Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Masih Sakit Hati


__ADS_3

Reta celingukan mencari keberadaan Rachel yang sudah tidak ada di depan matanya. Padahal masih banyak yang ingin ia tanyakan padanya.


Sementara saat ini Rachel sudah pergi dengan Willy. Melihat wajah masam istrinya, Willy pun mencoba menghiburnya.


"Istriku tersayang, kenapa kamu hanya diam seperti ini? apa karena wanita tadi?" tanya Willy seraya terus merangkul Rachel melangkah menuju ke mobil.


"Iya, mas. Entah kenapa aku belum bisa tulus memaafkan dirinya. Atas apa yang telah ia lakukan pada hidupku dulu. Setiap aku melihatnya, aku pasti ingat akan pengkhianatan yang pernah di lakukan oleh mantan suamiku bersamanya," ucap Rachel.


"Hem, sayang. Lupakanlah apa yang ada di belakangmu. Jika kamu terus saja hidup dengan kepahitan masa lalumu. Kamu akan sulit melangkah menuju ke masa depan yang cerah."


"Apa lagi kamu sudah menentukan jalan hidupmu dengan sekarang menjadi istri dan anakku. Dan sebentar lagi kita akan punya anak lagi."


"Jika kamu terus saja menyimpan rasa sakit hati dan kegagalan di masa lalumu. Itu tidak baik, bisa menghambat maaf depan."


Berbagai nasehat diberikan oleh Willy pada Rachel. Yang membuat Rachel sadar dengan apa yang di lakukannya memang salah. Ia tak seharusnya menyimpan kesalahan orang lain. Yang akan membuat dirinya sendiri menjadi bersalah.


Rachel meminta maaf pada suaminya tentang sikapnya barusan. Ia benar-benar hilang kendali dan lepas kontrol hingga ia marah pada Reta dan bahkan pergi begitu saja.


Seharusnya ia bisa mengambil hikmah dari semua yang telah terjadi, yakni dengan adanya kejadian itu. Dia pun bertemu dengan Willy dan Sita. Serta kedua mertua yang sangat baik dan perhatian pada dirinya.


"Astaghfirullah aladzim, aku minta maaf ya Allah. Atas sikapku barusan. Untung saja Mas Willy menasehati serta mengingatkan aku jika ap yang aku lakukan salah."

__ADS_1


"Beruntungnya aku telah di pertemukan dengan pria sebaik dan sesetia Mas Willy. Selalu saja bijaksana dalam bersikap dan bertutur kata."


Kini Rachel akan berusaha untuk tidak mengingat masa lalu jika ia suatu saat di pertemukan kembali dengan Reta atau pun Rocky.


Sementara seperginya Rachel, Reta berusaha mencari keliling taman siapa tahu masih bisa ia jumpai si Rachel. Tetapi semua hanya sia-sia saja, karena saat ini Rachel sudah dalam perjalanan pulang bersama Willy.


Reta duduk lemas di batu besar yang basah di taman. Ia pun sejenak diam dan ingat semua apa yang barusan dikatakan oleh Rachel. Dan ia juga ingin foto pengantin antara Rama dan Mia yang telah ditunjukan oleh Rachel kepadanya.


Ia terus saja merenung, dan entah kenapa di dalam hatinya masih saja belum ikhlas dengan pernikahan antara Rama dan Mia.


"Kamu bahagia ya, Mas Rama.. Aku bisa melihat senyum kebahagiaan yang terpancar di wajahmu. Dan aku juga melihat, istrimu yang sekarang masih sangat muda dan cantik juga.".


Terus saja Reta merutuki dirinya sendiri juga Rocky. Ia benar-benar tidak bisa move on dari rama. Padahal ia sudah tidak akan bisa kembali lagi pada Rama.


Selagi dirinya sedang melamun sendiri, tiba-tiba bahunya di tepukilrh seseorang hingga dirinya terlonjak kaget. Dan pada saat ia melihat orang yang telah menepuk bahunya juga ia sempat kaget, terperangah menatap orang itu.


"Alhamdulillah, akhirnya aku menemukan dirimu setelah sekian lamanya aku mencarimu, Reta."


"Kenapa waktu itu kamu pergi begitu saja? padahal aku sudah siap ingin menikahi dirimu. Kenapa Reta?"


Reta begitu panik, dirinya mulai ketakutan dan gemetaran. Ia sama sekali tidak pernah berpikir jika dirinya akan bertemu lagi dengan pria yang telah membuat rumah tangganya berantakan.

__ADS_1


Dia bahkan akan beranjak pergi tanpa menjawab apa pun yang barusan di katakan oleh Rocky. Karena ia pikir itu tidaklah penting. Ia sama sekali tidak ingan berurusan kembali dengan Rocky.


Namun pada saat ia bangkit dari duduknya, Rocky menahan kepergiannya hingga terpaksa ia pun duduk kembali.


"Reta, kamu mau kemana? kamu belum menjawab aoa yang barusan aku katakan, tetapi sudah mau pergi saja," tegur Rocky terus mentmataomkw arah Reta.


Sedangkan Reta tak berani menatap ke arah Rocky karena ia takut terkena hipnotis dan patuh lagi padanya. Reta mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Reta, kita sudah lama tidak bertemu. Tetapi wajahmu masih saja ayu, bahkan terlihat sangat bersih dan bersinar. Reta, tolong jangan diam saja seperti ini. Apa kamu tidak merasakan kangen padaku? " bujuk rayu Rocky.


"Aku justru tak suka bertemu kdgi denganmu, dan aku sama sekali tidak ada rasa kangen padamu. Yang ada hanyalah rasa benci karena ulahmu dulu membuat rumah tanggaku menjadi hancur. Dan hingga detik ini aku sama sekali tidak mendapatkan pintu maaf dari, Mas Rama. Itu semua karena perbuatanmu."


Reta akhirnya memberanikan diri berkata, walaupun di dalam hatinya takut. Perkataan yang di ucapkan oleh Reta malah membuat Rocky memicingkan alisnya.


"Reta sayang, bagaimana kalau kamu pulang saja denganku yuk? biar kita enak ngobrolnya," ajak Rocky lembut.


Pada saat Reta tak merespon ajakan dari Rocky. Tiba-tiba datang seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.


"Hem, di cari dari tadi ternyata ada di sini toh? siapa lagi wanita ini, jangan katakan jika kamu sedang merayunya ya?"


Rocky hanya diam tak bisa berkata apapun.

__ADS_1


__ADS_2