Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
Memulai


__ADS_3

Akhirnya Aini pun sampai dan dia keluar dari bandara namun karena bingung tidak ada yang menjemput dia pun menelpon bu Wiwi.


"Tante,ini orang suruhan tante di mana?"


" kamu tunggu saja sebentar tante telpon." ucap bu Wiwi.


" aduh ini juga si muka datar Reno mana,katanya dia asisten pribadiku tapi kok tidak menjemput." kesal Aini,karena tidak ada yang menjemput.


" aku sudah dari tadi di belakangmu,kamunya saja tidak memperhatikan malah sibuk main hp." ucap Reno mengagetkan Aini.


"Dasar muka tembok" sungut Aini.


" seberapa besar pengaruh kamu di sini?" tanya Aini tiba tib membuat Reno berhenti seketika.


" Apa yang kamu inginkan?" tanya Reno.


" tidak ada,hanya bertanya." ucap Aini cuek.


" dasar wanita aneh." kesal Reno


*


Sedangkan di tempat lain,Arif ngamuk. Dia pun mencari Samsul dan Putri.


" pasti mereka tau Aini kemana." ucapnya. Dia ke kampus namun Putri tidak ada di sana dan akhirnya dia menelpon Mika.


" kamu tau Putri kemana?" tanya Arif.


" nanti aku coba tanya sama mba Hana." ucap Mika. Kini hubungan Arif dan Indri mulai merenggang karena Arif yang sibuk mencari Aini.


Indri yang saat ini sedang hamil pun merasa cemas karena dirinya tidak mau kalau sampai Arif meninggalkannya. Dia memang sudah menguasai rumah Arif namun harta dan hatinya tidak dapat dia raih.


" aku menikah denganmu Rif,tapi kenapa aku tidak bahagia,memang kamu memberikan materi tapi kenapa tidak dengan cintamu?" ucap Indri memandang foto Arif. Dia kini merasa kesepian tanpa Cinta walau bergelimang harta. Sedangkan Arif selalu merasa marah karena Aini tidak bisa dia raih,dia selalu cemburu pada Samsul.a


* jakarta


Aini kini mulai hidup tenang,dia belajar tentang bisnis bahkan kursus bahasa asing dan komputer. Semua dia pelajari demi menjalankan perusahaan peninggalan sang Ayah. Reno yang selalu membantu terkadang merasa kesal karena tidak ada sedikit pun pengetahuan Aini tentang bisnis,dia harus kerja extra membimbing Aini.


" kamu itu masa tidak bisa apa pun?"ucap Reno kesal pada Aini yang harus berulang materinya.


" Maaf,karena aku hanya bisa merepotkan mu."ucap Aini sedih,ya ucapan Reno sedikit melukai hatinya.


Tanpa sadar air mata menetes membasahi pipinya.


" ya sudah lah,emang kamu tidak pernah belajar soal beginian waktu sekolah atau kuliah gitu?"tanya Reno.


" maaf Reno,itu tidak pernah aku pelajari di sekolahku,aku cuma tamatan Smp bukan sarjana." ucap Aini ketus,padahal tante Wiwi sudah cerita tentang Aini padanya namun sepertinya dia sengaja.


" aku akan melatih kamu dari pribadi kamu agar tidak ditindas orang. Kamu harus bisa bersikap sebagaimana seorang pemimpin perusahaan." ucap Reno menjelaskan.


" baik,aku akan berusaha sebisaku,tapi pastinya akan merepotkan mu,muka datar."ejek Aini.

__ADS_1


" dasar kulkas muka datar" gerutu Aini berlalu.


" aku masih bisa mendengar itu Nona." ucap Reno


Namun tak dipedulikan sama Aini.


Putri mencoba menghubungi Aini namun tidak bisa karena saat ini Reno mengambil handphone Aini,dia harus membimbing Aini secepatnya agar bisa memimpin perusahaan.


" ternyata gadis desa ini susah sekali diajari. Aku harus memberi tahu bu Wiwi." Reno pun menelpon ibu Wiwi.


" halo Ren,apa ada masalah?" tanya bu Wiwi.


" yah..masalahnya cukup serius tante,ponakan tante sangat sulit diajari. Aku lelah." ungkap Reno.


" aku mengerti Ren,tapi dia memang dari kecil tidak terlalu pintar namun tidak bodoh juga, dia cuma butuh diasah karena sedari kecil dia cuma dipaksa kerja dan kerja,belum lagi dia kekurangan gizi jadi otak lambat memahami." jelas ibu Wiwi.


" baiklah tante,aku paham sekarang." ucap Reno.


" mungkin kamu harus kerja keras Ren,mengajarinya tapi jangan kasar saat ini dia masih memikirkan masa lalunya." ucap ibu Wiwi.


Reno pun mengakhiri pembicaraannya dan ke ruang tami,ternyata di sana dia melihat klain yang akan membicarakan kerja sama dan ternyata Aini mampu menyelesaikan semuanya.


" terima kasih bu Aini,semoga kerja sama kita sukses." ucap sang klain.


