
Sejenak Rama dan orang tuanya saling berpandangan satu sama lain mendengar Rocky mencari Reta di rumah mereka.
"Kenapa kamu malah mencari Reta di sini, dan mengatakan bahwa aku yang telah menyembunyikannya? bukankah terakhir Reta itu pergi bersamamu?" ucap Rama merasa heran seraya tersenyum sinis.
Rocky pun memaksakan kehendaknya dengan menerobos masuk rumah kediaman Papah Sony tanpa permisi sama sekali.
"Reta cepat keluar, kamu tak usah bersembunyi! Reta di mana kamu?"
Melihat tingkah Rocky yang tidak sopan membuat Rama menjadi emosi, ia pun mengejar keberadaan Rocky yang nyelonong masuk begitu saja.
Orang tua Rama juga merasakan kesal terhadap Rocky, mereka juga menyusul masuk ke dalam rumah.
"Kurang ajar banget itu anak! main nyelonong masuk saja rumah orang tidak ada sopan santunnya sama sekali!" celoteh Mamah Nana kesal.
Rama pun menyeret Rocky dan membawanya paksa keluar dari rumahnya disaksikan oleh orang tua Rama.
"Pergi kamu dari rumah ini dan jangan pernah kamu datang lagi ke mari! jika kamu ingin mencari Reta bukan di sini tempatnya, karena statusku dengan Reta itu sudah lama bercerai. Jadi jangan asal masuk rumah orang seenaknya saja tanpa ada permisi tanpa ada rasa sopan santun sama sekali!" bentak Rama kesal seraya mendorong kasar ribu Rocky ke pelataran rumah.
Papa Sony juga tidak tinggal diam, ia segera memerintah security untuk mengusir Rocky keluar dari pintu gerbang dan ia menasehati security tersebut supaya jangan pernah sekalipun Rocky datang kembali masuk ke dalam rumah begitu saja.
Di luar pintu gerbang ia berpapasan dengan Rachel tetapi hanya menatap tajam ke arah Rachel tanpa ada senyuman sama sekali.
Rachel pun penasaran dengan kedatangan Rocky hingga ia menanyakannya pada Rama.
"Mas Rama, untuk apa ia datang kembali ke sini?" tanya Rachel penasaran.
__ADS_1
"Mencari Reta di rumah ini, bahkan main masuk ke dalam rumah memanggil-manggil Reta. Ia mengira aku telah menyembunyikan Reta di dalam rumah ini," ucap Rama masih saja kesal seraya menghela napas panjang.
"Aneh, padahal sudah jelas pada waktu itu Mbak Reta pergi bersamanya kok malah ia mencari ke sini. Apa mungkin saja Mbak Reta kabur kali?" ucap Rachel.
"Masalah kabur ataupun tidak itu bukan urusanku, menyebalkan sekali! padahal aku bersusah payah untuk melupakan kejadian waktu itu, malah kini teringat kembali karena kedatangan Rocky yang secara tiba-tiba," ucap Rama kesal.
"Sudahlah, Mas Rama. Tak usah kamu marah-marah terus. Tidak ada gunanya kamu marah untuk hal yang tidak berguna seperti itu anggap saja angin lalu." Nasehat Rachel seraya melangkah masuk ke dalam rumah.
Rachel juga merasakan yang sama seperti yang saat ini sedang Rama rasakan, hanya saja ia mencoba menyembunyikan perasaan kesalnya terhadap Rocky.
"Menyebalkan sekali! aku sudah mulai bisa melupakan kepahitan yang aku alami di dalam rumah tanggaku, tetapi malah orangnya tahu-tahu ada di depan mata!" batin Rachel kesal.
Sementara saat ini Rocky sedang gundah gulana memikirkan keberadaan Reta yang tak tahu entah ada di mana.
"Betapa bodohnya aku, kenapa pula aku mencari Reta di rumah Rama? jelas saja ia tidak ada di rumah itu. Bukankah sudah jelas sekali, seisi rumah itu membenci Reta. Jadi tidak mungkin ia akan datang lagi ke sana."
