
Setelah bicara sama mama,aku pun mandi dan ganti baju.kini aku merasa lega krena gak hamil,semuanya pun aku ceritakan pada mama. Mama pun akan pulang besok,seolah mama gak peduli padaku tapi aku maklum karena dari sejak kecil aku memang selalu di anak tiri kan. Besoknya aku pun menelpon Vania kalau hari ini aku pindah ke kontrakannya. Semua sudah aku utarakan semalam,dan setelah keluar dari rumah ini aku gak mau lagi berurusan sama mereka. Semua barang pun sudah aku packing semalam jadi pas mau berangkat tinggal aku bawa saja. Vania pun datang menjemput ku aku kini berusaha berdamai dengan nasib yang menimpaku,membuatku harus dewasa diumur 17 tahun. Hari ahri pun aku lalui bersama Vania,mama pun tidak pernah telpon nanya kabar sama aku. Aku oun kini hidup cuek saja,ku jalani hidupku apa adanya,ikuti arus tanpa melawan arus. Dan aku pun sudah lupa kejadian itu. Tak terasa 6 bulan berlalu Vania resign karena akan menikah dan ikut suaminya.aku pun tinggal sendiri di kontrakan. Sampe saat ini aku belum punya pacar,karena masih takut pacaran.ku lalui kesendirianku dan hanya ada beberapa teman yang dekat denganku setelah kepergian Vania. " Woi bengong aja lo,sejak ditinggal Vania kayak ditinggal pacar aja lo." ucap Mia temanku. " bisa aja lo Mia. Darimana lo?" tanyaku karena dari tdi dy ngilang. " biasa ketemuan ma babang sayang" ucapnya terkekeh,ternyata habis ketemuan ma pacarnya. Jam istirahat pun berkahir aku pun kembali sibuk kerja bersama Mia. Saking sibuknya kamipun gak sadar kalau jam pulang kerja. Aku tiap hari pulang pergi kerja bareng Mia,karena kami tetangga. " Aini,ada nitip salam buat lo nih,temannya Aryo." ucap Mia,Aryo nama pacar Mia yang mang sering juga apel ke kontrakan dan kalau dia datang pasti nongkrong depan kontrakan dan aku kadang ikut nimbrung bareng teman yang lain."temannya yang mana?" tanyaku karena banyak teman aryo yg tidak ku kenal."itu loh Si Agus yg sering ikut low ke kontrakan. Pantesan tiap Aryo mau ke kontrakan ngebet dia ikut ternyata dia naksir lo." ucap Mia. " tapi Mia,gue masih takut pacaran,lo taukan kisahku." yap,selain Vania, Mia juga tau kisahku. " coba aja dlu Ai,lo gak bisa begini terus,hidup harus berjalan. Lo coba aja dlu,low cocok ya lanjut,lo ma doi pdkt aja dulu." benar kata Mia aku harus lanjutkan hidupku. " Baiklah,aku akan coba." ucapku pun kemudian. Akhirnya malam minggu yang mana besok kami libur,Aku,Mia,Aryo,dan Agus akan pergi nonton dan jalan jalan. Hari demi hari aku lalui dan hubunganku dengan Agus pun makin dekat,ya kami pacaran,dan aku pun belum mengatakan masa laluku karena ini akan aku ceritakan ke calon suamiku saja. Bukan karena agus gak serius cuma untuk ke jenjang itu kmi belum ada komitmen. Hari berlalu bulan berganti waktu terus bergulir,aku oun dengar kalo om Arman akan menikah,aku gak tau aku sedih atau bagaimana. Hatiku tetap sakit tiap ingat kejadian itu,walau aku ikhlas tapi tetap hati ini sakit. Tak terasa 1 tahun hubunganku ma Agus,tapi gak ada sedikit pun Agus ajak aku ke jenjang serius,sedang