
Sehari yang lalu,
Sesudah insiden tak terduga di kota Azalea.
Clèment's POV
Malam yang sunyi,
Kumpulan bintang dan sebuah bulan sabit yang terang mewarnai langit malam.
Para pasukan yang sempat keluar dari markas Aliansi Azalea menuju pusat kota karena adanya insiden mendadak, akhirnya mereka kembali lagi. Clèment yang sedang menyeruput secangkir teh sambil memantau radar wilayah Azalea terkejut dengan pintu yang baru saja setengah dibanting oleh Lucian.
Menatapnya.
"Bagaimana?" tanya Lucian. Nafasnya tersengal-sengal.
"Kita telah merekrut iblis."
"Maksudnya?" tanya Clèment untuk memastikan.
Wajah Lucian panik di depan pintu.
Nica?
Tiba-tiba pikiran Clèment langsung tertuju pada Nica.
Tidak mungkin! Bagaimana dia bisa ceroboh seperti itu?!
Clèment langsung beranjak dari zona nyamannya dan keluar dari ruangan, melewati Lucian yang sedang berada di sisi pintu yang terbuka.
"Clèment!" panggilnya tiba-tiba sambil mencengkram lengan Clèment. Langkah Clèment seketika terhenti.
"Jangan mendekatinya!" kata Lucian. "Atau kau akan terbunuh."
"Karena kami hanya menyuntikkan obat bius dengan dosis tingkat sedang padanya."
Clèment tersenyum miring dan menatap sinis kedua mata Lucian. "Peduli amat."
"Oh aku lupa sesuatu," ucap Clèment. "Di mana iblis itu?"
"Para anggota Alta dan Greer menempatkannya di sel tahanan khusus ruang bawah tanah."
"Oke!" jawab Clèment dan langsung meninggalkan Lucian yang masih terdiam di depan pintu.
Clèment terus berlari menuju lokasi iblis itu berada. Dirinya yakin sekali bahwa iblis itu adalah Nica Rosabelle.
"Bodoh sekali kau telah mengumbarkan identitas aslimu disaat yang tidak tepat!" gerutunya.
Tiba-tiba Clèment bertemu dengan Louis. Lelaki berambut biru itu sedang terduduk di tangga luar markas Aliansi Azalea. Hanya seorang diri yang sedang termenung di antara para prajurit yang sedang berbincang di luar halaman.
Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
Clèment menepuk pundak Louis pelan dari belakang. Seketika dirinya langsung menoleh ke arah Clèment dengan raut wajah terkejut. Louis langsung beranjak dari posisi duduknya dan menghadap Clèment."Clèment?"
"Kau kenapa sendirian?"
"S—saya .... "
"Bentar, " ucap Clèment sambil memerhatikan penampilan Louis dari atas sampai bawah. Louis tampak membawa sebuah pisau belati dan sepasang sarung tangan hitam yang melekat di kedua tangannya. "Apa kau ikut menyelidiki insiden di Distrik Sròv tadi?"
Louis mengangguk pelan. Wajahnya terlihat lesu.
"Kau tahu di mana iblisnya?"
"He?" Louis terkejut dengan perkataan Clèment yang seperti terburu-buru.
"Baik kalau kau tidak ingin memberitahuku," jawab Clèment sambil pergi meninggalkan Louis di halaman markas.
Belum satu langkah, dirinya tiba-tiba memanggil Clèment. "Clèment!"
"Jangan ke sana!" ucap Louis. "Biarkan dirinya tenang dan jangan menganggu ketenangannya."
Clèment terdiam. Dirinya ingin memastikan siapakah iblis itu.
"Memangnya siapa dia?"
"Saya tidak ingin memberitahu Anda."
"Tanpa kau beritahu juga aku sudah tahu siapa," jawab Clèment, lalu berbalik badan menghadap Louis yang mematung. "Aku hanya ingin memastikan saja."
"Nica," ucapnya."Nica Rosabelle."
Louis terdiam.
"Aku sudah tahu lebih dulu darimu!" lanjut Clèment. "Sejak lumpuhnya regu sayap kiri saat ekspedisi Desa Kimo kemarin."
Clèment melangkah kembali menuju tangga di halaman markas dan duduk di sana. Di samping Louis.
Louis masih saja terdiam.
"Kau," panggil Clèment. "Apakah kau tidak lelah dengan berdiam diri seperti itu?"
"Anda jangan coba membohongi saya, ya!" bentak Louis. "MANA MUNGKIN ITU NICA!"
"Nica hanyalah seorang manusia biasa asal Anda tahu!" tegasnya.
Clèment menghela nafas dan berkata, "Susah sekali bicara dengan orang keras kepala sepertimu."
