
Sudah satu bulan berlalu, tetapi usaha Rocky untuk menemukan dimana keberadaan, Reta tidak membuahkan hasil. Hingga Rocky putus asa dan ia pun memutuskan untuk melupakan Reta. Tiba-tiba doa teringat akan Rachel.
"Jika memang aku tidak berhasil menemukan Reta, kenapa aku tidak berusaha mendekati Rachel kembali ya? apalagi saat ini Rachel masih betah sendiri pasti ia masih menyimpan rasa cintanya padaku. Pastinya lah, secara aku ini kan tampan sekali hingga Rachel masih saja tidak bisa move on dariku."
Rocky berfikir dengan kesendirian yang saat ini sedang dijalani oleh Rachel, ia mengira jika Rachel masih mencintai dirinya dan berharap bahwa dirinya akan kembali kepada Rachel.
Saat itu juga dengan percaya diri yang tinggi dan antusiasnya yang menggebu-gebu Rocky melajukan mobilnya menuju ke kantor Rachel.
"Tok tok tok tok!"
Rocky mengetuk pintu ruang kerja Rachel.
"Masuk."
Dari dalam ruangan Rachel mengizinkan orang yang mengetuk pintunya untuk segera masuk.
Alangkah terkejutnya Rachel pada saat melihat siapa yang datang.
"Kenapa melihatku seperti itu, seperti melihat hantu saja."
Tanpa ada rasa sungkan, Rocky duduk di hadapan Rachel. Ia mulai beraksi seraya menggenggam jemari tangan, Rachel. Sontak saja Rachel kesal dan ingin menepis genggaman tangan Rocky, tetapi ia tak bisa karena Rocky begitu erat menggenggam jemari Rachel.
"Lepaskan tanganku, dan untuk apa pula kamu datang lagi kemari? kita sudah tidak ada hubungan sama sekali," ucap Rachel ketus.
"Rachel, aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu. Aku minta maaf karena aku khilaf. Setelah beberapa bulan aku berpisah denganmu, aku baru sadar jika aku tak bisa hidup tanpamu," ratu Rocky tapi tak membuat Rachel lantas luluh dengan bujuk rayunya.
__ADS_1
"Aku tidak beli rayuanmu, karena pantang bagiku untuk kembali dengan mantan. Bagiku mantan itu layaknya barang bekas yang seharusnya sudah di buang ke tong sampah," ejek Rachel kesal.
Sebenarnya Rocky sangat tersinggung dan kesal mendengar ejekan dari Rachel. Tetapi ia mencoba untuk mengabaikan rasa kekesalannya pada Rachel. Supaya keinginannya bisa terlaksana.
"Sayang, kenapa kamu mengatakan go yang sangat kasar padaku? bagaimana pun aku pernah ada di hatimu, dan aku sangat yakin hingga saat ini pun kamu masih menyimpan rasa cinta padaku bukan? kamu tak usah gengsi atau munafik jika kamu masih sangat cinta padaku, hingga kamu tak bisa move on dariku bukan?"
Rachel tersenyum sinis pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Rocky. Ia benar-benar tidak menyangka jika mantan suaminya itu sana sekali tidak ada rasa malunya
"Kamu itu muka tembok ya? setelah apa yang kamu lakukan padaku, dengan mudahnya kamu mengatakan hal seperti tadi? kamu pikir aku ini masih cinta padamu? kamu salah besar, aku belum menikah lagi bukan berarti aku belum bisa move on darimu. Jangan salah menafsirkan kesendirianku ini ya!"
"Justru aku menyesal telah mengenalmu, bukan aku masih cinta padamu. Sekarang juga lepaskan genggaman tanganmu ini dan cepat pergi dari kantorku dan jangan kamu tampakkan lagi wajahmu di depan mataku!"
"Jika kamu masih berkeras hati tidak lekas pergi dari sini, aku akan mengusirmu dengan cara tidak terhormat. Apa perlu aku panggilkan security untuk datang kemari dan menyeretmu paksa keluar dari ruang kerjaku?"
