam di penjara dan Aini juga berusaha untuk memberi penyiksaan pada Arif. Saat malam tiba Aini mengendap endap ke rumah Arif. Dia ingin memantau langsung.


" bagaimana? Apa aman semua?" tanya Arif pada anak buahnya.


" beres bos,gadis itu masih pingsan."


" jangan sakiti dia,cukup awasi saja." perintah Arif.


" baik bos." jawab anak buah Arif. Sedangkan dalam sebuah kamar di rumah Arif terdapat seorang gadis tidak sadarkan diri,gadis itu adalah Putri. Ya Arif menculik Putri karena dia tidak mau memberi tahu keberadaan Aini dan dia juga melihat bagaimana Arif menyiksa Samsul. Tanpa Arif ketahui kalau saat dia menyiksa Samsul bukan cuma Putri yang melihatnya tetapi ada tetangga yang menjadi saksi juga,dan saat ini sudah diamankan sama Reno. Saat ini Aini mencoba menyelamatkan Putri. Akhirnya dia menghubungi Reno supaya datang bersama polisi ke kediaman Arif. Dia tidak mau gegabah,Aini ingin bertemu Arif sebelum polisi datang.


" aku ingin bicara sama Arif,kamu dan para polisi kepung rumahnya." perintah Aini.


" kamu yakin ingin menemuinya,itu beresiko." ucap Reno.


" iyya Ren,aku harus selesaikan semua dengannya agar kedepannya dia tidak menggangguku lagi." ucap Aini yakin. Karena selama ini saat Aini menghilang Arif berusaha mencarinya dan karena itu satu nyawa melayang oleh keegoisan Arif.


" kamu hati hati dan jangan matikan telepon,aku sama rombongan sudah dekat dari lokasimu." ucap Reno. " kalau begitu kamu alihkan perhatian dia agar dia tidak sadar kalau polisi mengepung dia." perintah Reno.


Aini pun keluar dari persembunyian dan dia menuju ke pintu depan.


" waalaikum salam, wah akhirnya keluar juga kamu dari persembunyian kamu Aini. " ucap Arif.


" aku tidak sembunyi, asal kamu tau aku cuma ikut tanteku dan menjalankan perusahaan ayahku." jawab Aini ketus.


" apa kamu merindukan aku hingga kamu muncul sekarang?" tanya Arif.


" kenapa kamu melakukan ini semua om?"tanya Aini


" Aini..Aini pertanyaan kamu itu membuat aku bingung,apa yang aku lakukan hmm?"tanya Arif.


" tanpa aku jawab om pasti tau kan?" ucap Aini.


" hubungan kita sudah selesai om,aku harap om melepaskan aku,om sudah menikah sama tante Indri. Kita sudah cerai jadi aku harap om tidak mengganggu hidupku lagi,kita jalani hidup masing masing." ucap Aini dan tak lama terdengar teriakan dari kamar dekat ruang tamu.


" lepaskan Putri om, dia tidak bersalah. Kenapa semua harus kena om, Kak Samsul tidak bersalah tapi kenapa om lakuin itu." tanya Aini.

__ADS_1


" dengar Aini, aku tidak pernah mau dan tidak akan pernah mau mendengar penolakan,apa yang aku ingikan harus aku dapatkan."tegas Arif.


" termasuk membunuh sepupu sendiri? Dan menculik Putri dan mengurungnya? Om sudah melanggar hukum,ini sudah kriminal om." ucap Aini. " dengar om,jalani hidup om dengan baik,pertanggung jawabkan semua perbuatan om dan lepaskan Putri."perintah Aini


" kamu itu milikku Aini,sampai kapan pun  akan begitu. Tidak akan aku lepaskan kamu." ucap Arif langsung mencengkram lengan Aini dan menyeretnya kekamar tempat Putri disekap. Namun tak lama kemudian polisi datang dan menangkap Arif.


Reno pun langsung membuka pintu kamar dan menolong Aini dan Putri,tak lama Mika dan Nasir pun datang.


" ada apa ini?"tanya Nasir


" maaf pak,saudara Arif merupakan tersangka melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap saudara Samsul." ucap salah satu polisi.


" memangnya kalian ada bukti kalau kakakku yang melakukannya? "Tanya Mika.


" bukti dan saksi sudah lengkap tante,lihat perbuatan dia sama Putri." ucap Aini membungkam Mika dan Nasir pun tidak bisa berkata apa apa.


" bawa mereka." perintah Reno.


" Aini,tante mohon jangan bawa Arif,dia itu sakit karena kamu ninggalin dia." pinta Mika.


" maaf tante,hukum harus ditegakkan,apa yang om lakukan otu sudah termasuk kriminal dan pelanggaran. Menganiaya sampai orang meninggal,menculik dan mengurung Putri. Aku tau tante sebenarnya terlibat,tapi aku tidak akan melaporkan tante." bisik Aini diakhir kalimatnya membuat Mika terkejut. Pasalnya selama ini dia tau apa yang dilakukan Arif tapi dian tutup mata dan telinga,walau yang jadi korban adalah keluarganya sendiri.


" semua sudah selesai Aini,kita pulang ya. Perusahaan tidak bisa kita tinggal terlalu lama,biarkan pengacara yang urus kasus ini.


" Baik kak. Oiyya Put,kamu tidak apa apa kan?" tanya Aini.


" iyya kak,aku baik aja. Tapi bolehkah aku ikut kakak saja soalnya aku takut tinggal di sini sekarang,lagian aku juga sudah selesai kuliah." ucap Putri.


Aini pun setuju membawa Putri dan meninggalkan Mika dan Nasir.


" jika tante juga mengganggu hidup Aini lagi,saya tidak akan segan membuat perhitungan." ancam Reno dan kemudian menyusul Aini.


Setelah mendengar ancaman Reno, Mika pun terdiam ada rasa takut menjalar.


" ternyata Aini bukan yang dulu lagi." ucap Mika.

__ADS_1


# telat update lagi sibuk. Maaf kalau ceritanya amburadul,,,


__ADS_2