"Kau bisa langsung menyaksikannya di persidangan nanti."
"Nica bukanlah iblis biasa yang seperti di luar sana," kata Clèment sambil mengamati pemandangan di halaman markas Aliansi Azalea pada malam hari dan menikmati indahnya langit malam yang cerah. "Dia adalah iblis yang terlahir untuk mengubah dunia yang kejam ini."
"Dirinya tidak menyukai darah sebagaimana iblis pada umumnya," lanjutnya.
Terjadi keheningan di antara mereka berdua selama beberapa detik.
"Kuminta satu hal padamu," kata Clèment. "Tolong jangan karena ini, kau jadi membenci dirinya."
"Walaupun dia iblis sekalipun, tetapi dirinya sangat lemah!"
"Butuh bantuan dan dukungan dari orang-orang yang dia sayangi," jelasnya. "Terutama darimu."
"Saya tidak akan pernah membenci dirinya bahkan untuk membunuhnya sekalipun karena saya tidak pernah berniat melakukannya!" jelas Louis. "Mau dirinya iblis atau monster lain sekalipun,"
"Karena saya menyukai dirinya."
Clèment langsung menatap wajah Louis yang juga sedang menatap langit malam yang dipenuh bintang-bintang kecil berhamburan.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu melindungi dirinya."
"Saya tidak ingin Nica menjadi orang-orang yang kesekian kalinya meninggalkan saya!"
"S—saya takut sekali bahwa ...." Kalimatnya terputus.
"Dirinya selalu mengalami pusing setiap kali dia memikirkan sesuatu yang tidak jelas."
"Sesuatu yang tidak jelas?" tanya Clèment yang mulai bingung dengan penjelasan Louis.
__ADS_1
"Ya," jawabnya. "Dia pernah mengatakan bahwa dia pernah mengalami suatu kejadian di mana dia pernah berada di tempat itu sebelumnya."
"Tapi saat dirinya berusaha untuk memikirkannya lagi, kepalanya langsung pusing seketika."
"Semacam deja vu bukan, sih?"
"Entahlah," jawabnya.
"Kelihatannya dia selalu memendamn masalahnya sendiri kalau diperhatikan lagi." ucap Clèment.
"Memang," jawab Louis. "Maaf saya jadi curhat."
Clèment menepuk pundaknya dan tersenyum. "Orang sedih sepertimu butuh didengarkan."
"Kau bilang kau menyukainya, kan?"
Louis terkejut mendengar perkataan Clèment.
"Sebaiknya kau mengatakan padanya langsung sebelum dirinya diambil orang lain!" ejek Clèment sembari beranjak dari posisi duduknya dan melangkah meninggalkan diri Louis yang masih mematung.
"Masalah ingatan, ya?" gumam Clèment. Dirinya pun kembali ke ruangannya lagi.
--
Nica's POV
Aku langsung membuka amplop kecil dan menemukan secarik kertas yang terlipat di dalamnya.
01010000 01000101 01010010 01001101 01000001 01001001 01001110 01000001 01001110 00100010 01001001 01001110 01000111 01000001 01010100 01000001 01001110 00100010
"APA, NIH?!!" ucapku sambil mengamati angka-angka aneh di bagian atas kertas.
Kode-kode yang tidak kumengerti.
Aku tidak bisa membacanya.
"Kode nuklir, kali!" ucapku.
"Bukan!" sela Louis sambil mengamati kode-kode di dalam secarik kertas tersebut. "Ini kode biner."
"KODE BINER?!"
"Iya," ucap Louis. "Tapi aku tidak mengerti kode-kode ini."
"Apa-apaan coba Komandan Regu Clèment kasih beginian?" ucapku dengan nada meninggi.
Aku terus mengamati kertas tersebut sambil membolak-balikkan kertas itu sampai aku menemukan sebuah kertas kecil yang menempel di baliknya.
Sebuah catatan kecil berisi terjemahan kode biner dalam huruf alfabet dan beberapa tanda baca juga.
"Untung aja ada ini," kataku. "Coba kalo gak, gila aja!"
"Coba aku lihat!" ucap Louis. Aku langsung menyerahkan kertas tersebut kepadanya.
"Per–ma–i–nan," kataku sambil menerjemahkan kalimat biner dengan huruf-huruf alfabet dengan sangat teliti.
"—Ingatan," kata Louis. "Tulisannya, permainan ingatan dalam huruf kapital."
Lalu aku melihat tulisan 'syarat' dalam huruf alfabet sehingga aku tidak perlu menerjemahkannya lagi.
Di sana diterangkan bahwa syarat pertama adalah 'Jawab pertanyaan harus berurutan. Bila tidak berurutan, kau dinyatakan gagal!'.
Syarat kedua, 'Jawab sebisamu saja.'
