
Ke keesokan harinya
Setelah bertekad membuat perubahan dalam dirinya,dia harus ke salon merubah penampilannya.
" put ,temani aku ke salon ya. kamu tidak usah beli pakaian tertutup untukku,aku hanya ingin merubah penampilanku." ucap Aini melalui telpon
" baik kak,kebetulan aku libur nih." ucap Putri.
Dan tak lama setelahnya mereka pun ke salon.
" mbak,aku mau ubah model dan warna rambut agat aku tampil fresh dan modis." ucap Aini pada karyawan salon.
" aku mau facial sama creambath aja." pinta Putri
" mari mbak sebelah sini." ajak karyawan salon.
Setelah selesai mereka pun ke mall belanja dan alhasil penampilan Aini lebih tampak berwibawa.
" setelah ini kita kemana lagi kak?" tanya Putri.
" kita ke pasar buat belanja bahan jualan besok." jawab Aini.
" masa penampilan kaya orang kantoran jualnya bubur ayam. Kak Samsul pasti pangling liat penampilan kaka sekarang." ucap Putri.
" Kak Samsul kemana ya kok gak pernah muncul lagi?" tanya Aini heran.
" kakak nanya? Kakak nanya aku? Trus aku nanya siapa?" kelakar putri
" noh nanya ma dinding." tunjuk Aini membuat Putri tertawa. Disaat mereka tertawa dalam canda telepon Aini berbunyi.
" tante Wiwi,tumben?" heran Aini
"Siapa kak?" penasaran Putri
__ADS_1
" tanteku dari pihak ayah." jawab Aini kemudian angkat telepon." assalamu alaikum tante?" Jawa Aini.
" wa alaikum salam Ai,kamu sibuk gak? Kita bisa bertemu?" tanya ibu Wiwi.
" baik dan,Aini langsung ke rumah tante." ucap Aini
" ya sudah tante tunggu,kamu hati hati di jalan." ucap ibu Wiwi.
" Put kamu pulang duluan saja ya aku mau ke rumah tante Wiwi." perintah Aini.
" baiklah,nanti kalau kamu dah pulang telepon aku ya." kata Putri yang dijawab anggukan sama Aini.
*
" assalamu alaikum" ucap Aini saat sampai di rumah bu Wiwi.
" wa alaikum salam." jawan bu Wiwi " gimana kabar kamu nak? Apa Hana masih sering nyiksa kamu?" tanya bu Wiwi
" tidak kok tan,aku sekarang tidak pernah ketemu sama mama Hana,sejak aku pisah ma suami pilihannya." jelas Aini." tante kenapa?" lanjutnya.
" ada apa tan,kalau itu soal mama Hana sebaiknya nanti aja ceritanya,Aini capek tante hadapi mama. Disaat aku membutuhkan mama,dia seolah tidak peduli seolah aku ini bukan anaknya. Sedari kecil selalu di anak tirikan,apalagi sejak ayah meninggal."ucap Aini terisak mengenang masa kecilnya yang penuh penderitaan.
" itu yang ingin tante bicarakan nak," tali bentar ya tante ambil minum dulu,biar ngobrolnya enak." ucap bu Wiwi berlalu ke dapur.
" bik,tolong bikin minum buat Aini dan bawa ke ruang keluarga ya." perintah bu wiwi berlalu masuk kamar mengambil sebuah kotak dan membawa ke Aini. Saat melihat tantenya Aini oun bingung soalnya bukan minuman yang dibawa bu Wiwi.
" mana minumnya tan,katanya ambil minum?" tanya Aini.
"Tunggu bik yuyuk yang bawa. Ini tadi tante ambil ini peninggalan ayah kamu yang memang dia titipkan sama tante karena takut kalau Hana merebutnya." terang ibu Wiwi.
" apa itu tante?" tanya Aini yang penasaran.
" permisi Nya, Non Ai,ini minumnya sama cemilannya. Silahkan dinikmati." ucap bik Yuyuk.
__ADS_1
" makasih bi" ucap Aini dan bu Wiwi bersamaan.
"Ini berkas perusahaan dan hotel yang atas nama kamu,dan sebuah apartemen yang semuanya berlokasi di Jakarta. Semua ini ayahmu persiapkan jauh sebelum kamu lahir. Awalnya atas nama ibu kandung kamu,namun setelah ibumu meninggal ayahmu merubah atas namamu dan menitipkan sama tante." terang bu Wiwi.
" kenapa ayah menyerahkan ini semua sama aku sedangkan aku ini hanya anak yang lahir dari rahim wanita pelakor." ucap Aini dengan suara sendu,dan matanya pun berkaca kaca.
" kata siapa kamu lahir dari rahim pelakor Ai?"
