Hidupku penuh air mata dan luka

Hidupku penuh air mata dan luka
damai


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan jauh yang cukup melelahkan,kami pun akhirnya sampai di rumah kak Hasna. Tak terasa air mata kembali menetes kala mengingat semua kenangan di kampung ini,ada bahagia ada duka. Tampak kak Hasna keluar dari rumah sambil menggendong anaknya,aku pun langsung berlari memeluknya. Aku sangat merindukan kakak dan ponakanku ini.


Kak Hasna pun membalas pelukanku dan tak bisa ku tahan tangisku,dia pun menangis sesenggukan.


" sebaiknya kalian masuk dulu,pasti capek setelah perjalanan jauh. Tante Wiwi apa kabarnya,ayo asuk dulu istirahat." ucap kak Hasna. Aku pun masuk dan terasa aneh dalam ruangan ini,jauh berbeda dengan sebelum aku meninggalkannya.


" kak,mama mana?" tanyaku dan ku lihat kak Hasna seperti menyimpan duka mendalam,ada apa sebenarnya. Apa yang terjadi dengan keadaan keluargaku di sini. Tak lama kemudian kak Rian pun datang dan sepertinya dia terkejut melihatku.


Aku pun langsung berlari menghambur ke pelukannya,dia adalah pengganti ayahku dulu.


" kak,apa yang terjadi? Kemana mama?"tanyaku tidak sabar mengetahui keberadaan mama Hana.


Sama halnya kak Hasna,aku pun melihat duka dalam mata kak Rian,apa yang terjadi sama mama Hana? Kenapa mereka diam saja.


" kak,kalian ini kenapa sih aku nanya malah diam?" bentakku karen tidak mendapat jawaban.


" tante Wiwi apa kabar,lama tidak bertemu. Sebaiknya kalian istirahat dulu,pasti perjalanan melelahkan." ucap kak Rian membuatku kesal.


" kenapa sih kalian ini,aku nanya dicuekin." ucapku sudah emosi. Kak Reno pun langsung mengelus punggungku mencoba meredakan emosiku.


" kita istirahat dulu ya sayang,kamu pasti lelah."ucapnya tapi aku tetap ingin ketemu mama.

__ADS_1


"Tidak mau,pokoknya aku mau ketemu mama Hana." teriakku dengan suara bergetar karena aku sudah menangis,aku yakin pasti sesuatu telah terjadi sama mama Hana. Namun entah mengapa mereka masih tidak ingin memberi tahuku keadaan mama Hana, malah memilih diam saja.


" sebaiknya kalian memberi tahunya apa yang terjadi,karena dia tidak akan diam sampai dia mengetahui apa yang ingin dia tahu." ucap mama Wiwi menasehati kedua kakakku. Terdengar suara helaan nafas dari kak Rian,sepertinya sangat berat akan hal yang ingin dia sampaikan.


" sebenarnya,mama kena stroke. Sekarang dia ada di kamar kamu yang dulu,dia terus memanggil kamu. Sepertinya karma datang menghampiri mama." ucap kak Rian menangis,dan aku mematung sungguh aku terkejut mendengarnya. Sakit ya hatiku sakit mendengarnya.


" kenapa bisa mama stroke? Bukankah selama ini dia sehat saja?" tanyaku lagi tak percaya.


" kakak akan menceritakan semuanya,tapi kamu harus tenang,jangan memotong ceritaku,karena aku tau kamu pasti akan menyelaku. Reno,kamu pegangi dia selama aku bercerita karena aku yakin saat aku bicara dia akan meninggalkanku sebelum cerita usai." ucap kak Rian seolah apa yang akan di ceritakan akan membuatku ngamuk. Tapi emang dulu itu pernah terjadi cerita belum selesai aku sudah lari mencari penyebabnya yang mana masalah udah selesai,itulah akibatnya mendengar cerita separuh,belum selesai sudah ambil kesimpulan sendiri. Akhirnya aku duduk dekat kak Reno,dan kak Hasna bawa minuman dingin dia datang bersama kak Atha.


" kamu tenang kan sekarang,ijinkan kaka bercerita." ucapnya hanya ku balas anggukan saja.


