
Kini aku meninggalkan kota ini,meninggalkan kisah dan luka penuh air mata. Yah aku akhirnya pulang,hatiku pun terasa lega. Nomor kak Satria terpaksa aku blokir karena aku ingin melupakan semua tentangnya. Aku pun akhirnya terbang ke kampung halaman semoga kepulanganku membawa bahagia. 1 jam penerbangan kini aku harus naik mobil selama 3 jam menuju rumah Nenek karena rumah mama sudah dijual baru ikut kak Hasna. Oleh" sudah lengkap namun aku tidak mengabari kak Hasna kalau aku akan pulang.aku pun merubah penampilanku agar tampak modis namun sopan. Aku tak sabar sampai rumah." Neng kalau mau tidur silahkan nanti abang bangunin kalo dah nyampe,tampaknya neng lelah." ucap sopir taksi,yah aku memang lelah sekali,lelah hati dan pikiran. " makasih ya bang." ucapku namun aku tak lekas tidur aku masih ingin menikmati perjalanan ini.hiruk pikuk kendaraan masih terasa karena macet,sebentar lagi akan memasuki kampung yang lengang.Tanpa sadar akupun tertidur di bangku penumpang karena kelelahan. Kini tak terasa 3 jam perjalanan ku lalui,aku tertidur cukup lama juga ternyata. " Bang,abang gak capek nyetir terus gak singgah istrahat bentar?" tanyaku pada pak sopir. " dah biasa neng" ucapnya." Nih neng bentar lagi nyampe,,,rumahnya yang mana? " tanya pak sopir yang ternyata rumah nenek mang dekat. " itu bang yang ada pohon mangganya." yah aku sudah sampe,deg degan juga rasanya,apakah mereka menyambutku atau mengusirku. Segala kemungkinan aku akan hadapi,kalau kak Hasna menolak membawaku maka aku akan cari pekerjaan dan ngekos. Karena aku gak mau lagi tinggal di rumah nenek." assalamu alaikum" ucapku saat di depan pintu rumah nenek." waalaikumsalam... Loh Aini,kamu kok pulang gak ngabarin?" tanya kak Hasna setelah pintu terbuka. " iyya kak,aq resign dari tempat kerja.aku bosan di sana jadi aku pulang aja dulu." jelasku. " Ma, Aini pulang ma." teriak kak Hasna memanggil mama. " kamu pulang nak? Gimana kabarmu?" tanya mama," aku baik ma" aku meluk mama Hana sambil menangis. " sudah kamu baiknya istirahat,kamu pasti capek perjalanan jauh." ucap mama Hana,aq terharuh karena perhatian mama Hana yang tak pernah ku dapatkan sejak kecil." kamu pulang juga Aini,tante kira kamu sudah lupa kampung ini." ucap tante Wana adik mama. " iyya tante,Aini gak mungkin lupa." jawabku.setelah semua kumpul dan bercerita sedikit akupun ke kamar istrhat. Tak ada sedikitpun yang membahas musibah di rumah tante Arumi,semoga saja semua lupa. Besoknya aku bangun seperti biasa aku melakukan semu pekerjaan disini,masak,bersih bersih. " Aini, sini bentar." panggil kak Hasna. Akupun mendekat ke tempat kak Hasna,sambil aku ajak main bayi kakaq yang baru umur 4 bulan. " Habis ini apa rencanamu,apa kamu akan tinggal di kampung ini atw akan pergi merantau lag?" tanya kak Hasna membuatku terdiam,tanpa ku sadari kalau semua berkumpul. Mama hana,tante wana dan nenek Mar.
