Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
terhibur


__ADS_3

Hari hari aku lalui kini penuh senyuman,om Arif sudah berubah dia kini makin lembut dan perhatian. Cuma masalah keuangan dia masih pelit,tiap pengeluaran harus dilaporkan secara detail,namun aku tak masalah yang penting dia baik sama aku.


" selamat pagi semua." ucapku menyapa mereka semua di meja makan. Ya sejak keluarga om Nasir tinggal, tante Mika ambil alih dapur dan aku gak dibolehin membantu. Aku hanya bisa diam ketika dia melakukan semua,tante Mika sangat sayang padaku,mungkin karena dia tidak bisa punya anak.


" pavi juga,Ai. Tumben kamu telat keluar kamar?" tanya tante Mika.


" tadi aku beresin kamar dulu tante," ucapku.


" Arif sudah pergi,kamu gak siapin kebutuhannya?" tanya om Nasir membuatku bingun.


" dari dulu om Arif gak mau aku bantu siapin om" ucapku menjelaskan karena mang dari dulu om Arif gak mau aku sentuh barang barangnya.


" ya sudah kamu sarapan dulu." perintah om Nasir.


" Nanti aja om aku belum lapar." tolakku sambil bikin susu hangat karena mang aku tak terbiasa sarapan. Kalo pagi hanya sarapan susu hangat.


" Ai,kamu harus sarapan,ingat kamu punya penyakit asam lambung." ucap kak samsul mengingatkanku. Dia sangat tau detail tentang diriku,penyakitku pun dia selalu belikan aku obat dulu,namun sejak aku pacaran sama kak Asrul dia gak peduli sama aku.


" iyya adik ipar sepupu, tapi nanti ya aku tak bisa makan pagi." ucapku berkelakar,ya dia adik sepupu om Arif. Pembawaan dia yang cuek membuat aku selalu ingin ngerjain dia. Entah kapan dia berubah pendiam dan cuek padahal dulu kak samsul orang ramai suka bercanda,humoris banget.


" kamu itu kalo dibilangin dengerin napa Ai,dari dulu kalo dibilangin ngebantah aja terus. Kalo kambuh lagi tuh lambung kamu siapa lagi yang repot." ucapnya kesal,karena aku dari dulu mang selalu membantah perintahnya,padahal itu semua demi kebaikanku.


" iyya Ai,kamu itu harus jaga kesehatan." ucap tante Mika menasehati sambil elus rambutku. Apa yang dilakukan tante Mika benar benar membuatku bahagia,bahkan hal yang tak pernah aku dapatkan dari mama kandungku. Aku bahkan lebih manja sama tante Mika daripada sama mama hana.Aku melirik om Nasir yang tampak sibuk dengan handphonenya.

__ADS_1


" om Nasir kok sibuk sekali main hp sih?" tanyaku menggoda om Nasir .


" ini om lagi cek email yang masuk Ai," jawabnya. Yah om Nasir mang termasuk orang sibuk.


" om ada lowongan gak dikantor om,tapi pake ijasah smp?" tanyaku padanya berharap dia mau membantuku,walau cuma jadi cleaning service tak apalah daripada aku bosan dirumah sendirian.


" Ai,kamu mending di rumah saja gak usah kerja,nanti kalo kamu kerja suami kamu pulang namun kamu gak dirumah bisa ngamuk dia." timpal kak samsul dengan gaya cuek.ni orang ngomong sama kita tapi mata tetap tertuju me handphonenya.


" kalo suami kamu gak ngasih kamu uang,aku siap nafkahi kamu kok,kamu tau itu dari dulu." ucapnya lagi membuatku diam,karena mang dari dulu dia sellu belanjain aku.


" sudah samsul,yok kita berangkat kerja,jangan racuni otak Aini." perintah om Nasir.


"Ai,apa mang Arif gak ngasih kamu uang nak?" tanya tante Mika lembut.


" sekarang kan ada tante nemenim kamu jadi gak usah kwatir ya,kamu gak akan kesepian lagi." ucapnya tersenyum dan aku pun memeluknya.


" makasih ya tante," ucapku. Yah dari dulu aku mang sangat dekat sama tante Mika.


