Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
bahagia harus diciptakan


__ADS_3

3 hari berlalu om Arif pun akan pulang hari ini. Aku berniat menyambutnya agar dia tidak menyiksaku. Ya aku akan lakukan seperti saran kak Asrul kemarin.


" Ai,agar om Arif tidak menyakiti kamu lagi,kamu buat dia senang,saat pulang kamu sambut dia pasang wajah senang,aku gak mau dia siksa kamu." ucap kak Asrul kemarin


" tapi kak,aku gak suka sama dia. Jujur aku sedikit ilfil kak." ucapku menolak permintaan kak Asrul.


" ini demi kebaikan kamu,aku yakin kalo kamu bikin dia senang pasti dia kasi kamu kebebasan keluar. Aku sedih liat kamu dikurung kayak tahanan." ucapnya menasehati.


"Baiklah kak aku akan lakukan saran kaka,"ucapku akhirnya. Deru suara mobil menyadarkan aku dari lamunan,Buru Buru ku perbaiki penampilanku,akupun keluar kamar buat menyambutnya dengan pasang senyum semanis mungkin. Semoga dia tidak tempramen lagi.


" tumben,kamu menyambutku. Apa maumu?" ucapnya menatapku curiga,bikin kesel aja deh.


" aku tidak ingin apa kok om,aku hanya ingin menyambut om saja kok. Apa aku salah,om kan suamiku jadi harusnya aku sambut saat pulang kerja." ucapku seolah aku ingin muntah. Bicara seolah aku menggodanya sungguh aku lakuin ini hanya agar aku tak disiksa lagi. Aku ingin hidup damai dan tenang tanpa siksaan lagi.


"Baguslah kalo kmu sadar. Tapi panggilan kamu tolong diubah. Aku suami kamu bukan om kamu." pintanya.


" tapi aku senang manggil kamu om,anggap aja itu panggilan sayangku buat kamu om." ucapku memasang wajah imut dengan senyum manis membuatnya tertawa.


" hehehe terserah kamu saja kalo bgtu sayang,kenapa tidak dari dulu kamu bertingkah begini." ucapnya berlalu ke kamarnya,ya kami tidur di kamar terpisah dan itu benar benar membuatku merasa aman. Karena aku bisa chat sama kak Asrul. Yah aku tau ini salah,aku sudah bersuami namun masih sering berbagi cerita dengan pria lain. Namun hanya dia yang mau mengerti keadaanku,mau dengar keluh kesahku. Membuat aku selalu merindukannya. Namun statusku yang kini jadi istri orang lain membuatku harus menekan perasaanku. Cintaku pada kak Asrul tak bisa ku hilangkan,ini benar benar membuat aku semakin tersiksa,aku ingin cerai dengan om Arif tapi aku juga tak bisa korbankan keluargaku karena selama ini om Arif selalu membantu.

__ADS_1


Hari hari pun berlalu,om Arif tidak pernah lagi kasar padaku.bicaranya pun lembut dan dia tidak pernah lagi memaksaku melayaninya dikasur. Entah apa yang membuatnya begitu,namun aku bersyukur karena emang akutidak siap melayaninya yang satu itu.dia pun juga selalu memberi aku uang untuk jajan membuatku bebas keluar walau hanya ke warung samping rumah.


" ini uang jajan kamu hari ini ya,aku mau berangkat kerja. Kamu jangan banyak tingkah saat aku gak dirumah." ucapnya sambil berlalu.


" baik om gak perlu kuatir,tapi aku boleh minta tambahan gak om,aku mau beli baju." ucapku ragu ragu  takut dia marah,karena sudah lama aku gak pake baju baru,sejak menikah tak pernah dia belikan aku baju baru.


" ini,kamu ke pasar saja ya gak usah ke mall." ucapnya menyerahkan uang padaku,artinya aku boleh ke pasar,tak apalah belanja di pasar toh baju baju disana juga Bagus gak kalah sama di mall.


" makasih banyak ya om." ucapku kegirangan bagai anak kecil yang mendapatkan hadiah besar. Akupun langsung chat kak Asrul untuk ajak ketemuan soalnya aku merindukannya.


" kak,hari ini aku mau ke pasar,kita bisa ketemuan gak.?" tanyaku namun pesanku cuna centang satu.


" maafkan aku Ai,aku tidak bisa karena saat ini aku di kampung." jawabannya membuatku gak semangat,kenapa tiba tiba kak Asrul pulang ya.


" ada apa kok kakak pulang mendadak?" tanyaku penasaran karena ka Asrul tidak pernah pulang tanpa memberitahuku.


" maaf Ai,mama mau menjodohkanku,makanya aku pulang. Maafkan aku Ai,kamu tetap baik baik disana ya.mungkin setelah ini aku gak bisa selalu ada untukmu karena aku akan ada tanggung jawab lain nantinya. " balasnya membuatku lemas dan terduduk di kasur,air mata lolos begitu saja membasahi pipiku. Kini aku kehilangan orang yang selalu ada buatku. Semangatku yang akan ke pasar pun langsung hilang,aku gak pengen ngapain lagi.


Aku tak boleh begini,kak Asrul harus bahagia.

__ADS_1


"Baiklah kak,semoga kakak bahagia." balasku tanpa tahu harus bagaimana.ya aku harus rela kehilangannya,kini aku mantapkan hatiku hanya untuk om Arif,aku harus jadi istri sesungguhnya yang melayaninya.semoga aku bisa membahagiakannya. Tak terasa aku tertidur sampai sore,akupun tidak jadi kepasar.


" Ai,bangun sayang." om Arif mengguncang tubuhku,ya aku ketiduran mpe sore. Akupun membuka mata


" loh om kok dah pulang" tanyaku tanpa kusadari kalo hari sudah sore.l.


" kamu kok tidur sampe sore begini,apa kamu sakit?" tanya om Arif meraba keningku,untungnya handpone pemberian kk Asrul sudah aku sembunyikan sebelum tertidur.


" aku hanya merasa lelah aja kok om,makanya kau tertidur." ucapku padanya.


" ya sudah kamu bangun dulu,mandi baru kita makan malam ya." perintahnya berlalu,sepeninggalan om aku meraih handpone melihat apakah ada pesan dari kak Asrul,namun aku kecewa karena ga ada satupun pesan yang masuk.setelah aku bersihkan badan aku keluar kamar dan mendapati om Arif  di ruang tamu bersam Om Nasir. Aku pun mendekat menyalami om Nasir dan istrinya.


" kapan datang om?" tanyaku basa basi,dan tanpa sengaja aku lihat koper besar di samping sofa.


" om akan tinggal beberapa hari disini karena rumah om lagi di renovasi" jawab om Nasir. Mereka akan tinggal disini otomatis aku harus pindah ke kamar om Arif. Aku takut dan was was jika harus seranjang walau om Arif suamiku namun jujur aku belum sepenuhnya ikhlas menerima dia sebagai suami.


" baiklah om,aku akan siapkan kamarnya." ucapku berlalu.


" Aini,kamu siapkan 2 kamar ya karena Samsul juga akan ikut tinggal disini sebentar lagi dia sampai." ucap om Nasir membuatku terkejut. Ya Samsul adalah pria yang pernah dekat denganku sebelum aku pacaran ma kak Asrul,entah bagaimana aku harus bersikap pada Samsul,walau kami gak pacaran namun kami pernah saling suka. Semoga saja semua baik baik saja,aku benar benar kwatir akan perasaanku jika bertemu sama Samsul,yang mana aku akan selalu berinteraksi dengannya....

__ADS_1


__ADS_2