
Hari demi hari pun berlalu aku lalui di desa ini. Gak ada kegiatan yang bisa aku lakukan selain menjaga ponakanku. Ingin membuka usaha di desa ini namun aku gak punya pengalaman apapun,disini juga gak ada toko atw apapun yang bisa membuatku punya kegiatan. Disini benar benar terpencil,jaringan handpone pun gak ada. Namun aku jalani semua apa adanya,yang membuatku nyaman adalah kekeluargaan disini amat kentara. Tiap tetangga ada acara pasti saling membantu,acara kumpul kumpul pun amat asyik menurutku karena bebas dari gibah. Aku pun kerap gabung bersama yang mana otoritasnya semua ibu ibu rumah tangga. Disini aku nyaman namun terasa hampa karena aku tidak punya teman sebaya yang bisa aku ajak bercerita. " eh Aini,kamu kenapa diam aja sinilah gabung ma tante." ucap salah satu ibu yang ternyata mamanya Kak Asrul teman kak Rian. "Iyya tante Rima,Aini disni aja jagain Andra." ucapku menolak karena kalaupun aku gabung aku gak mengerti pembahasan mereka. Hari hari pun berlalu,kini Aku tak terasa hampir setahun berada disini,dan ponakan aku sudah mulai aktif,belajar berjalan. Disini kak Rian jarang di rumah dia selalu jalan sama kak Asrul dan teman" nya. Kalaupun mereka kumpul di rumah pasti sebentar saja,dan tiap kak Asrul datang jemput kak Rian pasti ada aja caranya menggodaku seperti siang ini saat aku berada di taman depan rumah jaga Andra. " Aini,kok kamu makin cantik." ucap kak Asrul menggodaku,aku yang tak mau kalah pun balik menggodanya. " Kak Asrul juga makin ganteng dan macho." ucapku sambil tertawa,dan tampaknya kak Asrul kaget tidak menyangka aku akan membalasnya." Jadi apa kamu sudah tertarik dan suka sama aku?" tanyanya membuat aku terkejut sampe bengong. Dia oun membuat aku salah tingkah,aku terdiam pura pura main sama Andra." kok gak dijawab." ucapnya tanpa aku sadari kalau dia sudah duduk didekatku. " Kamu tau Aini,aku sudah lama suka sama kamu,saat kamu baru datang dulu aku sudah jaguh hati sama kamu. Tapi kamu terlalu cuek padahal aku selalu memberikan sinyal Cinta padamu." ucap kak Asrul panjang lebar membuatku terkejut. Aku pun menoleh " Maaf kak,untuj saat ini aini gak mikir soal itu,Aini hanya fokus mau bantu kak Hasna." ucapku. " lalu kapan kamu mau mikirkan perasaan kamu sendiri? Apa aku tidak menarik bagimu? Aku suka kamu Aini,kamu mau gak jadi oacarku atw calon istri tepatnya?" aku pun kembali terbengong,kak Asrul nembak aku?? Mang selama inj kamu akrab tapi aku gak tau low kak asrul teryta menaruh hti padaku. " kakak nembak Aini?" tanyaku berhasil membuatnya tertawa,aku terbengong melihatnya. " Iya aku nembak kamu Ai,bahkan aku sudah kasih tau mamaku kalo aku ingin menjadikan kamu istriku. Gimana kamu mau kan?" tanyanya berhasil memporak porandakan hatiku,mang aku suka kak Asrul karena pembawaannya yang humoris,membuatku nyaman." kamu gak perlu menjawab sekarang Ai,kamu pikirkanlah dahulu aku pasti akan Setia menanti jawabanmu." ucapnya kembali sambil berdiri. " sudah sana kamu masuk rumah di sini sudah mulai panas kasian tuh andra,aku juga mw berangkat sama kak Rian." perintahnya karena mang sudah mulai panas,Andra harus mandi. " baik kak,Aini masuk dulu." ucapku menggendong andra. " pikirkanlah ucapanku Ai,aku serius sama kamu." ucap ka Asrul. " iyya kak,Aini akan pikirkan." putusku kemudian," aku tunggu jawaban kamu besok." apa?? Besok. Ya ampun kak asrul benar benar deh.akupun berlalu masuk rumah dan memandikan andra setelahnya