Terus saja Rocky berkelih kesah memikirkan keberadaan Reta yang tak tahu entah ada di mana, ia terus saja memukul-mukulkan tangannya di kemudi mobilnya.
"Aduh Reta-Reta, kamu telah membuatku pusing saja! untuk apa kamu pakai acara kabur segala, kecuali aku jahat padamu. Padahal aku cinta mati padamu, hingga aku rela melakukan hal di luar nalar manusia yakni guna-guna dirimu,' gumam Rocky.
Hampir setiap hari Rocky mencari keberadaan Reta dengan berkeliling di kota tersebut tetapi ia tidak juga menemukannya.
Rasa lelah mendera, rasa putus asa kini terpancar sangat di wajah Rocky. Ia ingin menyerah begitu saja tetapi rasa cintanya kepada Reta yang terus saja membuat dirinya tidak patah arang dalam mencari Reta hingga saat ini
Sementara kehidupan Rachel sudah mulai membaik, perlahan demi perlahan ia benar-benar sudah bisa move on dari Rocky dan bisa sedikit demi sedikit melupakan rasa sakit hatinya kepada Rocky dan Reta.
__ADS_1
Tetapi untuk masalah hati saat ini ia belum bisa membuka hatinya untuk pria manapun saat ini dia hanya fokus dengan pekerjaannya.
Perusahaan yang ia pimpin lambat laun mengalami perkembangan. Aktivitasnya pun semakin hari semakin padat, tetapi ia tidak pernah berkeluh kesah, justru ia semakin bersemangat di dalam mengelola perusahaan salah satu milik Papah Sony.
"Rachel, papah bangga padamu karena perusahaan yang papah percayakan padamu kini telah berkembang pesat. Tetapi ada satu hal yang membuat papah juga sedih," ucap Papah Sony di sela makan malam bersama kedua anaknya.
"Lph memangnya apa lagi yang membuat papah sedih terhadapku?" tanya Rachel merasa heran.
"Karena masa iddahmu telah berlalu, tetapi kamu masih saja betah menyendiri.
Memangnya tidak ada satu pria pun yang bisa meluluhkan hatimu?" tanya Papah Sony.
"Pah, untuk saat ini aku belum ingin menikah lagi. Aku masih trauma dengan pernikahanku yang gagal," ucap Rachel.
"Lantas bagaimana denganmu Rama, apa kamu juga akan beralasan sama seperti yang Rachel katakan barusan?" tanya Mamah Nana bergantian.
"Iya Mah, karena pernikahan itu bukanlah suatu permainan. Aku saja yang pacaran lama dengan Reta dan pernikahanku dengan Reta juga bukan berjalan satu atau dua bulan saja kami sudah hampir 1
tahun menikah tetapi ternyata bisa hancur juga seperti ini," ucap Rama.
"Kami harap, kalian lekas bisa buka hati untuk orang lain. Jika tidak nanti apa kata Rocky atau Reta. Pasti mereka akan mengejek kalian. Dengan mengatakan kalian terlalu cinta pada mereka. Hingga sampai detik ini masih betah hidup sendiri," ucap Mamah Nana.
"Nah seperti itu yang papah maksud. Papah nggak ingin kalian di ejek oleh Reta atau Rocky karena kesendirian kalian," ucap Papah Sony.
"Tetapi jika kami menikah hanya untuk supaya tidak di ejek oleh mereka juga tidak baik hasilnya. Sama saja kami menikah hanya untuk pelarian saja," ucap Rama.
__ADS_1
"Iya pah-mah, yang Mas Rama katakan memang benar adanya. Jika seperti itu sama saja kita menikah pura-pura. Kasihan juga yang menjadi pasangan hidup kita," ucap Rachel.
"Sebaiknya mamah dan papah tak usah begitu khawatir tentang kami. Yakin saja jika suatu saat nanti kita pasti bertemu dengan jodoh yang sejati," ucap Rama.