Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
pov Aini


__ADS_3

Aku kini bimbang akan kelanjutan hubunganku bersama Reno,apakah aku akan bahagia atau akan berakhir dengan air mata. Ya boleh dibilang aku trauma dengan pernikahan,walau duku pernikahanku adalah paksaan dari mama tiri. Namun tak dapat ku oungkiri kalau aku sangat mencintai Reno,lelaki yang selalu membantuku dari hal perusahaan sampai hal pribadiku. Sikap dia yang tampak dingin namun sebenarnya sangat perhatian membuatku diam diam mencintainya. Karena seringnya bersama dalam segala hal membuat benih Cinta tumbuh dan lebih membuatku bahagia ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan,Cinta pun bersambut. Ternyata Reno juga mencintaiku,tapi mengenai pernikahan kini aku bimbang. Bagaimana setelah menikah tiba tiba sikapnya berubah,dan timbul masalah terus kami cerai. Aku tidak bisa membayangkan hal itu,pasti setelah cerai dan jadi mantan kami tidak akan bisa seperti ini pasti hanya akan saling membenci,aku tidak mau itu terjadi. Tapi kalau aku tidak menikah dengannya nanti dia berpaling dariku. Benar kata Putri,tidak semua lelaki sama. Dan mungkin Reno tidak akan menyakitiku,selama ini dia selalu baik dan sayang padaku,dia begitu perhatian. Tapi kenapa aku ragu padanya. Sebaiknya aku bicara sama tante Wiwi.


" halo tante,dimana?" ucapku saat menelpon tante Wiwi,dia adalah wanita yang baik yang menjagaku walau dari jauh. Dia adik ayahku satu satunya.


" Aini mau ke rumah tante sekarang ya." ucapku sambil bersiap,dan segera ku panggil sopir yang biasa antar aku. Yah sejak bisa menguasai perusahaan aku pakai sopir karena kadang saat di jalan aku mengecek email perusahaan yang masuk.


" antar aku ke rumah tante Wiwi." ucapku pada sopirku. Dalam perjalanan aku hanya sibuk melamun, saat lampu merah aku melihat keluar jendela mobil dan aku melihat lelaki seperti Reno sedang bertengkar sama cewek. Haruskah aku turun atau nanti saja aku minta penjelasannya.


" non,itu sepertinya tuan Reno." tunjuk pak sopir.


" iyya pak,siapa wanita itu?" tanyaku siapa tau pak sopir kenal.


" tidak tau non,soalnya selama ini tuan Reno tidak pernah dekat wanita selain sama non." ungkapnya.


" ya udah pak biarin saja dulu,nanti aku tanya sama dia." ucapku dan ku pejamkan mataku.


" coba non telepon. Maaf bukan maksud ikut campur non,tapi ada baiknya minta penjelasan,jangan suka menunda nunda non." saran sopirku ada benernya juga,sekalian aku poto dulu Reno untuk bukti nanti.


" hallo Ren,kamu di mana?" tanyaku dan ku lihat wanita itu masih saja sepertinya marah marah. Aku pun memberi kode ke sopir untuk berhenti parkir tidak jauh daei tempat Reno.


"Ya halo Aini,ada apa? Aku lagi di luar ini ada urusan sebentar." ucapnya.

__ADS_1


" bisa ke rumah tante Wiwi gak sekarang?" tanyaku.


" maaf Aini,aku lagi sibuk sekali sayang,ini aku sama teman teman juga mumpung libur. Ya udah dulu ya." ucapnya mematikan telepon sepihak.


" pak,dia bohong. Katanya sama teman temannya tapi itu sia sama wanita dan sepertinya dia sibuk menenangkan wanita itu." ucapku parau,air mata pun menetes,entah kenapa aku rapuh melihat Reno sama wanita lain. Aku semakin ragu untuk menikah dengannya,apakah wanita itu pacarnya.


" mau turun samperin non,atau lanjut jalan aja?" tanya pak sopir."baiknya non langsung jalan aja dulu buat nenangin diri di rumah nyonya."


lanjutnya lagi saat melihatku terdiam,karena aku pun bingung haruskah ku samperin atau aku tunggu emosiku reda dulu.