aku menidurkan baru aku mandi. Dalam kamar mandi oun aku teringat ucapan kak Asrul tanpa terasa aku tersenyum dan hatiku rasanya berbunga bunga. Oh Tuhan apakah aku harus menerimanya,apakah dia akan terima masa laluku? Tiba tiba aku teringat semua kenangan pahit di perantauan,tapi apakah aku gak berhak bahagia. Aku pun putuskan u tuk menerimanya saja,kalau pun nanti gagal aku sudah siap lagi. Besoknya seperti biasa aku bawa Andra main di taman depan rumah,gak lama kemudian kak Asrul datang. " Hai Ai,gimana kabarmu?" ucapnya basa basi padahal aku tau dia mau nagih jawabanku. " baik kok kak,kakak mau kemana nih hari ini.?" tanyaku karena gak biasanya kak Asrul ke sini jika kak Rian gak ada. " Ya kan aku mau nagih nih jawaban kamu." ucapnya sambil mengedipkan mata." kamu maukan Ai jadi istriku?" tanyanya lagi. " begini kak,kita jalani dulu aja ya,untuk saling mengenal pribadi masing masing sebelum ke jenjang serius." ucapku memberi pengertian karena junur aku masih takut ke jenjang pernikahan. " Ya udah,jadi kita resmi pacaran ya" ucap kak Asrul " iyya kak,tapi untuk sementara kita jangan go public dulu ya,aku belum siap kalo semua pada tau,kita jalani apa adanya saja." ucapku. " sesuai permintaan kamu tuan Putri." kelakar kak asrul. Ini yang membuatku nyaman bersamanya dia selalu ada aja candaannya membuatku tersenyum. Hari hari kita lalui pacaran sembunyi sembunyi,namun dari pihaknya kak Asrul ternyata sudah tau semua membuat aku agak grogi tiap ketemu sama tante Rima dan kak Uta kakaky kak Asrul. Namun tante Rima seolah memperlakukan aku biasa aja seolah dia gak tau padahal kata kak Asrul dia sudah memberi tau semua keluarganya. Bahkan ka Asrul sudah kumpulkan uang panaik membuatku semakin gak karuan. Ternyata kak Asrul mau menerima aku apa adanya,yaa aku sudah menceritakan padanya tentang masa laluku,dia yang minta aku menceritakan semua,katanya dia ingin kami saling terbuka dan gak ada disembunyikan lagi. Bahagia rasanya walau aku belum bisa memberi tau keluargaku biarlah nanti saat kak Asrul mau melamar baru beri tahu semuanya karena aku agak takut sama kak Rian karena biar bagaimana kak Asrul adalah sahabatnya. Semakin hari hubungan kami makin mesra saja setelah aku menceritakan semua sama kak Asrul, dan kami siap menuju ke jenjang lebih serius.Kak Asrul sudah menyiapkan semuanya dan dia pulang kampung menemani orangtuanya untuk menyiapkan segala sesuatunya. Kami hanya bisa saling chat di saat aku ke taman karena hanya di sana jringan bagus. Tak terasa sudah 3 hari kak Asrul pulang kampung,keluargaku belum ada yang ku beritahu hubunganku dengan kak Asrul,biarlah mereka tahu nantinya saja saat keluarga kak Asrul datang. Malam harinya mama memanggilku " Ai,mama mau ngomong,mama tunggu di ruang keluarga." ucap mama sambil berlalu,akupun segera beranjak,ada apa sebenarnya ataukah mereka sudah tau hubunganku sama kak Asrul. Syukurlah low mereka tau,akupun segera ke ruang keluarga,disana ada kak Rian,kak Hasna,dan suaminya kak Ata. " ada apa Ma?" tanyaku pada mama. " begini Ai,mama minta maaf,mama gak minta pendapatmu dulu." ada apa sih inj membuatku kebingungan. " kemarin kamu di lamar sama Om Nasir untuk kk iparnya." bagai tersambar petir mama nerima lamaran orang tanpa memberitahuku. Hatiku hancur,air mata tanpa bisa ku tahan aku pun berlalri kekamar. Apa yang harus aku lakukan,gimana aku bicara sama kak Asrul.kenapa aku gak bisa bertemu kebahagiaanku...