Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Masih Trauma


__ADS_3

Di saat ada kesempatan, Reta memberanikan diri menghampiri Rama dan orang tuanya, untuk meminta maaf atas segala kesalahannya yang pernah di lakukan olehnya.


Namun permintaan maaf dari Reta, sama sekali tak di hiraukan baik oleh Rama, Rachel, maupun orang tuanya. Mereka hanya diam saja dan melirik sinis pada Reta. Dengan mata yang berkaca-kaca, Reta pun menyingkir pergi dari hadapan Rama dan keluarganya.


Hal ini juga bisa di lihat oleh Meti, sahabat baik dirinya. Ia berusaha menghibur hati Reta yang begitu terlihat sangat murung.


"Reta, kamu yang sabar ya. Lambat laun pasti keluarga mantan suamimu bisa memahami dirimu. Dan bisa memaafkanmu.. Intinya kamu jangan pernah berhenti untuk selalu berbuat baik. Buktikan pada mereka bahwa yang lalu terjadi itu memang bukan atas kesadaran dirimu, melainkan kamu kena guna-guna," ucap Meti terus saja menghibur Reta.


Reta hanya tersenyum kecut, ia tak berkata apapun untuk menanggapi perkataan dari sahabat baiknya itu.


********


Setelah cukup lama berada di pesantren wanita. Kini Rama dan keluarganya beralih ke pesantren khusus anak-anak lelaki. Dimana lokasinya tak jauh dari pesantren wanita. Hanya menyeberang jalan raya saja.


Tetapi wajah Rama masih saja terlihat murung. Bahkan ia tak mau ikut masuk ke pesantren. Ia memutuskan untuk menunggu di dalam mobil.


Ternyata hal ini tak di sia-siakan oleh Reta. Saat tahu Rama ada di mobilnya, pada saat dirinya sedang berada di halaman samping. Ia lekas berlari dan menghampiri Rama yang sedang melamun dengan kaca mobil di buka.


"Mas Rama."


Rama menoleh dan terhenyak kaget pada saat melihat siapa yang memanggil dirinya.


"Untuk apa lagi kamu menampakkan wajahmu di hadapanku, hah? pergi sana jauh-jauh dariku! kehadiranmu hanya membuat luka lamaku ternganga lagi!" usir Rama lantang.


"Mas Rama, izinkan aku untuk sejenak bicara padamu. Aku sama sekali tidak akan meminta dirimu untuk menerimaku lagi, tetapi aku datang kemari untuk meminta maaf padamu. Aku tidak akan tenang jika tidak mendapatkan pintu maaf darimu."

__ADS_1


Reta menangkupkan kedua tangannya di dada seraya menatap sendu ke arah Rama.


Namun Rama sama sekali tak menghiraukan Reta, justru ia keluar dari mobil lewat pintu yang lain. Dan melangkah menuju ke pesantren laki-laki untuk menyusul Rachel dan orang tuanya.


Sontak saja hal ini membuat Reta semakin bertambah sedih. Kini ia tak bisa menahan air matanya untuk tidak menetes. Ia benar-benar kesal dan marah pada, Rocky. Karena ulah dia, rumah tangganya bersama Rama hancur begitu saja.


Segala impiannya bersama Rama, kini tinggallah hanya sebuah kenangan belaka. Impian yang tidak pernah akan terwujud karena hancurnya mahligai pernikahannya dengan Rama.


"Kenapa harus ada Rocky. Dan kenapa waktu itu kamu tak jadi pindah rumah! jika waktu itu kami pindah rumah, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini. Padahal aku sudah bahagia hidup bersanding dengan Mas Rama."


"Hanya Mas Rama saja, pria di dunia ini yang sangat setia dan tanggung jawab. Serta tidak pernah memperbesar suatu permasalahan."


Terus saja Reta merutuki dan mengumpat tindakan yang dilakukan oleh Rocky. Tetapi ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Rumah tangganya sudah hancur lebur dan sudah tidak ada kesempatan baginya untuk bisa kembali pada, Rama.


