Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
Langkah awal


__ADS_3

Malamnya aku pun keluar kamar dengan wajah sembab setelah seharian menangisi nasibku. Aku harus mengambil langkah,aku sudah menentukan langkahku untuk masa depanku. Setelah makan malam yang terasa kaku dan canggung,aku pun bersuara. " om,tante...Aini mau ngomong ." ucapku pada mereka."ya udah kamu beresin dulu tuh meja.makan,tante tunggu kamu di ruang TV." ucap tante Arumi ketus. Ya Allah kenapa tante tidak punya hati sedikit pun padak. Aku Pun bersihkan meja makan dan cuci piring setelah aku ke ruang TV. " cepat ngomong,tante lagi capek mau istirahat." ucap tante Arumi tidak sabar. " iyya nih aku juga ada janji sama pacarku cepetan ngomong jangan lelet." ucap om Arman tanpa perasaan,hatiku bagai dihantam beribu jarum,sakit dan nyeri." Aini ingin keluar dari rumah ini om,tante. Aini mau nyari kontrakan aja dekat tempat kerjaku." ucapku pelan." Tapi Aini,kami tidak bisa awasi kamu. Arman harus tanggung jawab sama kamu." ucap om Amin lembut. " Aini ngerti om,Tpi ini lebih baik buat kita semua. Aini gak butuh tanggung jawab itu,karena bagi Aini pernikahan itu sakral,dan Aini cuma mau nikah sekali seumur hidup. Om Arman gak perlu nikahi aku yang kampungan ini." ucapku tegas tanpa air mata keluar,cukup sudah air mataku keluar seharian ini meratapi nasibku. "Tapi Aini,tante sudah telpon mama mu dan besok dia akan datang. Jadi sebaiknya kamu istirahat saja duku besok kita bicara lagi." ucap tante Arumi membuatku kaget dan sock,semoga saja mama Hana tidak marah sama aku." Baik tante,tapi aku harus masuk kerja besok karena aku gak bisa ijin." ucapku beralasan karena rencanaku besok mau ketemu sama sahabatku Viana,semoga saja aku bisa pindah ke kontrakannya. " baiklah,karna paling mamamu sore baru sampe sini." ucap tante Arumi. "Baiklah tante,om.Aini masuk kamar dulu mau istirahat." ucapku sambil berlalu. Tak lama pintu kamar di ketuk,dan ada om Amin. " ada apa om?" tanyaku tanpa mempersilahkan om Amin masuk dan hany berdiri depan kamar. "Om minta maaf sama kamu karena om tidak bisa bantu kamu. Arman sudah punya calon,kalaupun dia nikahi kamu itupun hanya nikah siri saja."ucap om Amin. "Gak perlu om,aku pasti bisa lewati ini semua.aku gak butuh tanggung jawabnya." ucapku tegas." baiklah kalo bgtu." ucapnya berlalu. Dan belum juga aku tutup pintu kamar om Arman nongol sambil nyengir kuda. " kamu betul betul gak mau aku nikahi Ai? Low kamu hamil anak aku gimana?" katanya sambil tertawa merendahkan. "Aku yakin kok gak hamil jdi om tidak usah khawatir karena aku pun gak mau puy suami atau mantan suami macam om." ucapku sambil tutup pintu dan menguncinya. Jam 4 subuh aku terbangun karena perutku rasanya nyeri dan kram. Aku Pun beranjak ke kamar mandi karena rasanya mulas,dan ternyata aku sedang datang bulan. Aku merasa lega karena aku bisa bebas dari om Arman tanpa khawatir hamil. Aku pun kembali berbaring sambil membaca novel melalui aplikasi di hp sambil nunggu pagi. Jam menunjukkan jam 5 pagi,aku segera beranjak ke dapur memasak sarapan pagi untuk mereka semua,karena ini adalah terakhir kalinya aku masak buat mereka sebelum aku berangkat kerja. Setelah selesai aku segera mandi dan bersiap kerja. Tante dan om pun sudah bangun,sedangkan om Arman biasanya dia bangun siang. " Aini,apa kamu akan masuk kerja hari? Mamamu akan datang hari ini." ucap om Amin. " iya om aku