" aku belum ada rencana,mungkin aku cari kerja di kota aja kak." jawabku padahal aku pengen ikut kakak." sebaiknya kamu ikut kita ke perkebunan,disana kamu bisa bantu kakamu ." ucap mama Hana." iyya Ai,kaka butuh bantuan disana jaga ponakan kamu." ungkap kak Hasna. " baik kak,aku ikut aja." ucapku. " Mang kapan kaka balik ke perkebunan?" tanyaku karena aku liat ini kok masak kayak mau pesta saja. " Besok,kaka sama mama mw balik,kamu ikut aja atw mau nyusul belakangan kalau masih capek." kata kak Hasna. " aku ikut aja kak." untung pakaianku belum ada ku bongkar dari koper."ya udah kamu packing aja barang kamu" perintah kak hasna. " Gak perlu kak,soalnya belum ku bongkar koperku jadi aman aja." ucapku menjelaskan. " ya udah kalo begitu kamu jaga ponakanmu,kaka mau mandi dulu dan beberes." perintah kak Hasna. " baik kak,nama ponanakanku ini siapa kak?" tanyaku karena aku belum tau nama'y. "Randi namanya." ucap kak hasna sambil berlalu. Aku pun bermain bersama Randi yang gembul. Aku melupakan semua kisah di perantauan. Kisah Cinta yang selalu kandas.Agus dan Satria semoga mereka bahagia,dan Om Arman semoga dia sadar akan kelakuannya. Tak terasa waktunya kami berangkat ke perkebunan,aku semngat sekali karena aku tak perlu pusing lagi harus bagaimana nantinya,karena cukup jaga Randi saja. Semua barang sudah masuk ke mobil,aku menggendong Randi yang tenang dalam gendonganku.ya aku akan membuat kisah baru lagi di perkebunan semoga aku bertemu jodoh yang baik.mendapatkan Cinta yang tulus. Saat akan berangkat hpq berbunyi,"Mia? Tumben nih anak?" ucapku karena setelah sekian lama baru kali ini dia nelpon lagi. "Assalamu alaikum baby?" ucapku berkelakar." waalaikum salam sayangku,gimana kabar kamu?" tanyanya." Baik sayang,kamu gimana sama suami kamu?" tanyaku "baik pula,kamu di mana sekarang,kata anak anak kamu resign?" tanya Mia. " aku dalam perjalanan,aku ikut kak Hasna sama mama ke perkebunan, rencana aku menetap disana." jawabku. " jadi ceritanya ninggalin kota pergi ke desa nih. Awas aja kamu gaul sama monyet kampret..hahahahaha." ucapnya sambil tertawa." Mending gaul ma monyet daripada ma buaya hehehhe" ucapku." ok deh beb,jaga diri disana ya jangan lupain aku,kamu adalah sahabat terbaik." ucapnya sambil nngis.tabdi aja ketawa terbahak sekarang melow . " iyya kamu juga jaga diri,semoga cepat punya baby kayak baby kak Hasna" ucapku kemudian matukan telpon. Perjalanan cukup jauh ternyata,baby Randy sudah terlelap di pangkuanku,aku pun memperbaiki posisi agar bisa tertidur tapi randy tetap aman dan nyaman.kak Hasna gak bisa jaga Randi karena kak hasna gak bisa selalu mabuk tiap naik mobil perjalanan jauh. Tanpa sadar aku terlelap sambil memegang randi,hidup terus berjalan kisah baru akan tercipta dengan lokasi berbeda..semoga ada Cinta untukku tanpa memandang masa laluku,dan perbedaan kasta,. Semoga di tempat baru Cinta sejati datang walau sebenarnya aku takut jatuh Cinta,takut akan terluka karena Cinta,perjalanan benar benar melelahkan berkali kali kami singgah istirahat,dan akhirnya sampai juga di tujuan. Udara sejuk dan segar segera ku hirup dalam dalam. Ternyata tetangga kak Hasna dan juga kaka pertamaku kk Rian datang menjemput kami. Juga kakak iparku suami kak Hasna,..kak Hata. Kami menurunkan barang,aku menyerahkan Randi ke kak Hasna karna aku harus ambil koperku juga. Ternyata ada teman kak Rian juga sedang menatapku aneh. Entah aku risih melihatnya. Semoga saja disini ,desa ini aku menemukan kebahagiaan tanpa kepalsuan.