Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
kembali ke kampung


__ADS_3

Sejak putus sama Agus aku pun enjoy saja dan Mia pun menikah sama Aryo. Tinggal aku sendiri menertawakan diriku sendiri. Hari hari pun aku lalui dengan kerja dan kerja,soal hati aku rasa membeku. Aku tak lagi merasakan Cinta.namun aku bahagia. Diumur yg ke 19 aku sudah berkali kali hancur,selalu gagal dalam Cinta.kini aku gak mau gagal dalam hidup. Aku perbaiki diri lebih mendekatkan diri ke Allah. Fokus kerja dan ibadah. Di tempat kerja akupun lebih menyendiri,karena sahabat" ku sudah pergi semua. Hari ini aku masuk sift sore,aku pun ke bank untuk menabung. Ya selama ini selai kerja aku di pabrik, aku jual kue sepulang kerja. Ya lumayan buat nambah tabungan heheh. Sampai bank aku tak menyangka tabunganku cukup jika aku buka usaha tapi aku belum nemu usaha apa. Hubungan aku sama mama pun sudah membaik. Semua sudah lupa mimpi burukku. Dari bank aku ke cafe,setidaknya hilang rasa lelah dan jenuh. Aku pilih duduk di pojokan dekat jendela." hai..boleh aku duduk disini.?" tanya seorang pria padaku,aku oun menatap heran tanpa menjawab."maaf kalo aku mengganggu,tapi tidak ada bngku yang kosong." ucapnya lagi,dan aku menengok kiri kanan mang ga ada tempat lagi." silahkan duduk." jawabku kemudian aku sibuk dengan ponselku,kuliat postingan kaka perempuanku,dia melahirkan baby boy yang lucu. Aku rindu mereka. Sejak aku merantau aku mang g pernah pulang. " hai...boleh kita kenalan?" ucap cowo yang tadi,mungkin dia merasa gak nyaman duduk bersamaku namun gak ada obrolan." namaku Aini" kataku sambil ulurkan tangan,gak baik juga rasanya duduk bersama namun sibuk sendiri. "Namaku Satria" ucapnya membalas tanganku dan tersenyum. Senyumnya manis sekali." kamu kerja dimana?" tanyanya mulai obrolan,"aq di pabrik seberang" jawabku. " oh ya...aku juga disana. Kamu bagian mana"tanyanya lagi dan ternyata kami kerja dtmapt yang sama. "Baiklah hari ini kamu masuk sore?" tanyanya dan ternyata kami masuk di jam yang sama. Satria baik,ceria,dan sopan. Itu penilaianku,aku nyaman bersamanya.akhirnya kaminsepakat ketemu di tempat kerja lagi. Akupun pulang ke kontrakan untuk bersiap kerja lagi. Hari hari pun ku lalui,dan hubunganku dengan satria makin dekat. " Aini,ntar jam istrahat aku tunggu di taman kantor ya." chat Satria membuatku bertanya tanya. Ada apa tumben,biasanya ostrahat ketemu dikantin."baiklah" balasku kemudian. Akupun kembali fokus kerja karena aku gak mau ada masalah. Jam istirahat pun selesai makan siang aku menuju taman,ku lihat di sana banyak teman Satria ngumpul. "Hai Aini,ini buat kamu." ucap Rani memberikan setangkai bunga Mawar merah dan akupun bingung,baru mau nanya malah dia berlalu,satu per satu teman bawa Mawar padaku. Sampailah aku di bangku taman tempat Satria menungguku."hai...ada apa kak manggil aku ke sin?" tanyaku pada Satria,ya aku memanggilnya kakak karena mang umurnya 3 tahun diatasku." ini buat kamu" kata kak satria memberikan aku buket bunga Mawar,"Aini,maukah kamu jadi pacarku?" ucap kak satria membuatku terperangah. " terima " terim" terima" teriak teman teman yang ada di taman. " iyya kak aku mau" ucapku menerima kak Satria karena aku oun nyaman bersamanya. Hari hari berlalu kami makin lengket saja,pulang pergi kerja kak satria jemput aku. Semakin hari aku semakin ceria dan bahagia. 