Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
terluka


__ADS_3

Setelah sampai rumah kak Samsul pun membangunkan.


"Ai,bangun kita dah sampai." ucapnya


"Iyya kak." makasih ya.


" kamu harus tabah menghadapi semua ini."


" iyya kak,aku sudah gak apa apa kok." ucapku berlalu masuk rumah karena saat ini aku cukup lelah dengan keadaanku.


" tante kenapa,kok melamun aja nih?" tanyaku


" tante gak apa kok Ai,tante hanya nungguin kamu,disini suntuk gak ada teman." jawabnya


" yah begitulah tante, disini tuh sunyi,cuma suara TV aja yang nemenin." ucapku duduk disampingy


" kenapa mukaku kamu sembab Ai? Apa ada sesuatu yang terjadi disana?" tanya tante Mika.


"Gak apa kok tante,aku cuma ketiduran saja tadi."


" jangan bohong Ai,tadi Samsul chat tante kalo kamu gak baik baik saja. Ada apa?" tanyanya. Ternyata kak Samsul  menghubungi tanye Mika.


" Aini beneran gak apa kok tan,semua baik baik saja. Aku cuma lelah saja tante." kilahku.


" Aini,ada apa sebenarnya?" desak tante Mika.


"  Aini hanya...hanya..." aku pun tak bisa melanjutkan ucapanku,mata berkaca kaca dan tante memelukku dan tak tahan lagi tangisku pun pecah dalam pelukannya. Tante hanya diam memelukku membiarkan aku menumpahkan segala sesak yang menghimpit dadaku. Akhirnya aku pun menceritakan semua padanya dan dia tampak sock. Aku kini bingung ambil sikap,akhirnya ku putuskan masuk kamar, aku harap ini hanya mimpi. Ku putuskan tidur saja,aku harap saat aku terbangun keadaan menjadi lebih baik dan apa yang ku alami hanya sebuah mimpi.

__ADS_1


Tak terasa aku tertidur cukup lama,ternyata hari sudah sore,aku bangun dan membersihkan diri. Aku keluar kamar ku dengar suara om Arif,tampaknya dia marah. Aku ingin bergabung sama mereka namun aku takut kena amukan om Arif. Namun saat akan berbalik om Arif memanggilku. Tampak tante Mika sama om Nasir,wajah mereka semua tampak masam,ada apa ini ya Allah,apakah ada masalah lagi yang aku timbulkan.


" apa benar kamu dari rumah mama kamu Ai?" tanya om Arif,apakah dia lupa kalau sudah kasi ijin?


" i..iyya om,kan aku sudah ijin sama om dan om kasi ijin." ucapku heran.


" aku tidak pernah memberi kamu ijin untuk ke sana sendirian,apa kamu lupa aturanku?" tanyanya.


" loh kan om sendiri yang ijinkan aku,tante Mika juga dengarkan waktu om kasi ijin?" tanyaku pada tante Mika.


" aku bilang kamu tidak boleh pergi ya jangan pergi. Kamu mulai jadi pembangkang ya sekarang."


Plak plak suara tamparan di kedua pipiku,membuatku sedikit pusing,ku lihat tante MikA dan om Nasir terkejut atas perbuatan om Arif. Aku terkejut tanpa sadar air mata menetes.


" kmu ini apaan sih Rif,main tangan. Saat Aini nelpon kamu aku tuh bersamanya dan aku dengar kamu kasi ijin." bela tante Mika sambil membantuku duduk di sofa.


" apa apaan sih kamu ini Rif,selalu marah marah,kalau kamu ada masalah diluar sana,jangan lampiaskan di rumah." tiba tiba saja kak Samsul nongol,dan menuding om Arif.


" kamu itu gak usah ikut campur ya Sul, aku tau dari duku kamu suka sama dia,atau sampai sekarang pun kamu suka sama dia? Atau kalian ada main dibelakang aku? Kalian main api di belakangku kan?" cecar om Arif membuat semau yang ada diruangan ini membelalakkan mata.


" cukup om,tidak usah menuduh aku selingkuh karena om sendiri kan yang lakuin itu?" ucapku pun dengan berteriak,dan tamparan pun kembali ku dapatkan bahkan lebih parah dan ku rasakan sudut bibirku pecah. Aku rasakan kepalaku pusing,aku yak bisa berkata apapun lagi. Ku lihat kak Samsul memukul om Arif,dan mereka saling menyerang. Teriakan tante Mika dan om Nasir berusaha melerai mereka. Akupun berdiri dan membanting vas bunga tepat dekat mereka semua.