Syarat ketiga, 'Jawab menggunakan huruf alfabet agar lebih mudah.'
Syarat terakhir, 'Ini adalah syarat paling terpenting! Kau harus kosongkan pikiranmu dan rilekskan dirimu.'
Lalu ada kalimat 'Selamat mengerjakan!' di bagian akhir syarat.
"Oke!" ucapku sambil memahami syarat-syarat yang tertera di kertas tersebut.
Lalu kulihat kalimat selanjutnya.
'LEVEL 1'
"Ini menggunakan sistem level, nih!" kata Louis.
"Iya," kataku. "Langsung mulai aja lah!"
Untung saja walaupun di dalam sel penjara, namun masih disediakan sebuah pensil kayu di atas meja kayu yang terletak di samping tempat tidur yang sudah agak berdebu. Louis menemukannya dan memberikan kepadaku.
Pertanyaan pertama dalam kode biner.
00110001 00101110 00110001 01001011 01101111 01110100 01100001 01111001 01100001 01101110 01100111 01001011 01100001 01110101 01110100 01101001 01101110 01100111 01100111 01100001 01101100 01100100 01110101 01101100 01110101 00111111
Terjemahan:
1.1 Kota yang kau tinggal dulu?
Aku langsung menjawab pertanyaan pertama di samping kode biner itu menggunakan pensil kayu.
Jawabanku: 'Rainville.'
Masih mudah.
Pertanyaan kedua.
00110001 00101110 00110010 01010111 01100001 01101011 01110100 01110101 01101011 01100001 01110101 01110100 01100101 01110010 01100010 01100001 01101110 01100111 01110101 01101110 01100100 01100001 01110010 01101001 01101101 01101001 01101101 01110000 01101001 01111001 01100001 01101110 01100111 01110000 01100001 01101110 01101010 01100001 01101110 01100111 00111111
Terjemahan:
1.2 Waktu kau terbangun dari mimpi yang panjang?
Oke mulai sulit.
Jawabanku: 'Aku tidak ingat secara detailnya, tetapi aku bangun pagi sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi.'
Pikiranku mulai mengikuti alur permainan ini.
Pertanyaan ketiga.
00110001 00101110 00110011 01001111 01110010 01100001 01101110 01100111 01111001 01100001 01101110 01100111 01110000 01100101 01110010 01110100 01100001 01101101 01100001 01101011 01100001 01101100 01101001 01101011 01100001 01110101 01101100 01101001 01101000 01100001 01110100 00111111
Terjemahan:
1.3 Orang yang pertama kali kau lihat?
Jawabanku: 'Mama Mathilda.'
Pertanyaan keempat.
00110001 00101110 00110100 01001101 01100001 01101011 01100001 01101110 01100001 01101110 01111001 01100001 01101110 01100111 01101011 01100001 01110101 01001101 01100001 01101011 01100001 01101110 01110011 01100001 01100001 01110100 01001101 01100001 01101011 01100001 01101110 01110000 01100001 01100111 01101001 01110000 01100101 01110010 01110100 01100001 01001101 01100001 01101011 01100001 01101100 01101001 00111111
Terjemahan:
1.4 Makanan yang kau makan saat makan pagi pertama kali?
__ADS_1
Jawabanku: 'Daging sapi asap dan telur orak-arik.'
Pertanyaan kelima.
00110001 00101110 00110101 01001011 01100101 01101001 01101110 01100100 01100001 01101000 01100001 01101110 01100001 01101100 01100001 01101101 01111001 01100001 01101110 0110111 01101101 01100101 01101110 01100111 01100111 01110101 01101110 01100111 01100111 01100001 01101000 01110000 01100101 01110010 01100001 01110011 01100001 01100001 01101110 01101101 01110101 00111111
Terjemahan:
1.5 Keindahan alam yang menggunggah perasaanmu?
Jawabanku: 'Aku tidak tahu nama danaunya. Akan tetapi, danau itu terletak di Rainville.'
Lanjut ke level berikutnya,
'LEVEL 2'
Pertanyaan pertama,
00110010 00101110 00110001 00110001 01001011 01101111 01110100 01100001 01100100 01101001 01101101 01100001 01101110 01100001 01101011 01100001 01110101 01110100 01100101 01110010 01100100 01100001 01101101 01110000 01100001 01110010 00111111
Terjemahan:
2.1 Kota di mana kau terdampar?
Jawabanku: 'Aku tidak tahu.'
Aku terus mengikuti alur ingatanku yang semakin jauh seakan-akan masuk ke dalam sebuah mimpi. Aku perlahan-lahan mengingat ingatanku yang sempat hilang.
Sungguh terasa asing bagiku.