3 bulan berlalu hubungan kami,kak satria mengenalkan aku pada keluarganya. Namun tampaknya ibunya tidak merestui kmi. " Aini,kamu itu cantik dan muda. Jujur Satria sudah kami jodohkan." ucap Tante Rani mamanya kak Satria,membuatku terdiam. Haruskah kini perjalanan cintaku kandas lagi. " Ma,tapi aku tidak mencintai Sandra,aku mencintai Aini Ma." ucap kak satria. " Kalau kamu menikah sama Aini mama gak akan setuju dan gak merestui. Sandra itu cantik dan modis lebih cocok sama kamu." ucap tante Rani menghinaku." dan kamu Aini,sadar diri dikit dong,tidak mungkin aku punya menantu kampungan macam kamu." aku sadar aku orang miskin,hatiku sakit mendengar penghinaan ini dan kak Satria cuma diam aja tidak membelaku. " Maafkan Aini tante,mulai sekarang detik ini juga,aku akan pergi dari hidup kak Satria. Kak,makasih semuanya,tante benar aku gak pantas buat kakak. Aku harap kakak lupain aku. Permisi kak,tante, Aini pulang dulu." ucapku berlalu dan aku pun mendengar kak satria memanggilku namun tertahan sama tante Rani. Ku usap air mataku, hatiku hancur mendengar ucapan tante Rani. Aku pun putuskan resign saja dan kembali ke kampung. Aku akan cari kerja saja di kampung,aku lelah dengan hidupku. Sesampainya di kontrakan aku pun chat ma kakaq." kak,apa kabar?" tanyaku. " Baik,kmu kapan pulang? Nih ponakan kamu dah lahir pi kamu gak pulang. Kakak sekarang di kampung,kmu bisa cuti?" tanya kak Hasna kaka perempuanku,ya aku 3 saudara yang pertama cowo,kedua cewe terus aku. " entahlah kak aku lum tau bisa apa tidak. Mang kak Hasna kapan balik lagi ke perkebunan?" ya kakaq tinggal di perkebunan." gak lama pulang kakak nih." jawabnya. Apa aku ikut kakak aja ke perkebunan ya,dripada hidup sebatang kara begini dikampung orang. Aku putuskan besoknya resign dan langsung pulang tanpa bertemu sama kak satria lagi. Bahkan dia tidak ada telpon aku atw chat aku sejak pulang dari rumahnya. Sudahlah,semua sudah berakhir. Besoknya aku pun kekantor urus surat resign,untungnya gak ribet,bos pun memberikan semua gajiku,hari ini aku resmi berhenti. Aku pun keluar dari pabrik ku lihat kak Satria diantar sama wanita cantik dan seksi,sepertinya itu adalah wanita yang dijodohkan dengannya. Akupun menghindarinya,sampai di kontrakan aku pun mengemas barangku, q putuskan pulang hari ini jug ke kampung.masa kontrakan rumah juga berakhir 3 hri lagi jadi aku pulang saja.semoga keputusan ini benar dan aku menemui kebahagiaan disana. Semoga aku bisa hadapi semua ini. Setelah packing aku pun memesan taksi menuju bandara dan aku memutuskan membeli oleh oleh dijalan saja, aku gak mau menunda kepulanganku,aku mau memberi kejutan pada kakakq. Semoga kak Hasna mau membawaku ikut dengannya,karena kalau di kampung aku gak bisa bayangkan lagi kejadian masa kecilku dan siksaan tante sanma nenek. Dalam perjalanan hpku berdering terpampang nama kak satria. " Halo kak,ada apa?" tanyaku tanpa basa basi lagi. "Aini,kamu dimana? Kata teman teman kamu resign? Aku ada depan kontrakanmu,kamu di mana?" tanya kak satria lagi." iyya kak,aku resign. Sekarang aku di jalan mau pulang kampung. Semoga kakak bahagia." ucapku tanpa terasa air mataku jatuh. Ya aku masih sangat mencintai kak satria. " neng,dah sampai." ucap sopir taksi. "Makasih pak." ucapku membayar ongkos. Aku memantapkan hati pulang kampung,semoga bahagia bisa ku raih.


__ADS_2