Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Kebaikan Orang Tua Rama


__ADS_3

Pagi benar, Rama mengajak Mia untuk pergi honeymoon. Sedangkan Papah Sony mengajak Rido untuk berkeliling mencari sekolah SLTP bagi Rido. Karena kebetulan Rido tripikal anak pintar dan juga pendiam tidak banyak tingkah. Ia tidak mempermasalahkan jika akan. di sekolahkan dimana saja. Baginya yang terpenting bisa sekolah itu sudah sangat beruntung. Ia selalu di ajarkan untuk selalu bersyukur dengan segala apa yang ia dapatkan.


Papah Sony tak lantas menyekolahkan Rido di sekolah biasa. Justru ia menyekolahkan Rido di sekolah yang elite dan fasilitasnya komplit. Karena ia tak ingin anak sepintar Rido, bersekolah di sekolah yang biasa.


"Tuan, apa nggak berlebihan jika saya di sekolahkan disini?" tanya Rido tiba-tiba


Papah Sony, kaget mendengar suara Rido. Karena ini yang pertama kalinya ia mendengar suara Rido.


"Astaga, Rido. Kok kamu memanggilku, Tuan? panggil aku ini, Papah ya? karena kakakmu sudah menjadi anakku, secara tidak langsung kamu juga telah menjadi anakku. Jadi jangan pernah lagi kamu panggil, Tuan. Lagi pula pendidikan disini bagus untuk anak sepintar kamu. Jadi tak usah lagi menolak ya. Yang kamu pikirkan saat ini hanya satu, yakni belajar dan belajar. Tunjukkan pada dunia jika kelak kamu akan bisa menjadi orang yang sukses," ucap Papah Sony.


Mata Rido berkaca-kaca dan ia pun tiba-tiba mencium punggung tangan kanan Papah Sony seraya mengucapkan kata terima kasih. Seumur hidupnya, baru kali ini ia merasakan kasih sayang seorang ayah. Karena dari ia ada di dalam kandungan, ayahnya pergi begitu saja meninggalkan almarhumah ibu dan Mia.


"Alhamdulillah ya Allah, aku dan Mba Mia di pertemukan dengan orang-orang baik. Seperti keluarga Mas Rama. Aku tidak akan membuat kecewa orang tua angkatku. Aku akan benar-benar sekolah yang pintar dan menjadi sukses," batin Rido.

__ADS_1


********


Berbeda situasi di pesantren dimana Reta saat ini berada dan tinggal. Ia terus saja teringat akan Rama. Hingga sampai detik ini, ia belum juga bisa move on dari mantan suaminya yang sekarang ini sudah menikah dengan gadis belia.


Hingga kesendiriannya di tegur oleh Meti yang sekarang ini sudah menikah dengan salah satu pemuda yang mengurus pesantren khusus laki-laki.


"Reta, kenapa kamu selalu menolak pemuda yang selalu mendekati dirimu. Yang ingin serius dengan dirimu? apa karena mereka hanya pemuda biasa dan tak kaya raya seperti mantan suamimu itu?" tegur Meti penasaran.


"Bukan seperti itu, aku ini kan janda. Yang pertama aku minder dengan status jandaku ini, sementara mereka itu masih lajang. Intinya aku masih takut dengan pernikahan, dan aku masih ingat dengan mantan suamiku. Ingat sakit hati yang telah aku torehkan padanya. Sebelum aku benar-benar bisa mendapatkan maaf darinya, aku tidak akan menikah. Karena terakhir kali, aku meminta maaf, Mas Rama hanya diam saja tak berkata apapun. Itu berarti ia masih belum bisa memanfaatkan diriku," ucap Reta murung.


Memang Reta pernsh datang kembali ke rumah mantan mertuanya, ia hanya ingin mengulang permintaan maaf pada Rama. Tetapi justru ia mendapati pemilik rumsh sudah berganti dan bahkan tidak mau memberi tahu pada Reta, dimana kini Rama dan orang tuanya tinggal.


Hal ini yang membuat Reta hidup tak tenang dan selalu di bantuin oleh rasa bersalah pada, Rama. Ia bahkan telah berjanji, jika ia akan terus berusaha menemukan keberadaan Rama hanya untuk bisa mendapatkan kata maaf yang tuy dari mulut, Rama.

__ADS_1


Reta tidak akan membuka hatinya sedikitpun untuk pria manapun, jika Rama belum memaafkan dirinya.


"Jika memang selamanya aku tidak bertemu dengan Mas Rama. Maka selamanya juga aku akan hidup sendiri menjadi seorang janda. Aku tidak masalah dengan status jandaku, tetapi yang membuat aku selalu resah dan gelisah adalah rasa dosa dan bersalahku pada pria sebaik dan sesetia, Mas Rama," ucap Reta pada Meti.


Mendengar ungkapan hati Reta, Meti sama sekali sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya diam saja karena tak bisa memberikan sebuah saran yang tepat. Ia hanya bisa menarik napas dalam-dalam setelah mendengar apapun yang dikatakan oleh Reta.


Perjalanan waktu cepat sekali, layaknya putaran jarum jam yang terus saja berputar dan berputar. Dan tak terasa kini Rachel sedang hamil satu bulan. Rachel sangat senang dengan kehamilannya. Tetapi Willy teringat rasa traumanua dahulu.


"Mas, apa kamu nggak suka aku hamil? bukannya kamu ingin aku hamil?" tanya Rachel pada saat melihat wajah murung suaminya sejak tahu Rachel hamil.


"Aku tidak ada apa-apa, aku senang kok kita akan punya anak. Aku hanya sedang ada masalah di kantor saja," ucap Willy menyembunyikan rasa resah gelisahnya tersebut


Di dalam hatinya, ia minta maaf pada Rachel karena tak mengatakan hal ysbg sesungguhnya telah merisaukan hatinya.

__ADS_1


"Ya Allah, aku senang karena pada akhirnya istriku hamil. Aku pinta padaMu, untuk selalu memberinya kesehatan dan umur panjang. Karena entah kenapa tiba-tiba aku teringat pada masa meninggalnya almarhum istriku yakni pd saat proses melahirkan," batin Willy.


__ADS_2