
Kami pun setuju kalau pernikahan kami tetap pada jadwalnya. Reno sekarang sudah lebih baik,walau masih sering merasa pusing dan dia sekarang lebih banyak diam. Apakah dia masih memikirkan Sintya.
" Aini, tante harap kamu bisa membuat Reno melupakan Sintya,tante tau permintaan tanteĀ berat tapi tante hanya bisa minta sama kamu. Tante tidak tau minta tolong sama kamu." ucap tante Yesi membuatku semakin yakin keputusanku menikah dengan Reno. Aku harus siap jika suatu saat nanti akan ada badai dalam rumah tangga kami,aku hanya ingin Reno jadi lebih baik lagi untuk keluarga.
" iyya tante, Aini akan selalu berusaha menjadi istri yang terbaik buat Reno,aku akan membuatnya lupa pada wanita lain kecuali sama keluarga. Aini janji,akan selalu ada buatnya agar dia tidak berpaling dariku." janjiku pada tante Yesi.
" mulai sekarang kamu biasakan memanggil tante itu mama ya Aini,karena kamu nanti jadi anak ku juga." pinta tante Yesi yang ku jawab anggukan.
Hari hari kami lewati bersama,tidak ada lagi air mata. Keadaan Reno semakin membaik,dia tidak pernah merasakan sakit kepala lagi dan dia sekarang sudah bisa kerja,kesibukan kami di perusahaan membuat kami kadang pulang malam namun membuatku dan Reni semakin dekat. Tiap ada masalah kami bicarakan dengan kepala dingin,seperti kemarin saat Sintya dengan beraninya datang menemui Reno di kantor.
" Ren,maafin aku ya sayang,aku akan berubah tapi kamu kembali sama aku ya." pinta Sintya kala itu.
" maaf ya mbak,kami akan segera menikah dan tolong menjauh dari calon suami saya. Mbak itu cuma masa lalunya,jadi saya minta jangan ganggu kami lagi." pintaku pada Sintya.
" heh kamu wanita udik,gak usah ikut campur ya ini urusanku sama Reno." teriaknya padaku namun aku masih santai menanggapinya.
" urusan Reno adalah urusanku juga ya mbak." ucapku membuatnya semakin marah.
" cukup Sintya,kamu adalah masa lalu dan masa depanku adalah ya Aini. Sudah cukup aku berada dalam lingkaranmu. Aku sudah tidak mau terjebak denganmu lagi. Pergilah yang jauh dari hidupku."
Ucap Reno mengusirnya.
" akan ku pastikan kamu jadi milikku kembali Reno,kamu harus kembali padaku." teriaknya membuatku emosi.
" dan takkan ku ijinkan itu terjadi,takkan ku biarkan Reno jatuh ke lubang yang sama." ucapku mulai emosi.
__ADS_1
" liat mataku Ren,dan katakan kalau kamu sudah tidak mencintaiku lagi." perintahnya,kini aku sadari dia benar benar menggunakan semacam sihir atau guna guna untuk Reno,untung aku sudah minta ustadz membentengi Reno.
" jangan liat matanya Ren,dia akan membuat kamu jatuh lagi padanya. Mbak,Cinta itu hadir karena saling mencintai bukan hadir karena sihir atau guna guna." sindirku dengan suara agak keras,membuat yang ada di sekitar kami memandang kami.
" janganlah jadi pelakor mbak," ucapku lagi membuatnya semakin malu,karena disekitar kami sudah banyak yang bisik bisik.
" eh itu bukannya wanita jalan yang kemarin di pinggir jalan ya? Sekitaran rumah germo jenny,atau dia anak asuhan germo jenny?" ucap salah satu karyawanku dengan suara keras.
" oiyya benar,dia itu kan juga dlu simpanan pak toni." ucap yang lain menimpali membuatku dan Reno diam saja saling memandangi.
" eh mbak pelakor ******,mending keluar deh dari sini,ngotorin pemandangan kantor saja."
"Iyya tuh bikin sumpek dengan baunya,kayaknya dia habis dibuang dari pelanggannya." ejek semua karyawan membuatnya malu. Lalu dia pun berlalu tanpa berkata apa apa lagi.
" kamu harus semakin mendekatkan diri sama Allah ya sayang,aku todak mau kalau dia menguasai kamu lagi." ucapku saat masuk kembali ke ruanganku bersama Reno.