Mereka semua berhenti dan menatapku


" sudah cukup om. Aku tau sebenarnya om hanya jadikan aku pelampiasan disaat om sama pacar om bertengkar. Aku diam bukan karena gak tau,tapi aku cuma gak mau bertengkar terus sama om."ucapku menyerang om Arif. Ya aku sudah tau semua tentang kelakuannya saat dia keluar rumah,dan wanita simpanannya itu adalah teman tante Mika.


" diam kamu anak pelakor,kamu kira kamu itu siapa hahh berani berteriak padaku asal kamu tau aku menyesal menikah sama kamu. Dasar anak pelakor pembawa sial." ucapannya benar benar menyakitkan,namun aku gak boleh lemah dihadapanny. Baiklah aku akan tunjukkan seperti apa anak pelakor ini yang selalu kamu hina.

__ADS_1


" kamu pikir aku mau menikah sama pria tua macam kamu yang pantas jadi kakek aku hahh? Cukup sudah kamu siksa aku,mang kenapa kalau aku lahir dari rahim wanita pelakor? Apa aku yang minta lahir darinya. Asal kamu tau,penyesalan terbesar dalam hidupku adalah kenal dan menikah dengan bandot tua macam kamu yang gila." teriakku tanpa peduli lagi,apakah aku akan disiksa atau bagaimana,aku sudah tak peduli lagi. Ku lihat tante Mika dan om Nasir terkejut melihat perlawananku,dan kak Samsul nampak tersenyum melihatku yang kini berani melawan.


" oh sekarang kamu berani ya melawan aku,mau jadi istri durhaka kamu ya" ucapnya mendekat namun aku tidak takut,saat dia akan menamparku lagi akupun segera menangkis tangannya dan melawan. Sudah cukup dia menginjak injakku,dia yang selingkuh tapi dia yang marah marah,dasar orang gila.


"Sekarang juga kamu kemas pakaian kamu,keluar dari rumahku,kamu bukan istriku lagi." usirnya


" baik,aku akan keluar dari rumah inj tapi setelah kamu talak aku,dan aku minta talak tiga." pintaku karena percuma aku pergi dari rumah tampa dia ucapkan talak. Dan ekor mataku menangkap kalau kak Samsul merekam kejadian ini.


" kamu mau aku talak,hahahahhaha tidak akan pernah,sampai kapan pun kamu tidak akan bebas dariku,sekarang kamu keluar dari rumah ini." usirnya lagi.


" baik,aku akan keluar dan aku akan menggugat kamu,cukup kejadian hari ini akan jadi bukti KDRT yang kamu lakukan,kamu lihat bekas tamparanmu yang akan jadi bukti." ujarku kemudian masuk kamar membereskan pakaianku,tante Mika pun menyusulku.


" Ai,ini dah malam,kamu mau kemana malam malam begini?" ucapnya kwatir.


" tante tenang saja,aku pasti baik baik saja,aku akan ke kampung ayahku,aku tidak mau kembali ke rumah mama karena percuma aku kesana."ucapku.


" Tidak Ai,kamu ke rumah kakamu saja,jangan kemana mana,nanti tante coba bujuk Arif dia hanya marah sesaat saja."


" maaf tante,aku sudah gak mau tinggal disini lagi. Aku bisa kok hidup sendiri." tekadku sudah bulat untuk pisahdari om Arif


" sudah beres beresnya,kamu pikir kamu bisa hidup tanpa aku,kamu jangan bawa apa apa dari sini kecuali pakaian kamu,kembalikan semua emas yang kamu pake itu." akupun langsung melepas semua emas yang dia belikan,untung selama ini tabunganku masih utuh,itu bisa aku jadikan bekal. Saat aku selesai beberes akupun keluar dan terkejut ternyata wanita simpanan om Arif ada disana,wah hebat sekali mengusir aku demi membawa jalangnya masuk rumah ini. Dan aku heran kok tante Mika tidak terkejut,atau jangan jangan dia sudah tau dan merestui mereka.


" tante" panggilku namun dia hanya menoleh.


" ya Ai, tante baru tau kalau Indri ternyata pacaran ma Arif,kamu kan akan bercerai jadi gak salah kalau Arif nikah ma Indri."terangnya membuatku kecewa. Dan ku lihat om Nasir diam saja. Tapi aku tak melihat kak Samsul kemana dia apa dia juga tau semua ini. Hebat sekali mereka membodohiku.


" baik terserah kalian semua, aku benar benar menyesal percaya pada kalian semua." ucapku berlalu meyeret koperku malam ini aku pergi ke hotel saja,besok baru cari kontrakan dan aku akan bangun usaha,aku harus tunjukkan pada mereka kalau aku bisa tanpa mereka.

__ADS_1


__ADS_2