Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
aini


__ADS_3

Setelah menerima telpon dari om Abdul aku pun langsung menuju rumahnya. Ada apa dengan Reno,kemarin dia baik baik saja dan selama bekerja dia tidak pernah drop. Jujur aku masih mencintai Reno,tapi aku tidak bisa jika harus ada orang ke tiga. Seandainya itu hanya masa lalunya aku masih bisa terima tapi mereka masih berhubungan,dan setelah menikah denganku mereka masih akan melanjutkan hubungannya.


Kenapa nasib percintaanku tidak pernah bahagia.


" om,apa yang terjadi dengannya?" tanyaku setelah sampai rumah om Abdul,dan terlihat tante Yesi menangis sambil mengelus kepala Reno.


" setelah dari menemui wanita itu dia pulang ke sini dan merasa pusing terus dia ambruk tak sadarkan diri." ucap om Abdul. Sungguh kasihan sekali Reno,wajahnya pucat sekali.


" sudah hubungi dokter ?" tanyaku lagi.


" sebentar lagi sampai." jawabnya.


" apa sebenarnya yang terjadi om?" tanyaku lagi,karena tante yesi tak akan mampu ku tanyai.


Om Abdul pun menceritakan semua yang terjadi dan aku tidak menyangka kenapa Reno begitu tidak bisa melepaskan Sintya,ataukah ada hal mistis di sini. Aku terdiam menunggu Reno,walau pun dia menyakitiku tapi aku tidak bisa membiarkannya begitu saja,selama ini dia selalu membantuku. Kalau kami tidak jodoh setidaknya aku tau tentang balas Budi,aku akan mempekerjakan dia kembali pada jabatannya,jadi asisiten pribadiku. Selesai shalat Ashar aku tertidur sambil duduk di samping Reno,aku bermimpi melihat Reno terikat rantai besi yang sangat panjang,ku lihat dia seperti kesakitan namun aku tidak bisa mendekat. Ku lihat Sintya memegang ujung rantai itu,dan saat aku ingin mendekatinya aku terkejut suara tante Wiwi memanggil. Aku pun terbangun,ternyata aku mimpi,tapi kenapa terasa nyata sekali.


" Tante,kapan datang?" tanyaku dengan suara khas orang yang baru bangun.


" dari tadi. Kamu kalau lelah sana tidur di kamar tamu,tapi jangan tidur dulu karena sebentar lagi maghrib." ucap tante Wiwi.


"Iyya tante,aku istirahat bentar." aku pun berbaring di kamar tamu memikirkan apa arti mimpiku,apakah ini yang disebut guna guna? Tapi masa iyya ada hal semacam itu di kota besar? Aku pun bertanya tanya dalam hati,mungkin tidak masalah kalau aku mencoba mengaji dekatnya,siapa tau Reno cepat pulih. Sudah lama sekali dia pingsan masa dari siang mpe mau masuk magrib belum sadar. Sebaiknya aku kembali ke kamarnyengaji sambil menunggu maghrib.


" tante yesi,boleh pinjam al- quran,Aku mau coba mengaji dekatnya barangkali Reno tersesat di mimpinya." ucapku asal. Tante Yesi pun memberikan aku al quran. Selesai wudhu q pun membaca,dan tampak Reno gelisah dalam tidur.

__ADS_1


Akupun berhenti dan mencoba membangunkannya.


" Ren,bangun ini sudah magrib."


Namun nihil dia kembali tenang,aku pun berusaha membangunkannya kembali. Tapi tidak ada reaksi.


" tante,om. Maaf sebelumnya kalau lancang,bolehkah kita adakan pengajian untuk Reno? " tanyaku membuat semua orang bingung.


"Ada apa nak,apa yang kamu pikirkan?" tanya om Abdul. Aku pun menceritakan mimpiku,dan reaksi Reno saat aku mengaji didekatnya.


Akhirnya,pengajian pun digelar seusai shalat isya. Aku tidak mau menunda aku ingin Reno cepat kembali aku yakin dia tersesat dialam lain. Setelah pengajian selama satu jam,akhirnya Reno sadar,mukanya pucat sekali. Saat aku mendekat dia langsung memelukku sambil menangis dan minta maaf,apa yang dia lihat?


" Ren,sudah ya ada apa? Apa yang kamu rasakan?" tanyaku mencoba menenangkannya.