Tubuhku mulai terkulai lemas seperti benang. Namun, aku tetap berusaha untuk melanjutkan permainan ini sampai selesai.
Pertanyaan kedua,
00110010 00101110 00110010 01001000 01100001 01101100 01111001 01100001 01101110 01100111 01110000 01100101 01110010 01110100 01100001 01101101 01100001 01101011 01100001 01101100 01101001 01101101 01100101 01101101 01100010 01110101 01100001 01110100 01101101 01110101 01110000 01100001 01101110 01101001 01101011 00111111
Terjemahan:
2.2 Hal yang pertama kali membuatmu panik?
Jawabanku: 'Menembak orang di dalam rumah.'
Ingatanku semakin tajam.
Pertanyaan ketiga,
00110010 00101110 00110011 01001111 01110010 01100001 01101110 0110111 01111001 01100001 01101110 0110111 01110011 01100001 01110100 01110101 01110100 01101001 01101101 01100100 01100101 01101110 01100111 01100001 01100111 01101101 01110101 01111001 01100001 01101110 0110111 01101101 01100001 01110011 01101001 01101000 01110011 01100101 01101100 01100001 01101101 01100001 01110100 00111111
Terjemahan:
2.3 Orang yang satu tim denganmu yang masih selamat?
Jawabanku: 'Oliver, tapi akhirnya dia tertembak.'
Pertanyaan keempat,
00110010 00101110 00110100 01000001 01110000 01100001 01111001 01100001 01101110 01100111 01110100 01100101 01110010 01101010 01100001 01100100 01101001 01110011 01100101 01110100 01100101 01101100 01100001 01101000 01101001 01110100 01110101 00111111
Terjemahan:
2.4 Apa yang terjadi setelah itu?
Jawabanku: 'Aku juga mati tertembak.'
'LEVEL 3'
ingatanku semakin jauh.
Aku merasakan hawa dingin di sekitarku. Suasana di sekelilingku terasa semakin hening seakan-akan telingaku ditutup.
Pertanyaan pertama,
00110011 00101110 00110001 01001011 01100101 01100111 01101001 01100001 01110100 01100001 01101110 01110100 01100101 01110010 01100001 01101011 01101000 01101011 01101001 01110010 00111111
Terjemahan:
3.1 Kegiatan terakhir?
Jawabanku: 'Bermain game.'
Pertanyaan kedua,
00110011 00101110 00110010 01001010 01100101 01101110 01101001 01110011 01110000 01100101 01110010 01101101 01100001 01101001 01101110 01100001 01101110 00111111
Terjemahan:
3.2 Jenis permainan?
Jawabanku: 'Survival game.'
Pertanyaan ketiga,
00110011 00101110 00110011 01001100 01100001 01110100 01100001 01110010 01110100 01100101 01101101 01110000 01100001 01110100 01110011 01100001 01100001 01110100 01101011 01100001 01110101 01101101 01100101 01101100 01100001 01101011 01110101 01101011 01100001 01101110 01101011 01100101 01100111 01101001 01100001 01110100 01100001 01101110 01101001 01110100 01110101 00111111
Terjemahan:
3.3 Latar tempat saat kau melakukan kegiatan itu?
Jawabanku: 'Di kamarku sendiri.'
Pertanyaan keempat,
00110011 00101110 00110100 01000100 01100001 01101110 01100001 01110101 01111001 01100001 01101110 01100111 01110000 01100101 01110010 01101110 01100001 01101000 01101011 01100001 01110101 01101011 01110101 01101110 01101010 01110101 01101110 01100111 01101001 01100100 01101001 01101101 01100001 01101110 01100001 01100100 01100001 01101110 01100001 01110101 01101001 01110100 01110101 01101101 01101001 01110010 01101001 01110000 01100100 01101001 01010010 01100001 01101001 01101110 01110110 01101001 01101100 01101100 01100101 00111111
Terjemahan:
3.4 Danau yang pernah kau kunjungi dimana danau itu mirip dengan di Rainville?
Jawabanku: 'Danau Zürichsee.'
Pertanyaan kelima,
00110011 00101110 00110101 01001111 01110010 01100001 01101110 01100111 01110100 01100101 01110010 01100001 01101011 01101000 01101001 0110010 01101011 01100001 01110101 01101100 01101001 01101000 01100001 01110100 00111111
Terjemahan:
3.5 Orang terakhir kau lihat?
Jawabanku: 'Kakakku.'
Pertanyaan keenam (terakhir),
00110011 00101110 00110110 01001011 01101111 01110100 01100001 01100001 01110011 01100001 01101100 01101101 01110101 00111111
Terjemahan:
3.6 Kota asalmu?
__ADS_1
Jawabanku: 'Jakarta.'
Semuanya menghilang ....