Setelah kedatangan Sintya di kantor aku pun semakin meningkatkan keamanan di kantor.Aku tidak ingin dia hadir kembali dalam hidup Reno.
Pernikahan pun tinggal besok,persiapan sudah 100%, aku melihat Reno semakin ceria. Semoga dia benar benar mencintaiku,namun aku pun sudah siap dengan segala macam yang akan terjadi.
" kamu tidak apakan Aini?" tanya tante Wiwi.
" aku baik saja mam," ucapku.
" mama harap kamu sekarang bahagia nak." ucapnya. Kini Sintya todak pernah muncul lagi mungkin dia sudah lekah menggangu,atau dia menyiapkan amunisi untuk menyerang kami.
__ADS_1
Alhamdulillah Reno sekarang semakin rajin ibadahnya,membuatku makin Cinta dan ketampanannya berlipat,aku semakin jatuh hati.
Hari pernikahan pun digelar,ntah kenapa aku merasa sedikit gugup. Saat Mua meriasku aku tiba tiba meneteskan air mata,entah kenapa.
" ada apa mbak?" tanyanya,dan aku hanya menggeleng. Akhirnya riasanku diperbaiki,dan Mama Wiwi datang menjemputku.
" sudah saatnya kamu keluar sayang,pengantin pria sudah siap ucap ijab kabulnya. Kamu tidak boleh sedih lagi,sekarang senyum ya." ucap mama Wiwi. Sekarang kami pun di pelaminan,menyalami para undangan. Yang kami undang hanya keluarga terdekat,teman terdekat dan para relasi bisnis saja. Namun ada tamu tak diundang hadir,Sintya.
" mau apa lagi sih ****** itu?" ucap Reno membuatku terkejut,pasalnya baru kali ini aku mendengar ucapan kasarnya.
" hati hati aja kak,jangan sampai kamu kepincut sama dia. Entah drama apa lagi yang akan dia bawa kesini." ucapku mengingatkannya.
" Reno,kamu tidak bisa meninggalkan aku,kamu harusnya menikahiku bukan wanita udik itu." teriak Sintya,membuat keributan di pestaku takkan ku biarkan.
" yang udik siapa ya mbak? Atau mbak menyebut diri sendiri? Lihat mbak,aku sama kamu tuh beda."ucapku sarkas.
" diam kamu udik,kamu merebut Reno dariku. Ren,aku hamil anak kamu,jadi kamu harus nikahi aku." ucapnya sungguh memalukan.aku jadi terkejut apakah ka Reno sudah sejauh itu sama dia?
" kamu bilang kamu hamil? Dan itu anak aku? Kapan aku meniduri kamu? Apa pernah aku tidur sama kamu dalam satu ranjang dan satu selimut?" tanya kak Reno membuat para tamu terdiam.
" kamu itu wanita ******,yang selalu berganti pasangan apakah saking bingungnya siapa benih yang kamu kandung itu sehingga kamu berlari padaku?"teriak kak Reno membungkam mulut Sintya. Kini tamu balik menghina Sintya.
" eh wanita itu lagi,eh mbak,apa pria simpanan kamu sudah tidak menginginkan kamu?" tanya salah satu tamu yang pernah menghina Sintya dulu. Sedangkan salah satu tamu disitu adalah pak toni pria langganan Sintya.
" kamu tidak ingin membelanya pak Toni?" bisik salah satu tamu yang di samping pak Toni,dan istri pak Toni yang sudah tau akan sepak terjang Sintya pun turut angkat bicara.
__ADS_1
" wanita yang selalu berganti pasangan sebutan apa yang pantas untuknya.? Dulu aku diam saat kamu menggoda suamiku,karena saat itu aku hamil. Sekarang karena suamiku tidak ingin berhubungan denganmu jadi kamu ingin menggaet Tuan Reno?? Dilihat dari mana pun kamu berada jauh dibawah nona Aini,bahkan untuk jadi keset kakinya pun kamu tidak pantas." penghinaan yang cukup memukul mental Sintya, aku tak menyangka acara pernikahanku jadi ajang penghinaan untuk Sintya. Tamu tamu yang hadir semakin mencemoh Sintya,dan ku rasakan genggaman tangan kak Reno makin erat,tak sedikit pun di menatap Sintya. Kini aku sadari dia adalah duniaku. Sintya akhirnya dibawa paksa petugas keamanan demi kelancaran pestaku. Semoga ku bahagia.
# maaf kalau ceritanya tidak menarik