Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
kehancuranku


__ADS_3

Setelah kepergian tante Arumi bersama suaminya,aku pun selalu menghindar dari om Arman. Tiap pulang kerja aku selalu mengurung diri di kamar demi menghindarinya. Baru sehari ditinggal berdua membuatku frustasi. Tok tok,terdengar pintu kamarku diketuk,aku rasa itu om Arman,aku yang ketakutan pun memilih pura pura tidur saja. " Aini,apa kamu sudah tidur? Om bisa minta tolong gak?"  terdengar om Arman dari luar menanti ky,dengan terpaksa aku keluar karena aku numpang di rumah kakaknya tak enak pula kalo aku hindari terus. Akhirnya aku bukain pintu." ada apa om?" tanyaku. "Tolong buatkan om kopi ya,om capek sekali dan ini om tadi beli martabak manis kamu bisa temani om ngopi ga?" tanya om Arman menghiba,aku pun sedih liatnya. Walau bagaimana pun kelakuannya dia tetap keluargaku. Semoga saja dia tidak melakukan hal jahat padaku. Setelah aku buatkan kopi aku bawa ke ruang TV dan duduk menemaninya,tak lupa aku juga buat susu coklat panas untukku. "Om gak tau kenapa kamu seolah menghindari om. Apa om ada salah atau om menakuti kamu?" tanya om Arman tanpa menoleh padaku. Aku Pun jadi gak enak hati padanya,karena walau bagaimanapun aku sangat takut padanya,dia selalu menunjukkan mimik wajah menjijikkan saat menatapku. " Maafkan Aini om,bukan maksud Aini menghindar tapi Aini cuma capek pulang kerja." jawabku sekenanya. " Om kira kamu takut,besok kak Amin dah pulang. Kamu jangan mengurung diri terus di sini kayak rumah gak ada penghuni,om gak ada teman ngobrol." ucapnya lagi. Akhirnya kami terus bercerita ternyata om Arman orangnya asyik juga. Tak terasa kami pun menonton dan duduk bersama sampe larut malam,hal yang jarang terjadi karna besok aku pun libur kerja jadi aku gak apa apa begadang. Rasa takutku sma om Arman menguap bgtu saja dan kami oun selalu tertawa dan bercanda. " om Aini permisi ke kamar ya soalnya dah ngantuk banget." ijinku karena mang ini sudah larut malam atau sudah ke dini hari. Jam menunjukkan jam 01.10 aku pun menguap terus. " ya udah sana istirahat,makasih udah nemenin om." aku pun hanya mengangguk saja dah malas ngomong sambil berlalu ke kamar. Tanpa ku sadari aku lupa mengunci pintu kamar saking gak tahan ngantuk. Aku langsung saja berbaring di kasur menemui mimpi Indah tanpa ku tau kalau itu akan jadi mimpi buruk dalam hidupku. Entah kenapa aku merasa tubuh seolah digerayangi,aku tidak bisa membuka mataku dan tidak bisa bersuara,tubuhku pun tidak bisa ku gerakkan. Ya Allah ada ini,apa yang terjadi. Sekuat tenaga aku berusaha membuka mataku dan aku pun berusaha berteriak namun tak ada suara yg keluar ternyata mulutku sudah tertutup lakban. Aku melihat om Arman menyeringai menatapku,air mata pun berjatuhan saat dia menggerayangi tubuhku. "Aini,kamu sungguh cantik,om tidak bisa menahan hasrat melihat tubuh kamu yang montok dan Indah." katanya sambil mengelus wajahku,sungguh aku jijik padanya. " kamu kenapa?hehehehe kamu tidak bisa bergerak ya?" tanyanya sambil terkekeh menjijikkan membuatku hanya bisa menangis dan menangis tanpa bisa berbuat apa,tidak bisa bersuara dan bergerak.ada apa dgn tubuhku.


"Kenapa menangis sayang? Ternyata obatnya manjur juga,kenapa tidak dari kemarin aku berikan padamu.Hahahahhaah" Kata'y terbahak. Aku oun membelalak ternyata coklat panas yang ku minum dia kasi obat tapi kapan dia masukkan obatnya.

__ADS_1


" om sudah gak sabar sayang,kamu nikmati saja ya."


Ucapnya kembali menggerayangi tubuhku,dia pun melepas satu per satu pakaian yang aku kenakan,setelahnya dia melepas pakaiannya. Aku hanya mampu menangis,haruskah mahkotaku hilang direnggut oleh om ku sendiri. Ya Allah tolong aku,cabutlah nyawaku. Aku Pun hanya berharap pertolongan namun pada siap. Om Arman menyetubuhiku dengan kasar tanpa peduli aku yang kesakitan karena ini pertama kali buatku, kurasakan perih di bagian bawah sana. Om ArmAn melakukan berkali kali sampe aku pingsan. Paginya aku tersadar dan om Arman masih terlelap di sampingku,aku kini hancur. Aku sudah kotor,aku hanya menangis histeris tanpa ku tau kalau ternyata tante Arumi dan om Amin ternyata sudah sampai rumah. Mereka pun membuka kamarku dan terbelalak melihatku dan om Arman.

__ADS_1


Kapan dia mabuk,apa ngopi bikin mabuk.


"Kamu harus bertanggung jawab Arman,Aini ponakan kita,apa kata ibunya nanti." kata om Amin. "Tidak bisa bgtu dong mas,Arman kan sudah ada calon." kata tante Arumi tidak setuju." Aini,kamu sekarang ke kamar aja istirahat ya. Om mau bicara sama Arman dan tantemu dulu." kata om Amin. Aku pun berlalu masuk kamar,tapi aku penasaran apa yang akan mereka bicarakan. Tak peduli rasa sakit aku pun menguping."Arman,kamu harus nikahi Aini sebagai bentuk tanggung jawab,setelah 1 bulan,kamu ceraikan Aini." Ucap om Amin,membuatku terbelalak. Bagaikan disambar petir disiang bolong mendengar ucapan om Amin,orang yang aku anggap ayah selama ini ternyata kasih sayangnya palsu." betul juga ya,atau begini tunggu saja 1 bulan,low dia gak hamil gak usah nikahin." ucap tante Arumi. Hatiku sakit sekali gak ada seorang pun yang ngerti diriku,sebaiknya aku keluar dari rumah ini. Aku Pun gak mau dinikahi baru dicerai. Semoga aku gak hamil karena aku pun gak mau mengandung anak seorang bajingan seperti om Arman,orang yang seharusnya melindungi aku malah dia yang menghancurkan masa depanku." Tentu saja aku gak mau nikah ma dia,apa kata orang  nanti di kampung."ucapan om Arman membuat hatiku makin sakit dan hancur. Aku pun masuk ke kamar dengan hati yang hancur.

__ADS_1


__ADS_2