" sama sama pak." balas Aini menjabat tangan sang tamu. Setelah sang tamu pergi,reno menghampiri Aini.


" hasilnya gimana?" tanyanya Reno.


" memuaskan,mereka setuju dengan memberi kita keuntungan 15%." ucap Aini bangga.


" awalnya aku meminta 20% tapi mereka hanya mau memberi 5% jelas aku tolak,perusahaan kita yang bakalan kerja keras nantinya. Lalu mereka minta 10% aku tawar 15% awalnya mereka tidak mau setelah ku jelaskan akhirnya mau dong." ucap Aini dan mampu membuat Reno terperangah.


" Kamu ada kemajuan ternyata." ucapnya.


" jujur ya praktek itu lebih mengajar daripada penjelasan kamu melalui materi materi itu. Besok kita mulai kerja di kantor,aku ingin belajar lebih dan aku ingin buka usaha di desa,karena mereka yang pernah menyakiti aku harus menerima semua balasannya." ucap Aini penuh amarah.


#


Arif akhirnya menemukan Samsul dan langsung menghajarnya membabi buta.


" katakan kemana istriku pergi?" tanya Arif.


" kalian sudah bercerai dan Aini bukan istrimu lagi." ucap Samsul dengan terengah karena sudah terluka cukup parah.


" sampai kapan pun Aini istriku,aku tidak akan menceraikan dia." ucap Arif kembali menghantam kepala Samsul hingga berdarah dan tidak sadarkan diri. Dan Arif pergi begitu saja tanpa peduli keadaan Samsul. Dan saat ini Mika baru sampai dan menemukan Samsul tidak sadarkan diri membuatnya histeris dan langsung minta tolong pada tetangga. Samsul pun yang dalam keadaan kritis dibawa ke rumah sakit.


" gimana keadaan Samsul? Apa sebenarnya yang terjadi padanya?" tanya Nasir saat baru sampai rumah sakit.


" aku juga tidak tau,saat aku sampai rumah aku menemukan dia sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan penuh luka." ucap Mika.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan.

__ADS_1


" gimana keadaan adikku dok?" tanya Mika.


Dokter pun menghela nafas lalu menjawab


" Dia terlalu banyak kehilangan darah,luka di kepala cukup parah, saya minta maaf karena tidak bisa menyelamatkannya. Harap keluarga tabah." ucap dokter disambut tangisan sama Mika.


Nasir pun menelpon keluarga memberikan kabar duka,saat itu Putri baru sampai rumah sakit.


" gimana keadaan kak Sam,tante?" tanya Putri.


" dia meninggalkan kita" ucap Mika kembali menangis." ada apa dengan wajahmu put?" tanya Mika saat liat wajah Putri memar.


" ini semua karena om Arif,dia juga yang sudah bunuh kak Samsul." ucap Putri membuat semua terdiam.


" kita harus apa lagi Mik,melaporkan sama aja membuat malu keluarga." ucap Nasir.


# jakarta


" halo Put,tumben nelpon?" tanya Aini menerima telpon dari Putri


" kakak darimana sih dari tadi aku nelpon?"


" maaf kaka tdi meeting,ada Apa?"


" kak,kak samsul meninggal." ucap Putri kembali menangis.


" apa yang terjadi Put? Kenapa bisa?"


" om Arif menghajarnya." ucap Putri


" kejadiannya kapan dan di mana?"


" di rumah tante Mika" ucap putri.


" aku akan ke sana sekarang,sudah saatnya aku membuat perhitungan pada Om Arif." ucap Aini.


Dia pun segera menelpon asistennya


" Reno ke ruanganku sekarang." perintahnya.


" ada apa?" tanya Reno.


" tolong siapkan tim pengacara,dan ikut aku ke desa.sudah saatnya aku mengembalikan semua yang mereka berikan." perintah Aini.


" baik, kapan berangkat?" tanya Reno.


" sekarang." ucap Aini membuat Reno kesal.


" kamu kira bisa seenaknya pergi kesana,mau pergi langsung pergi,perusahaan bagaimana?"


" kak Samsul meninggal,dibunuh sama Arif. Aku tidak akan tinggal diam disini,Arif harus mempertanggung jawabkan semua ini,dan kak samsul meninggal pasti karena melindungiku.lalu apa aku harus diam saja? Jawab Ren. Apa aku hanya diam dan tidak usah peduli pada orang yang melindungi ku selama ini?" cerca Aini.

__ADS_1


" kita berangkat sekarang,tiket sudah ku pesan,tim pengacara sudah siap dan akan menunggu di bandara. Maaf aku tidak tau akan hal itu." sesal Reno yang telah membuat Aini menangis.


" aku akan membalas semua ini kak Sam,kakak tenang saja di sana,akan ku pastikan om Arif mendapatkan balasan yang setimpal. Tunggulah kalian semua,air mataku harus kalian bayar tunai." ucap Aini mengepalkan tangannya dan terlihat amarah yang membara.


__ADS_2