harus kerja hari ini,nti aku minta ijin pulang cepat saja om." jawabku "Tante,apa tante ada stok pembalut karena punyaku habis sedangkan aku belum sempat belanja." ucapku sengaja agar mereka tau aku tidak hamil anak om bajingan itu. " kamu datang bulan??" tanya tante Arumi tampaknya senang." ia tante boleh aku minta,mau aku bawa ke tempat kerja karena aku gak ada buat ganti." ucapku dengan enteng. Bukan apanya aku mang lega krena artinya ku tidak hamil. Gak lama tante datang membawakan aku pembalut. " makasih tante,aku berangkat kerja dulu." ucapku berlalu. Sampai di tempat kerja karena jam masuk kerja jam 9 sedangkan ini baru jam 7. Sengaja aku datang pagi karena aku janjian ma Vania di kantin pabrik. " Hai Ai,tumben lo pagi pagi ngajak ketemuan." ucap Vania."Fan,gue boleh gak numpang di kontrakan lo,atau ada gak yg kosong dekat kontrakan lo." tanyaku." mang ada apa di rumah tante lo?" tanya Vania selidik. Aku pun menceritakan semuanya yang terjadi pada Vania,dia adalah sahabat yg selama ini selalu bangu aku. " ya ampun Ai,lo tinggal sama gue aja. Kontrakan gue bisa kok buat kita berdua lo gak usah nyari lagi. Gue gak nyangka ada ya keluarga bgtu." ucap Vania terisak,padahal aku sudah gak nangis lagi. Aku coba ikhlas nerima nasibku. " Makasih Fan,kita bisa patungan bayar kontrakan biar lebih ringan."ucapku. " iya Ai,lo g usah sungkan. Mang kapan lo mau pindah." tanya Vania." Nti low nyokap gue pulang,gue akan bawa sedikit dikit barang gue dari sana. Yuk masuk dah gak lama jam kerja." ajak ku karena gak lama lagi jam kerja. Aku oun coba fokus kerja karen aku mau ijin pulang cepat. Akhir'y jam 2 aku ijin pulang karena mamaku gak lama datang. Aku pun sampe rumah ternyata mamaku sudah disan dan di sana ada om Arman,om amin dan Tante arumi. " ma,sama siapa datangnya." tanyaku sambil mencium tangan. " sendirian aja." jawabnya cuek seolah dia marah sama aku. Pasti tante sudah cerita. " aku ke kamar dulu ya mau ganti baju." ijinku pamit. "Mama ikut, Mama mau bicara sama kamu di kamar saja." ucap mama Hana. " baik,ayo ma." ajak ku. Belum juga ganti baju mama sudah bertanya membuatku urung ganti baju. " Mang kamu sama Arman pacaran sampe melakukan hak itu hah? Bikin malu" tanya mama seolah aku suka rela melakukannya. " Ma,aku tuh diperkosa ma bukan suka rela." jawabku." Arman itu sudah ada calon yang jauh lebih cantik dari kamu,gak mungkin dia mau sama kamu." ucap mama Hana membuatku terkesiap. " Ma,aku gak mungkin melakukan hal itu sama om Arman,percaya lah ma aku ini korban kenapa mama seolah nyalahin aku." ucapku terisak. Aku gak nyangka mama seolah menuduh aku goda om Arman. " jdi sekarang kamu gimana,mana ada laki laki mau sama wanita sisa macam kamu?" ucap mama melukai hatimu." Maa.." cuma itu yang bisa ku ucapkan. " mau di taruh dimana muka mama low di kampung tau kelakuan kamu di sini. Sebaiknya kamu ikut mama pulang." ucap mama. " Ma,aku akan keluar dari rumah ini dan akan ngontrak,Aini g mau pulang dalam waktu dekat ini Ma. Lagian aku juga gak hamil,Aini akan kerja dan ngontrak. Mama gak usah khawatir,jika saatnya aku akan pulang ikut mama." ucapku. " baiklah,tapi jika ada lagi masalah yang kamu buat disini mama akan paksa kamu ikut mama pulang." ucap mama. " baiklah ma,Aini janji gak akan bikin ulah,cukup ini saja walaupun ini bukan salahku." ucapku mengalah karena percuma aku bela diri karena semua tetap nyalahin aku.


__ADS_2