" eh Ai,tante penasaran dari dulu hubungan kamu ma Samsul tuh gimana sih.pacaran atau gimana"


" mau dibilang pacaran tapi gak pernah dia nembak aku tak,mau dibilang gak pacaran tapi dia selalu belanjain aku,manjain aku. Ini mungkin namanya TTM tante. Kak Samsul selalu ada buatku." terangku sambil ingat kenangan bersama Kak Samsul,dia selalu hibur aku,ajak aku main bersama temannya nongkrong di cafe atw kemana pun. Yah kami mang saling suka namun gak ada yang mau utarain perasaan sendiri.


" ya sudah,kamu harus jaga jarak sama dia sekarang,karena kamu sekarang seorang istri. Suami kamu sekarang itu suka cemburuan,ntar dia marah ngamuk ngamuk,kamu tau kan dia orangnya gimana,jangan sampe dia cemburu liat kamu sama Samsul,bisa bisa kamu dan Samsul dihajarnya." ucap tante Mika. Ada benarnya juga.

__ADS_1


" tapi kalo om Arif gak ada gak apakan aku dekat sama kak Samsul,soalnya kak samsul.itu baik banget ma aku tak,masa aku hindari trus." ucapku sedikit sedih,yah aku sedih jika harus cuekin kak samsu karena dia selalu ngerti kondisiku.


"Iyya gak apa,tapi tetap harus ada batas ya." ucap tante Mika. Akupun diam sambil minum susu coklat yang sudah dingin. Gak lama kemudian kak Samsul datang menyerahkan aku bubur ayam,dan kembali keluar.


" kamu harus makan itu,jangan ngeyel." teriaknya berlalu. Gimana coba aku mau hindari orang yang selalu perhatikan aku begini.


" kamu punya asam lambung,kamu harus makan. Tante liat badan kamu juga sedikit kurus,padahal sebelum nikah badan kamu tuh montok Ai. Aoa selama menikah sama Arif,kamu menderita?" pertanyaan tante Mika membuatku terkejut dan bingun,aku tak tau harus jawab apa,karena mang aku sangat menderita namun karena demi keluarga aku mencoba bertahan walau sakit.


" enggak kok tan,aku baik baik aja." ucapku.


"Maafin tante dan om Nasir ya,,kami sebenarnya gak mau kamu nikah sama Arif,tapi dia memaksa dan ngamuk,kalau kamu gak jadi istrinya dia akan me.buat keluarga kamu kesulitan.kamu sekarang jadi korbannya,tante sedih liat kamu nak." terang tante Mika. Jadi selama ini mereka terpaksa melamar aku hanya untuk melindungi keluargaku.


" awalnya kami nolak,apalagi liat perbedaan umur kalian dan juga tante liat hubungan kamu sama samsul,namun kami terpaksa melakukannya nak. Duku kami menyerahkan ke kakak tertua agar dia yang pergi melamar tapi Arif gak mau,katanya kalo kami yang pergi pasti mama kamu terima karena hubungan keluarga kalian." terang tante mika membuatku meneteskan air mata. Jadi selama ini om Nasir terpaksa datang menemui mama.


" kalo kamu sudah gak kuat nak,kamu boleh pergi,kami akan bantu kamu. Apalagi kemarin,dia keluar kota namun kamu dikunciin dirumah,itu membuat tante dan om kamu pindah kesini. Kami kwatirkan kamu nak." terang tante membuatku terperangah.


" jadi soal renovasi rumah itu tidak benar?" tanyaku penasaran.


" memang rumah kami di renovasi,namun sebenary sebagian saja,dan kami masih bisa tempati tapi Samsul lapor kamu  drumah.jadi kami pindah kesini." jelas tante Mika.


"Jadi,Samsul selama ini mata matai rumah ini tan?" tanyaku terkejut mendengarkan semua penjelasan tante Mika. Jadi ini alasan mereka semua ada disini untuj melindungiku.


" iyya nak,waktu kamu mau melamar kamu,samsul marah. Katrna sebenarnya Arif ada gangguan kejiwaan,dia tempramen suka nyiksa orang." terang tante mang ada benarnya,akupun jadi sedikit takut karena aku nyerah yang ada keluargaku yang jadi sasarannya,bertahan pun aku yang menderita. Apakah mang aku dilahirkan untuk menderita selamanya...

__ADS_1


__ADS_2