Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Keromantisan Pengantin Baru


__ADS_3

Mendengar apa yang barusan di katakan oleh, Willy. Rachel tak lantas berhenti memainkan jemarinya. Ia terus saja nakal memainkan jemarinya hingga terpaksa Willy meraih jemari tangannya dan menciuminya serta menggenggamnya erat.


"Mas, aku suka dech bulu-bulu yang ada di dadamu ini. Makanya aku dari tadi memainkan tanganku, memangnya kenapa jika adikmu ini bangun? Kan sudah ada penjinaknya."


Kini Rachel nakal meraba dan meremas adik Willy yang sedang tertidur nyenyak, hingga membuat tidurnya terganggu dan ia pun lantas bangun.


'Tuh kan, kamu nakal banget sih sayang. Karena ulah nakalmu jadi membangunkan tidur adikku. Aku sudah lelah sayang, dan khawatir jika kita bermain lagi nanti pintu di ketuk seseorang," ucap Willy terkekeh seraya mencium kening Rachel.


Namun Rachel tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Willy. Ia malah terus saja meremas dan memainkan adiknya Willy. Hingga Willy tak bisa menahan rasa nikmatnya. Ia pun merem melek dengan perlakuan nakal Rachel.


Rachel melepaskan wadah si adik kecil Willy, hingga kini si adik terlihat. Ia berkedut-kedut menari kegirangan karena bisa keluar juga dari sarangnya.


Rachel menciumi adik Willy dan memainkannya di dalam mulutnya bak ia sedang makan permen lollipop. Setelah itu Rachel duduk di atas Willy yang masih berbaring, dengan terlebih dahulu melepas sesuatu yang menutupi goanya.


Seperti seseorang yang sedang naik kuda, Rachel bergoyang-goyang di atas tubuh Willy. Dan Willy pun tak tinggal diam, ia memainkan dua benda kenyal milik Rachel dengan kedua tangannya. Hingga beberapa detik terdengar erangan kenikmatan diantara keduanya.


"Hem... nakal kamu ya sayang. Padahal kita sudah mandi loh, kamu malah membuat adikku bangun lagi," ucap Willy.


"Maaf ya, mas. Aku juga nggak tahu tiba-tiba ingin bermain kuda-kudaan lagi dengan dirimu."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rachel, membuat Willy hampir saja tak bisa menahan rasa gelinya. Untung saja Rachel langsung membekap mulutnya, supaya tidak terlepas tertawa keras.


'Hheee..maaf ya sayang. Hampir saja aku kelepasan tertawa. Tapi aku suka loh jika kamu sering-sering nakal padaku seperti ini. Heeee... agresif sekali aasekkkkk....


Setelah sejenak kembali bergumul,. mereka pun memutuskan untuk mandi lagi. Dan kali ini selepas mandi, mereka benar-benar tidur siang seraya saling berpelukan. Hingga dua jam berlalu, pintu kamar di ketuk oleh Sita.

__ADS_1


"Tok tok tok tok"


"Mamah Rachel, masih tidur ya?"


"Sebentar sayang."


Rachel segera beralih ke pintu untuk membuka pintu kamarnya.


"Mah, maaf ya? aku jadi membangunkan tidur mamah. Aku lapar lagi, mah. Tapi inginnya makan di suapi mamah,' rengeknya manja.


Rachel pun tersenyum, ia sangat senang dengan tingkah manja Sita. Belum juga Rachel berkata, Mamah mertuanya datang dan berkata.


"Sita sayang, biasa kan makan di suapi mba atau Oma. Bahkan suka makan sendiri kan?"


'Nggak apa-apa, Mah. Aku sudah paham kok kenapa Sita seperti ini. Yuk mamah suapin." Rachel menuntun Sita ke arah ruang makan.


"Untung saja Rachel sabar, dan sifatnya itu benar-benar keibuan. Walaupun ia belum pernah punya anak," batinnya.


Tak sengaja ia menoleh ke arah pintu kamar Willy yang terbuka lebar. Dan ia melihat Willy begitu nyenyak tidurnya.


"Willy, mamah sekarang sudah lega dan tenang. Karena sekarang sudah ada yang mengurus kamu dan Sita."


Mamah Ika menutup pintu kamar, Willy. Dan ia beralih ke ruang tengah untuk menonton acara televisi bersama Papah Idin.


"Sita mana, mah? katanya mau makan siang?" tanya Papah Idin.

__ADS_1


"Sudah kok, tadi tuh bangunin Rachel. Maunya minta di suapin sama Rachel, nggak mau sama mamah," ucap Mamah Ika.


"Hemmm...jelas saja lah mah. Sita kan haus kasih sayang seorang ibu. Karena sejak ia di lahirkan sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang seorang, ibu. Baru kali ini kan?" ucap Papah Idin.


"Iya juga sih, pah. Tapi mamah rasa khawatir jika nanti Rachel hamil dan Sita terus manja bagaimana?" ucap Mamah Ika.


"Kamu tak perlu khawatir akan hal itu, mah. Pasti Sita bisa membawa diri, dan ia kelak bisa mandiri jika tahu dirinya akan punya adik," ucap Papan Idin meyakinkan istrinya.


Sementara saat ini Willy sedang bermimpi bertemu dengan Almarhumah istrinya. Di dalam mimpinya, ia melihat Almarhumah istrinya tersenyum bahagia seraya mengacungkan kedua ibu jarinya dan selepas itu melambaikan tangannya.


Willy pun terbangun dari tidurnya, dan ia sejenak mengangkat tubuhnya sedikit hingga bersandar pada tumpuan ranjang.


"Sayang, aku tahu apa arti mimpi tadi. Kamu telah bahagia di alam sana dan tenang bukan, setelah aku menikah dengan Rachel. Aku yakin keputusan aku menikah dengan Rachel tidak salah. Itu terbukti almarhumah istriku saja tersenyum padaku," batin Willy.


Willy segera bangkit dari pembaringannya. Ia pun melangkah keluar dari kamar untuk mencari ke keberadaan istrinya. Ia tersenyum pada saat melihat kebersamaan istrinya dengan anaknya.


"Papah mau juga dong di suapi?" canda Willy terkekeh.


Tetapi Rachel benar-benar menyuapi Willy, hingga Sita pun protes.


"Memangnya anak Mamah Rachel kini tambah satu ya? yang satu anaknya sudah besar sekali ya?" ejek Sita.


Willy dan Rachel pun terkekeh mendengar apa yang barusan di katakan oleh Sita. Tetapi ia tetap saja menyuapi Willy. Rasa bahagia benar-benar sedang di rasakan oleh Rachel. Ia benar-benar menikmati indahnya menjadi seorang ibu.


Dia sama sekali tidak pernah berkeluh kesah dalam mengurus Sita. Ia benar-benar tulus menjadi seorang Ibu sambung bagi, Sita.

__ADS_1


Cukup lama mereka bertiga ada di ruang makan. Setelah itu mereka pun bercengkrama di ruang tengah bersama dengan Mamah Ika dan Papah Idin.


__ADS_2