" terima kasih Aini,kamu telah menyelamatkanku,aku bermimpi di sebuah tempat semacam taman bunga dan hutan,aku tersesat dan ku dengar suaramu memanggil dan mengaji aku mengikutinya namun suaramu tiba tiba hilang. Aku melihat Sintya dalam amarahnya,dia ingin membunuhku. Namun aku coba berlari dan ku dengar suara orang mengaji jadi aku kembali ikuti suara itu,aku juga melihat kamu melambaikan tangan memanggil ku." ucap Reno. Baru kali ini aku melihatnya menangis apakah ini benar benar hal mistis?


" ya sudah kamu istrhat saja dulu." ucapku.


" om,tante,.... Sebaiknya istirahat dulu,aku yakin Reno baik baik saja sekarang. Tante Wiwi,bisa temani aku di kamar? Aku rindu ayahku." ajakku pada tante wiwi,karena hanya dia yang bisa membuatkuĀ  merasa dekat dengan ayahku.


" ayo sayang,tante temani kamu anak manja." ucapnya berkelakar karena mungkin dia paham saat ini aku rapuh,ntah kenapa rasanya aku ingin menangis. Aku menjadi cengeng akhir akhir ini.


Sampainya di kamar aku langsung menangis dalam pelukan tante Wiwi,dan dia hanya diam sambil mengelus rambutku.

__ADS_1


" aku takut tante,aku takut kehilangannya. Dia dalam kondisi sakit,aku tidak mau kehilangannya." ucapku dalam nangis membuat tante Wiwi ikut meneteskan air mata,namun segera dia hapus.


" ada apa nak,kenapa kamu meracau begini?" tanyanya bingung.


" aku ingin menolong Reno tante,tapi aku tidak tau caranya. Aku ingin melanjutkan pernikahanku dengannya tapi aku takut terluka." ungkapku.


" tanyakan hatimu nak,selami lebih dalam hatimu.coba shalat.minta petunjuknya,shalat istikharah lah nak,tante senang kalau kamu mau melanjutkan pernikahan ini. Tante yakin,Reno akan hanya jadi milikmu,dia pasti sembuh dan lepas dari bayang bayang wanita itu." nasehat tante Wiwi,membuatku merasa lebih baik.


" sebaiknya kamu tidur,apa mau tante temani tidur?" tanya nya lagi.


" bisa temani aku tidur,setelah tertidur boleh tinggalin aku. Aku ingin tidur dalam.dekapan tante." ucapku.


" kami akan temani kamu tidur nak,Ma,kita tidur disini temani anak manja kita. Om minta,mulai sekarang panggil kami papa mama nak." ucap om Ridwan membuatku terharu dan akupun memeluknya sambil menangis.


" kini aku punya ayah sama ibu yang menyayangiku,aku sayang kalian ma pa." ucapku.


" kami juga menyayangi kamu nak,kami tidak punya anak kandung,namun kami memiliki ponakan yang sudah kami anggap anak dari dulu,bisakah kamu tinggal bersama kami mulai sekarang nak?" tanya om Ridwan yang disetujui tante Wiwi. Aku bahagia sekali sekarang aku memiliki orang tua lengkap lagi.


" sekarang tidurlah nak,kamu harus istirahat yang cukup supaya tidak sakit." ucap tante Wiwi membuatku merasa aman dan nyaman.


Aku pun mencoba memejamkan mata namu baru sepuluh menit kami mengistirahatkan badan tiba tiba kami mendengar suara teriakan kesakitan dari Reno. Ya Allah dia kenapa lagi,apakah kambuh lagi. Kami pun berhamburan ke kamarnya dan disana om dan tante yesi memeluknya,bisa ku lihat Reno kesakitan. Aku pun mendekat dan memeluk Reno,sambil membisikkan ayat kursi,dan dia pun kembali tenang dan menatapku dan ku lihat tatapan matanya yang penuh penyesalan dan duka teramat dalam,tanpa ku sadari air mataku menetes.


" aku mencintaimu Ren,kembalilah padaku lupakan masa lalu,hidupkan Cinta sejati antara kita. Menikahlah denganku Ren." ucapku membuat yang ada di ruangan ini menangis haru. Aku ingin membuat Reno sembuh,dan aku ingin memilikinya sendirian. " kamu hanya milikku Ren,selamanya akan begitu,dan milikku tidak akan ku biarkan dihinggapi lalat." bisikku dalam pelukan Reno,dan dia mengeratkan pelukannya..

__ADS_1


Apakah aku akan bahagia? Aku tentu akan membuat diriku bahagia....


# maaf ceritanya amburadul


__ADS_2