Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
pov Author


__ADS_3

Sejak kepergian Ain dari rumahnya,Arif nampak mulai hilang kewarasannya. Dia kini jadi sering marah marah dan kerjaannya pun terbengkalai. Hari hari dia nampak seperti marah marah dan terkadang dia menangis ketakutan.


" Kak,Arif nampaknya tidak baik baik saja." ucap Mika pada suaminya setelah dia melihat keadaan kakanya itu.


" Dia kenapa lagi sih dek?" ucap Nasir sambil minum kopi.


" sepertinya penyakit dia kambuh lagi." ucap Mika menghela nafas kasar,ini adalah hal yang sangat membuatnya malu kepada keluarga besarnya.


" ya mau gimana lagi,kalau kambuh sebaiknya kembalikan saja ke habitatnya." ucap sadis Nasir yang mampu membuat Mika terperangah.


" kakak kok  seolah tidak peduli pada Kak Arif sih?" ucap Mika kesal.


"Bukan begitu Mika,jujur aku akan sangat malu pada Hana,memaksanya dulu menikahkan Arif dengan Aini,sekarang Aini hilang dan Arif gila. Jadi ya sudah aku tidak mau pusing lagi." ucap Nasir.


*


Dilain tempat,Aini kini mulai membuka usaha warung makan,dia bersyukur karena sejak kecil dia harus pintar masak,keahliannya kini berguna karena masakannya memang sangat lezat.


" wah kak Ai,aku mau sarapan dong." ucap putri menghampiri warung yang baru tiga hari Aini buka depan kontrakannya


" put,kamu mau sarapan apa,kali ini aku membuat tiga macam menu? Ada nasi kuning,lontong sayur dan bubur ayam" ucap Aini yang memang sudah banyak menunya.


" selamt pagi mbak Ai, putri. Aq pesan bubur ayam satu makan disini" ucap Tuti tetangga Aini.


" ya silahkan duduk Ti,mbak siapkan,minumnya mau pakai teh hangat kan? " tanya Aini


" yup mbak mang sudah hafal ya kalo lagi oagi tuh enaknya teh hangat manis," kelakar Tuti.


" Put,kamu makan apa?" tanya Aini

__ADS_1


" samain aja ma tuti kak." ucapnya dan tak lama kemudian banyak yang datang pesan sarapan bahkan dari kontrakan lain pun bnyak yang berdatangan. Sejak Aini jualan,Samsul tak pernah nampak. Mungkin dia sibuk atau tidak mau Aini ketahuan tinggal disini. Hari hari Aini lalui oenuh semangat,pagi pagi dia jualan sampai jam makan siang,karena mang saat siang jualannya cepat habis. Berkas perceraian pun sudah dia daftarkan di pengadilan agama,dia ingin bebas dari suami gilanya tanpa dia tahu kalau saat ini suaminya kembali gila dan dirawat rumah sakit jiwa.


" assalamu alaikum Ai." ucap Samsul yang tiba tiba nongol depan kontrakan Aini.


" waalaikum salam kak,apa kabar?" tanya Aini.


"  seperti yang kamu lihat,aoa masih ada jualan kamu?" tanya Samsul


" udah habis kak,ini udah mau beberes." jawab Aini.


" kamu tahu kabar suami kamu tidak Ai?" tanya Samsul membuat Aini tersenyum


" sebentar lagi jadi mantan kak,aku tidak mau berurusan dan tidak mau tau lagi tentangnya." ucap Aini sambil membereskan warungny.


" kini dia dirawat lagi di rumah sakit jiwa,penyakitnya kambuh saat kamu pergi dan Indri juga menghilang." terang Samsul.


" Entahlah dia juga menghilang sebelum Arif kembali gila,tapi semua barangnya masih ada di rumah." ucap Samsul kebingungan.


" sudahlah kak, aku tidak mau tahu lagi tentangnya. Aku tau aku egois,tapi perlakuan mereka semua membuatku sakit hati. mama Hana,tante Mika,dan om Nasir  tidak ada yang peduli padaku selain kakak." ucap Ainj.


" kamu tau Ai,aku tuh peduli sama kamu karena aku masih Cinta sama kamu,perasaanku tidak pernah berubah padamu." ucap samsul.