" sejak kamu meninggalkan kampung ini setelah membalas Arif,mama sering ngurung diri di kamar. Terkadang terdengar tangisan yang memilukan,seperti sebuah penyesalan terdalam. Aku masuk melihatnya,dia bilang telah melakukan kesalahan besar padamu. Memaksamu menikah sama Arif karena dia telah diberi uang  yang banyak. Mama menangis sambil memeluk foto kamu dan foto ibu kandungmu. Setelah mama ceritakan masa lalu kamu dan ibu kandungmu,aku kaget karena ternyata mama yang pelakor. Setelah tiga hari menceritakan penyesalannya,dia sedikit tenang dan minta bertemu sama kamu,tapi kami tidak tau harus menghubungi kamu dimana karena nomor kamu terganti. Aku pun janji padanya akan bawa ke kamu walau entah kapan dan dimana. Dia pun kembali ceria bahkan melakukan bersih bersih halaman depan. Dan karena itu pulalah dia mendapatkan petaka itu,Arif bebas dan langsung menghajar mama hingga mama jatuh kepalanya membentur pot. Untung warga segera menolong namun Arif melarikan diri,tapi naas dia pun tertabrak truk yang melaju kencang dan meninggal di tempat. Sejak itulah mama stroke,dia hanya selalu menyebut namamu dan meminta maaf. Hanya itu yang selalu keluar dari mulutnya,kata maaf dan namamu." cerita kak Rian membuat kami semua menangis dan aku pun tidak mendengarkan semua dan berlari ke tempat mama berbaring. Keadaannya membuatku terluka,sekejam kejamnya perbuatannya dulu aku tetap menyayanginya. Dia terbaring lemas memeluk bingkai fotoku,segitu dalam penyesalan mama. Aku pun menghambur ke pelukannya,dan menangis hingga dia membuka mata. Dia sungguh berbeda,kini dia kurus.


" wi.. Maf ku ahat ma mu." ucapnya lagi memandang mama Wiwi. Semua terharu melihat keadaan mama Hana,kami pun memeluk mama.


" kak, mama masih bisa disembuhkan kan?" tanyaku pada kedua kakakku tapi mereka hanya saling melihat,apa karena soal biaya ya? Tanyaku dalam hati karena mereka seperti bingung.


" soal biaya jangan khawatir kak,aku ada kok pekerjaan. Atau perlu bawa mama ke Jakarta." ucapku kemudian karena mereka masih diam.


" bukan masalah biaya dek,tapi penyakit mama bukan hanya karena stroke,tapi  mama kanker darah stadium akhir,kata dokter umurnya tidak lama lagi karena kanker sudah menggerogoti sudah 80% tubuhnya " suara kak Atha.

__ADS_1


" kak maafkan Aini,karena amarah telah menguasai hatiku sehingga membiarkan kalian semua menderita bersama mama." tangis pun pecah kembali memenuhi semua ruangan itu.


" sudah Aini,kamu tidak salah semua ini sudah takdir. Keinginan mama selama ini hanya ingin bertemu dan minta maaf padamu." ucap kak Atha.


Aku pun menghadap mama Hana dan aku taruh kepalaku di pangkuannya,ku rasakan elusan tangannya,karena memang hanya sebagian yang lumpuh tapi masih bisa duduk dan tangan kanan masih berfungsi. Aku genggam tangan kirinya,terasa dingin sekali seperti es. Elusan tangannya di rambut semakin melambat dan pelan tidak lama kemudian berhenti,aku mendongak melihat matanya terpejam lalu aku ajak bicara.


" ma,aku bahagia sekali bisa dipangku dan dielus seperti ini ma,makasih ya ma." ucapku dan kurasakan kembali elusan di kepalaku. Namun tiba tiba tangan mama terjatuh dari kepalaku,aku oun mengerti dia sudah pergi dengan senyum di bibir. Tangisku pun kini pecah,kebersamaan yang hangat ini adalah yang pertama dan terakhir ku rasakan darinya. Kak Reno pun langsung memapah badanku membawa ku keluar,kini mama istirahat dengan tenang,aku ikhlas. Walau pun aku ikhlas tapi aku merasa kehilangan walau selama ini mama tidak terlalu baik tapi aku yakin dia sayang sama aku. Kini semua sedih atas kepergian mama.


" kamu sekarang harus bahagia dek,jangan sedih terus. Sudah waktunya kamu bahagia,agar ayah sama mama juga tenang ya." nasehat kak Rian.


Setelah pemakaman selesai,kami pun kumpul di ruang keluarga kak Hasna.


" sekarang kamu harus fokus menata masa depan kamu bersama keluarga kecilmu. Tutup sudah kisah sedihmu. Reno,kami titip adek kami,tolong sayangi dia,cintai dia,beri bahagia jangan duka dan penderitaan karena dia sudah cukup menderita." pinta kak Atha pada kak Reno.


Setelah tiga hari,aku pun dan rombongan meninggalkan kampung  kenanganku yang penuh dengan duka dan air mata,lembaran pun aku harus tutup demi membuka lembaran baru dengan cerita baru,seperti kata kakakku aku harus bahagia.


Aku pasti akan bahagia kak,aku janji. Ku benamkan wajahku di dada Reno,sungguh aku merasakan kedamaian.sungguh bahagia dan tenang,


" aku mencintai mu Reno sayang."


" aku juga mencintaimu Aini sayang,mari kita mengarungi hidup rumah tangga kita dengan bahagia." semua tersenyum melihat kami,tampak semua menunjukkan wajah bahagia...inilah kebahagian yang ku damba.

__ADS_1


END


__ADS_2