"Kata mama Hana" ucap Aini.
" jadi kamu sudah tau kalau kamu bukan anaknya Hana?"tanya bu Wiwi uang dibalas anggukan.
" sebenarnya bukan ibumu yang pelakor tapi Hana lah pelakor yang sebenarnya." ucap bu Wiwi.
" maksudnya bagaimana tante?" tanya Aini.
" sebelum ketemu Hana,hidup ayahmu bahagia bersama Vivian ibu kandungmu. Namun setelah sekian lama ayahmu menikah bersama Vivian,namun mereka belum dikaruniai anak dan mereka memutuskan untuk adopsi anak" ucap bu Wiwi menjelaskan .
" jadi aku anak adopsi?"tanya Aini.
" bukan sayang,kamu anak kandung mereka. Saat mereka akan adopsi anak di panti asuhan namun Vivian tidak menemukan yang cocok,dia ingin adop yang masih bayi. Sampai akhirnya Hana masuk kedalam rumah tangga ayahmu. Dia adalah wanita penggoda namun ayahmu tidak pernah tergoda." ucap bu Wiwi terkekeh.
" kasian ya menggoda orang yang tidak tergoda." ucap Aini tertawa.
" ya ayahmu orang yang sangat Setia pada ibumu." ucap bu Wiwi yang membuat Aini bingung.
" jadi Kak Rian sama Kak Hasna kakak tiri aku?" tanya Aini yang sungguh penasaran karena memang sejak lahir tidak kenal ibunya.
" kalian saudara seayah namun beda ibu. Karena merasa tidak bisa menggoda ayahmu,Hana pun melakukan hal licik,saat ayahmu diundang sama relasi bisnisnya ke pesta,di sana Hana melakukan trik licik. Dia memasukkan obat ke dalam minuman ayahmu,sehingga ayahmu tak sadar melakukannya. Dan itu tidak cuma sekali,setiap dia ada kesempatan pasti dia lakukan itu sampai dia hamil anak ayahmu,jadi ayahmu harus bertanggung jawab. Saat itu Vivian marah besar menganggap ayahmu berkhianat namun setelah diberi bukti dan penjelasan Vivian maafkan ayahmu,dan mengajak Hana tinggal bersama mereka. Hana tentu saja sangat senang karena masuk ke rumah mewah ibumu. Namun dia di berikan kamar pembantu karena mang ayahmu tidak ada perasaan pada Hana,tapi bagi Hana itu tak masalah yang penting dia bisa dekat ayahmu.
Akhirnya pun Rian lahir dan wajahnya mirip sekali wajah ayahmu. Dan ayahmu diam diam tes DNA dan hasilnya mang murni anak ayahmu. Untung ibumu hatinya baik,dia ikhlas merawat Rian karena Hana tidak mau menyusuinya dan mengurusnya. Sampai umur Rian 2 tahun Hana merasa kesal karena ayahmu tidak pernah berpaling melihatnya,ayahmu tetap sayang sama Rian,namun dia tidak peduli pada Hana. Tiap malam pun Hana lancarkan aksi licik,minuman ibu kamu dikasi obat tidur dosis tinggi,dan ayahmu dikasi lagi obat perangsang,sampai dia hamil anak kedua." ucap bu Wiwi menghela nafas.
" jadi kak Rian sama Kak Hasna kakak kandungku dan merekalah anak pelakor." ucap Aini terisak.
__ADS_1
" iyya. Namun lagi dan lagi Vivian berlapang dada menerima semua itu,karena di cctv rumah kalian menunjukkan ayahmu tidak bersalah. Saat Hasna lahir pun Hana tidak mau mengurusnya,akhirnya Vivian lagi yang urus. Dan mereka tidak mau kecolongan lagi,apa pun yan Hana buat mereka tidak akan mau makan dan minum. Hingga akhirnya Rian dan Hasna tumbuh dalam asuhan Vivian,makanya hati mereka baik. Saat Hasna umur 2 tahun Vivian akhirnya Hamil kamu,namun mereka nyembunyiin dari Hana karena takut kalau Hana mencelakai Vivian. Namun naas, saat hamil besar yang tak bisa disembunyikan Hana berusaha mencelakai Vivian,mendorongnya di tangga mungkin dia lupa kalau ada cctv di rumah itu,akhirnya dia dipenjara dan tante yang rawat kedua kakakmu. Dan kamu yang harus lahir prematur,lahir diusia kandungan 7 bulan. Dan ibumu meninggal karena pendarahan hebat" ucap bu Wiwi,terisak. Hidup Aini ternyata selama masih dalam kandungan sudah penuh derita.
# ini novel pertamaku dan aku masih dalam tahap belajar maaf banyak typo#