" jalan aja pak." sepanjang jalan air mata tidak berhenti menetes,aku tidak tau harus apa. Tapi ini mungkin ada baiknya disaat aku ragu menikah dengannya justru aku melihatnya dengan wanita lain yang entah itu.


" stop pak,putar balik,aku harus menemui dia sekarang,karena jika tidak aku takut dia berbohong." perintahku langsung berubah pikiran untung jalan tidak ramai dan kami belum jauh.


Ku mantapkan hatiku,aku harus menemui mereka.


" siapa dia Ren? Kamu bilang kamu sama teman teman kamu,tapi dari tadi aku lihat kamu sibuk menenangkan wanita ini. Apa arti semua ini Ren?" ucapku langsung memberondong dia dengan pertanyaan.


" dia adalah...." terbata Reno menjawabku


" aku Sintya,pacarnya Reno,kamu wanita yang akan menikah dengannya kan?" ucap wanita itu membuatku terkejut,bagai disambar petir,untung pernikahan belum terjadi,aku tidak bisa membayangkan jika pernikahanku gagal lagi.Air mata kembali menetes,Reno berusaha mendekat namun aku memberi isyarat padanya untuk diam.

__ADS_1


" aku dan Reno sudah pacaran 5 tahun,kami memang diam diam pacaran karena orang tua Reno tidak setuju hubungan kami." jelas Sintya.


" kenapa Ren,kenapa kamu tidak jujur? Kenapa kamu tidak mengatakan semua padaku? Justru kamu memberi aku Cinta palsu,lalu u tuk apa kamu menikahiku Ren?" akupun tidak bisa mengontrol emosiku.


" Aini,sabar dulu. Kita bicara di rumah saja. Dsni tempat umum," ucap Reno mencoba menenangkanku dan memang terlihat banyak sekali orang melihat kami.


" aku cuma minta penjelasan." ucapku sedikit tenang.


" biar aku menjelaskan semuanya sayang." ucap sintya membuatku muak.


" sebenarnya pernikahan kalian untuk menutupi hubungan kami,setelah kalian menikah kami tetap akan berhubungan,dan aku minta agar mbak tidak menuntut kewajiban pada Reno." ucap Sintya.


" wah hebat ya Bagus sekali skenario kalian. Tapi Maaf Ren,pernikahan kita batal,aku tidak peduli apa anggapan tante wiwi dan mama kamu nantinya yang jelas aku tidak akan mempermainkan pernikahan. Permisi." ucapku langsung berlalu dan ku dengar Reno memanggilku namu aku tidak peduli lagi. Aku pun menangis dalam mobil,pak joko sopirku hanya diam,dia memberikanku tissu saja dan terus menyetir,cukup lama aku menangis tidak ku sadari kalau sekarang aku berada di tepi danau.


" silahkan non,tenangkan pikiran dulu.maaf bapak langsung bawa non ke sini tanpa ijin." ucapnya.


" tidak apa pak,tapi aku mau langsung ketemu tante wiwi,dia pasti menungguku." ucapku dengan suara serak dan sedikit bergetar. Kami pun melanjutkan perjalanan kami,saat sampai ku lihat tante wiwi berdiri di teras bersama tante yesi mamanya Reno. Tak dapat ku tahan lagi aku langsung memeluk tante Wiwi dan tangis ku pun pecah. Sakit sekali rasanya,sesak sekali. Om Ridwan suami tante Wiwi keluar bersama om Abdul ayah Reno. Mereka kaget melihatku menangis histeris,ya aku tidak tahan lagi tangisku pun menyayat hati karena kini aku hancur lagi.


" ada apa sebenarnya pak Joko.?" ku dengar suara om Ridwan bertanya pada pk joko.


" sebaiknya kita masuk dulu,kasi dia minum dulu Wi,suoaya tenang baru kita tanya dia. Sepertinya dia ada masalah berat Wi." ucap tante Yesi.

__ADS_1


Namun badanku lemas sekali kepalaku pusing dan akhirnya aku ambruk dan tak ingat apa apa lagi.


# maaf banyak typo,mohon maaf kalau cerita amburadul dan bertele tele


__ADS_2