Sepulang dari pesantren, raut wajah Rama selalu terlihat murung. Entah apa yang sedang di pikirkan olehnya. Hal ini membuat orang tuanya bingung.


"Mah, aku yang salah. Waktu itu aku yang mengajak Mas Rama untuk ikut ke pesantren. Aku pikir untuk hiburan juga, karena selama ini kan Mas Rama tidak pernah kemana-mana," ucap Rachel merasa bersalah.


"Sudahlah, kalian berdua tidak bersalah. Mana kita tahu jika di pesantren itu ada, Reta. Semua kan serba kebetulan saja. Nanti juga Rama akan kembali ceria lagi," ucap Papah Sony memberikan penghiburan pada istri dan anak bungsunya.


Sejenak mereka hanya bisa diam saja, memandang Rama yang sedang duduk termenung di teras halaman rumah.


*******


Satu bulan kemudian,

__ADS_1


Susana sudah kembali normal, Rama sudah seperti sedia kala. Begitu pula Dr Rachel. Tetapi hingga detik ini keduanya masih saja betah dengan kesendirian mereka. Walaupun tidak di pungkiri banyak wanita yang mengharapkan cinta Rama dan banyak pula yang mengharapkan cinta Rachel.


Walaupun keduanya berstatus janda dan duda. Tetapi mereka selalu di kelilingi oleh pria lajang dan wanita lajang. Seperti saat ini, dimana sedang di adakan acara anniversary pernikahan Mamah Nana dan Papah Sony.


Banyak tamu undangan yang hadir, terutama para muda mudi dari anak-anak sahabat orang tua Rama dan Rachel.


"Hay, Rachel. Aku turut senang melihat keromantisan orang tuamu. Hem, kadang aku juga sering membayangkan hal yang serupa. Tetapi hingga saat ini, rada cinta ini tak juga mendapatkan balasan darimu," ucap Tesar salah satu rekan bisnis Rachel.


"Berapa kali aku katakan padamu, supaya tidak berharap padaku. Karena aku sendiri tidak tahu akan bertahan sampai kapan dengan kesendirianku ini," ucap Rachel.


"Apa kamu masih cinta pada mantan suamimu, hingga kamu masih berharap padanya suatu saat kalian bersama?"


Perkataan dari Tesar tersebut langsung membuat Rachel tersinggung. Karena ia sama sekali tidak mengharapkan apa pun dari Rocky. Ia hanya trauma dengan kegagalan rumah tangganya, hingga ia tak ingin begitu saja menerima lelaki menjadi pasangan hidupnya.


Rachel lekas berlalu pergi dari hadapan Tesar, dan ia pun sengaja menjauh dari pesta tersebut. Ia duduk di sebuah taman dan tanpa ia sadari, ia mendengar seorang anak kecil menangis.


Rachel mencari sumber suara anak kecil yang menangis tersebut. Dan setelah ketemu, Rachel mencoba menenangkan hati anak kecil itu.


"De, kamu sendirian? mana mamah dan papahmu?" tanya Rachel pada seorang anak kecil yang sangat cantik kira-kira berumur lima tahun.


Belum juga anak kecil tersebut menjawab, tiba-tiba datang seorang pria dan langsung memeluk anak tesebut.


"Sita, sudah berapa kali papah katakan supaya jangan pergi jika papah sedang ada di kamar mandi," ucapnya begitu khawatir.


"Iya, pah. Maaf. Tadi aku bosan, jadi jalan-jalan tapi malah nyasar. Tapi ada Tante baik hati ini, jadi aku sudah nggak takut lagi,' ucap Sita tersenyum ke arah Rachel.

__ADS_1


"Oh ya, terima kasih ya mba. Jika tidak ada mba, entah bagaimana nasib Sita."


Kemudian mereka pun berkenalan satu sama lain. Dengan bertemunya Rachel dengan Sita, membuat dirinya terhibur.


__ADS_2