Setelah mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Rachel, Rocky pun lekas melepaskan genggaman tangannya pada tangan Rachel dan ia pun segera pergi dari ruang kerjanya. Seperginya Rocky, Rachel pun segera menelepon kebagian security dan resepsionis.
"Dia pikir hanya dia pria yang ada di dunia ini. Dan dia pikir aku ini akan dengan mudahnya menerimanya kembali, setelah apa yang ia lakukan padaku."
"Jangan harap, aku akan luluh kembali lantas mau bersanding denganmu kembali, Rocky. Bagiku kamu telah benar-benar menorehkan luka yang begitu dalam di dalam hatiku."
"Sama sekali tidak terpikirkan untukku untuk kembali lagi ke pelukanmu, menjijikan!"
Rachel benar-benar emosi ia menjadi teringat kembali akan segala sakit hatinya yang telah ditorehkan oleh Rocky padanya.
Rocky juga kesal dengan dirinya sendiri karena tidak mampu meluluhkan hati Rachel kembali.
__ADS_1
"Aku begitu bodoh kenapa dulu aku selingkuh dari Rachel. Seharusnya dulu aku memanfaatkan kesempatan yang ada, yakni dengan aku meminta Rachel supaya menyerahkan jabatannya padaku."
"Kini hanya penyesalan yang aku rasakan saat ini. Sekarang posisiku hanya bekerja sebagai staf biasa tidak ada yang bisa aku banggakan. Hingga aku akan sulit untuk mendapatkan seorang wanita yang kaya raya seperti Rachel."
"Hanya karena aku tergoda dengan kecantikan Reta, hingga aku melakukan hal yang sangat fatal yakni aku selingkuh dengan Reta."
Sepanjang perjalanan pulang, tiada hentinya Rocky menyesali diri. Menyesal dengan kebodohannya sendiri. Ia terlalu bertindak ceroboh hingga pada akhirnya kini hidupnya sengsara. Reta tidak di dapatkannya dan Rachel pun tak mau kembali padanya.
Hingga ia akan mencoba mencari wanita yang kaya raya untuk ia jadikan pendamping hidupnya. Ia sudah terbiasa hidup enak pada saat ia mengenal Rachel. Bahkan pada saat masa pacaran dengan Rachel, ia selalu mendapatkan segala sesuatunya dari Rachel.
Sementara saat ini, Reta sudah bisa hidup tenang di dalam pesantren. Ia bahkan sudah mulai bisa mendalami agama dan benar-benar nyaman tinggal di pesantren.
"Meti, terima kasih ya. Kamu telah baik padaku hingga membantuku untuk bisa tinggal di pesantren ini. Aku sudah bisa tenang dan lega di sini. Sudah bisa sedikit demi sedikit bangkit."
"Untuk melupakan sepenuhnya dosaku, aku yakin tidak akan bisa. Karena sampai hari ini aku kadang merasa jijik sendiri jika ingat semua perbuatan kotorku."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Reta, Meti tersenyum kecil, ia tahu apa yang menimpa pada Reta bukan karena unsur kesengajaan.
"Reta, apa yang terjadi di dalam kehidupan rumah tanggamu dimana kamu sampai berzina dengan suami adik iparmu itu karena adanya guna-guna. Mendengar ceritamu dari awal hingga akhir, bukannya Pak Ustadz dan Bu Ustadzah juga mengatakan hal yang sama bukan?"
"Makanya mulai hari ini kita harus selalu dekat dengan Allah, supaya tidak sampai terjadi hal yang seperti kamu alami tempo dulu."
"Ingatlah pesan dari Ustadz supaya kamu fokus dengan masa depanmu, jangan kamu menolrh ke belakang dimana ada hal buruk teng pernah kamu lakukan.'
"Jika kamu terus menoleh ke belakang, yang ada langkahmu akan terhambat bahkan bisa terhenti di tengah jalan."
__ADS_1
Reta sangat bersyukur karena mempunyai seorang teman yang sangat baik dan tidak pelit ilmu agama.