
Di sisi lain, bunda sedang mendengarkan suara obrolan antara Budi dan mamanya. Ya, mama sedang berbicara dengan bunda lewat telpon saat Budi berteriak tadi. Bunda mendengar dengan jelas suara Budi yang berteriak meminta seseorang pergi. Bunda yakin, yang Budi suruh pergi itu adalah mahkluk halus yang selalu mendekati Budi selama ini.
"Maaf bu Nunung, ada apa?" tanya bunda saat mama menyambung obrolan mereka kembali.
"Oh, gak ada apa-apa bu sarah. Saya hanya bicara dengan Budi sebentar. Oh ya, tadi bu Sarah mau bicara apa soal Budi?" tanya mama.
"Oh itu, tadi saya hanya ingin mengatakan kalau Budi sebaiknya jangan diizinkan keluar rumah bu Nunung. Maklum, anak seperti itu takut membahayakan orang lain."
"Maksud bu Sarah apa?" tanya mama dengan nada kesal karena bunda seolah-olah mengatakan Budi adalah anak berbahaya bagi orang lain.
"Maaf sebelumnya bu Nunung, saya tidak bermaksud mengatakan anak bu Nunung itu berbahaya lho ya. Saya hanya .... "
"Braakkkk."
Sebuah bunyi pukulan yang sangat keras terdengar dari belakang bu Sarah. Bunyi itu membuat bu Sarah menghentikan kata-kata yang akan ia ucapkan. Sedangkan mama, ia sangat kaget saat mendengar bunyi pukulan tersebut.
"Ada apa bu Sarah? Bunyi apa itu?" tanya mama.
Namun, yang ditanya bukannya menjawab, malah mematikan sambungan telpon langsung tanpa salam sama sekali.
__ADS_1
"Halo .... "
"Bu Sarah. Halo ... "
"Bu Sarah ada apa?"
Mama melihat ponselnya. Di sana sudah tidak ada panggilan yang tersambung lagi. Telpon dari bu Sarah sudah terputus dengan sendirinya.
"Ada apa sih bu Sarah ini. Tanpa salah, tanpa basa-basi, main tutup telpon secara sepihak saja," kata mama sambil geleng-geleng kepala.
Mama pikir bu Sarah sengaja memutuskan pembicaraan mereka secara sepihak. Tapi sebenarnya, bu Sarah sedang mendapatkan tamu yang tak diundang saat ini. Tamu itu datang, lalu membawa aura negatif yang mengakibatkan jaringan bu Sarah terganggu.
Bu Sarah melihat seorang wanita cantik sedang duduk di kursi depan meja riasnya. Wanita itu tersenyum menyeringai, membuat bulu kuduk bu Sarah jadi berdiri.
"Si--siapa kamu?" tanya bu Sarah gelagapan karena takut.
"Sarah. Lupa kamu sama aku?" tanya wanita itu dengan nada tinggi dan berat.
"Aku tidak kenal kamu. Kita tak ada urusan. Kenapa kamu datang menemui aku. Pergi kamu!"
__ADS_1
"Lancang kamu bicara seperti itu padaku Sarah. Lupa kamu dengan dosa yang telah kamu buat padaku? Kau manusia yang lebih keji dari se*tan, Sarah."
"Apa maksudmu? Aku tidak ada urusan dengan kamu. Pergi sekarang juga atau kamu akan menyesal," kata bu Sarah sambil terus berusaha berinsut pelan menuju pintu.
"Ha ha ha ... Sarah, Sarah. Apakah kamu tidak bisa berpikir jernih sekarang? Apakah kamu tidak ingat? Jika aku bisa masuk ke dalam rumahmu, bahkan kamarmu ini, itu tandanya, apa yang kamu punya sudah tidak ada lagi."
"Apa--apa maksudmu?" tanya bu Sarah semakin ketakutan.
"Peliharaan mu sudah aku musnahkan. Dan sekarang, giliran kamu yang akan aku musnahkan, S-a-r-a-h."
Bu Sarah menelan ludahnya dengan susah payah. Hatinya masih ragu untuk percaya apa yang wanita itu katakan. Tapi, satu sisi hati bu Sarah yang lain telah membenarkan apa yang wanita itu katakan.
Jika memang peliharaan bu Sarah masih hidup, tentu tidak akan membiarkan wanita ini masuk ke dalam rumah. Karena wanita ini tentu akan membahayakan tuannya. Kata-kata itu membuat bu Sarah meyakinkan satu sisi hatinya kalau peliharaan yang ia miliki sudah musnah.
"Si--siapa kamu sebenarnya? Apa salahku padamu sampai-sampai kamu tega membunuh jin yang aku miliki?" tanya bu Sarah memberanikan diri.
Karena memang, dia tidak tahu apa salahnya? Siapa wanita yang ada di hadapannya saat ini? Makanya, bu Sarah memberanikan diri untuk bertanya agar dia tidak merasa penasaran dengan serangan yang tiba-tiba ini. Setahu bu Sarah, dia tidak pernah mencari masalah dengan orang lain selama ini. Apa lagi orang yang punya peliharaan yang kuat, sekuat wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Bu Sarah tahu kalau wanita yang ada di hadapannya saat ini bukanlah manusia, melainkan berasal dari makhluk halus. Ia kagum dengan pemilik mahkluk halus ini, begitu hebat sampai bisa menaklukkan mahkluk halus yang sangat hebat.
__ADS_1
Karena, jika mahkluk halus yang ada di hadapan bu Sarah tidak hebat, maka tidak akan bisa membunuh jin peliharaannya. Jangankan membunuh, menyentuh saja tidak bisa. Karena apa? Karena jin peliharaan bu Sarah adalah jin hebat dan punya kekuatan spesial.