Mia dan Aryo mereka sudah tunangan dan akan menikah 3 bulan lagi. " Lo dimana Mia?." aku coba telpon Mia karena libur kerja begini aku suntuk. Dan Mia ga ada di kontrakannya. " gue di mall ini,lo nyusul aja ya so gue tadi habis nemenin Aryo pi dia dah pulang." jelas Mia. " ok tunggu gue di cafe biasa aja ya." ya aku ingin nongkrong aja di cafe favorit kami.akupun berangkat dengan taksi. Pas di lampu merah aku tak sengaja liat Agus boncengan mesra sama cewek. " Nirma?" aku pun terbelalak liat cewe itu. Ya dia teman kerja aku Nirma. Apa Agus dan Nirma punya hubungan?? Aku Pun coba nelpon Agus. " halo...kamu dimana yank?" tanyaku seolah aku gak tau dia di mna. "Aku di jalan bareng teman. Ada apa?" tanyanya seolah cuek. " bisa kita ketemuan sekarang?" tanyaku. " Maaf,aku sibuk nanti aja ya." ucapnya mematikan telpon. " Pak,ikutin motor merah itu." perintahku pada sopir taksi. Dan ternyata dia juga ke kafe tujuanku.ya aku harus bicara,cepat cepat aku turun setelah bayar taksi. Aku ikutin mereka sambil aku telpon Mia. Pas masuk kafe aku dan Mia nyamperin agus dan Nirma. Mereka pun kaget. " apa ada yang mau kalian jelasin?" tanyaku karena mereka diam aja. "Nirma,jawab dong jangan diam aja lo." ucap Mia emosi. " sabar Mia,gak usah emosi." ucapku nenangin Mia karena dia marah. " Aku minta maaf Ai,aku lebih milih Nirma karena apa yg gak kamu kasih ke aku semua aku dapatkan dari dia." ucap Agus membuatku terkejut begitu juga Mia. " maksud lo apa Gus?" tanya Mia. Aku pun memegang tangan Mia,sedang akan Nirma diam aja. " sejak kapan hubungan kalian di belakangku?" tanyaku karena mang akhir akhir ini Agus mang berubah. " sudah 3 bulan." jawabnya seolah todak bersalah. Aku pun paham sejauh apa hubungan mereka,ternyata mereka sudah tinggal bersama. "Maaf Ai,aku gak bisa lanjutin hubungan kita,terasa hambar sama kamu,pegang tangan aja doan,minta cium pun kamu gak mau. Ya aku berpaling lah." ucap Agus,ternyata selama ini cintanya palsu. " baik,terima kasih Nirma,kamu ambil dia dari aku,aku bersyukur lepas dari Cinta palsu mu Gus." ucapku berdiri dan berjalan menarik Mia yang udah siap hajar Agus. Mia mang bar bar sekali." udah mia,g usah ladeni. Buang tenaga aja.gue gak apa kok." ucapku tenang padahal hatiku hancur.tega banget Agus padaku hanya karena aku tidak mau melampaui batas walau aku tidak suci lagi. Hanya karena aku gak mau dia sentuh dia berpaling. " mereka mang cocok kok Mia,sampah ketemu tempat sampah." ucapku membuat Mia tertawa." yup lo benar,sampah mang seharusnya berada di tempatnya." ucap Mia. " yuk ah kita jalan aja kemana gitu daripada suntuk mikirin si Agus yang gak ada akhlak,Nirma juga kok kegatelan banget ya padahal dia tau Agus pacaran ma lo tapi masih di embat aja. Hamil baru di tinggal baru nyaho dia." ucap Mia yang emang ceplas ceplos. "Sudah lah kita pulang aja yuk mampir kedai bakso aja lapar gue,dari tadi." ajak ku pada Mia. " pi lo yang traktir ya." ucap Mia. " kuy lah," ajakku. Aku Pun menghela nafas kasar,kenapa perjalanan cintaku begini amat ya..