" sudah lah kak,saat ini aku ingin fokus dulu meraih masa depanku. Aku ingin menunjukkan pada semua bahwa aku bisa tanpa mereka.terutama mama Hana." ucap Aini tanpa sadar meneteskan air mata.


" kak, tadi kak Mika nelpon kalau om Arif makin parah dan ternyata hilangnya kak Indri itu karena om Arif membunuhnya dan menyembunyikan mayatnya,dia dikubur dibawah ranjang kamar om Arif." jelas Putri membuat semua terkejut bahkan Aini sampai menjatuhkan gelas yang dia pegang.


" apa bentuk Put?" tanya Samsul tak percaya.


" iyya kak,sekarang itu rumah om Arif sedah ada garis polisi,dan om Arif dalam pemeriksaan apakah benar benar kejiwaannya terganggu." ucap Putri.

__ADS_1


" Aku tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya aku masih bertahan disana,tidak mustahil mungkin aku juga sudah dia bunuh." ucap Aini gemetar ketakutan.


" hei Ai,kamu tenang saja,kamu akan aman disini." ucap Samsul mencoba menenangkan Aini.


" kak,aku mau pindah dari kota ini begitu perceraianku selesai,aku harus pergi." ucap Aini cemas,dan badannya pun masih bergetar ketakutan.


" nih kakak minum dulu supaya tenang." ucao Putri menyodorkan air minum.


" Ai,kamu tidak usah jualan dulu ya,kamu harus tenang dalam rumah,aku takut kamu dapat masalah dari kak Mika,karena keadaan kak Arif saat ini setelah kamu menghilang,dan kak Mika menyalahkan kamu atas itu." terang Samsul.


" tapi kak,kalau aku tidak jualan aku dapa pemasukan dari mana,dan juga para pelangganku pasti kecewa kak?" tanya Aini bingung.


" kak Ai jualan aja tapi penampilan kak Ai uabh,kaka pake hijab besar dan pake cadar,aku yakin,kaj Mika gak kenali kakak." usul Putri.


" boleh juga,itu jauh lebih baik,kalo begitu Putri bisa belanjakan aku pakaian bgtu beberapa potong ya." perintah Aini pada Putri.


" ya sudah kalau begitu,kamu istirahat saja didalam dulu,ntar kalo sudah ada pakaian kamu baru bisa keluar belanja perlengkapan jualan kamu.Aku sayang kamu Ai,aku harap setelah masa iddah kamu selesai kita nikah." ucap Samsul.


" Kak,saat ini kan Ai mau sukses dulu,Ai gak mau direndahkan oleh siapapun lagi." ucap Aini.


" terserahmu Ai,yang pasti aku tidak akan menikah jika bukan denganmu. Put,kamu gak kuliah kah?" tanya Samsul,memilih alihkan pembicaraan karena bagaimanapun Aini tidak bisa dia paksa .


" Putri kuliah jam 2 kak makanya bisa santai." jelasnya.


Kini Aini selesai beberes dan putri serta Samsul pun berlalu pergi. Setelah mengunci pintu rumah Aini pun masuk kamar mengenang semua masa lalu bersama Samsul. Ya mereka dulu selalu bersama kemanapun, main volky bareng,belajar karate bareng. Namun ungkapan perasaan tidak pernah terucap dari mereka,sampai akhirnya Asrul masuk dalam hidup Aini dan memberi warna berbeda.


" aku harus berhasil dan sukses,akan aku tunjukkan pada dunia,bahwa anak yang lahir dari rahim wanita pelakor bisa berdiri tegak menghadapi dunia. Mama Hana,tante Mika,kak Asrul,aku akan melawan arus saat ini,aku akan hadapi takdir dan merubahnya. Dulu aku hanya mengikuti dan pasrah tapi kini tidak lagi. Aini yang dulu sudah mati." ucap Aini meneteskan air matanya dan merebahkan badannya ke temoat tidur. Dia kini bertekad untuk menjadi wanita tangguh yang sesungguhnya..


# maaf masih belajar dan banyak typo....

__ADS_1


__ADS_2