
Karena ketukan kamar tidak di bukakan. Rama baru ingat sesuatu.
"Bodohnya aku, kenapa aku mengetuk pintu jika aku ingin memergoki mereka secara langsung? aku kan bisa lompat lewat balkon kamar sebelah ke kamarku?" batin Rama menepuk jidatnya sendiri seraya perlahan melangkah kamar sebelah.
Sementara Rocky tersenyum senang," sayang, enak nggak?"
"Enak banget, Rocky."
"Sudah tidak ada lagi suara ketukan pintu bukan? paling tadi bibi," ucap Rocky di sela terus menggenjot Reta.
Sementara saat ini Rama sedan berjuang memanjat balkon yang lumayan tinggi. Dan pada akhirnya berhasil. Dan pada saat ia telah sampai di kamarnya sendiri. Ia sangat marah pada saat melihst keduanya sedang asik dengan pergumulannya.
Secepat kilat, Rama menarik paksa tubuh Rocky yang masih ada di atas tubuh Reta.
"BUG BUG"
Rama meninju perut Rocky dua kali.
Sedangkan Reta kalang kabut, ia lekas mengenakan pakaiannya yang berserakan di lantai.
"Ya ampun, bagaimana bisa Mas Rama tiba-tiba ada di rumah? padahal tadi ia berangkat bersama dengan Rachel?" batin Reta mulai panik.
"Mas sudah mas, hentikan!" teriak Reta karena tak ingin ada korban.
Apa lagi Rama terlihat sangat marah sekali. Keributan yang terjadi terdengar sampai di kamar tamu. Dan Rachel segera berlari ke arah kamar Rama.
"Aduh, bagaimana ini? kamarnya di kunci dari dalam. Aku khawatir Mas Rama kalap," batin Rachel bingung.
Pada saat Rachel akan turun lagi untuk meminta bantuan dari tukang kebun untuk mendobrak pintu kamar. Papah Sony datang.
"Rachel ada apa? kok wajahmu panik seperti itu? lantas ribut-ribut apa itu di kamar Rama?" tanya Sony seraya menatap ke arah kamar Rama yang sangat terdengar jelas pekikan perempuan dan amarah lelaki.
"Jangan bilang Rama sedang KDRT terhadap Reta." Papah Sony berlari ke kamar Rama dan ia pun sekuat tenaga mendobrak pintu kamar Rama.
__ADS_1
"Rama, hentikan! astaga apa ini? Rocky kenapa kamu ... astaga....
Sony begitu kaget pada saat melihat tubuh Rocky tak mengenakan sehelai benang pun. Sony menahan Rama yang akan terus memukul Rocky.
"Sudah, Rama. Sebenarnya apa yang telah terjadi? Rocky, kenapa juga kamu ada di kamar Rama?' tanya Sony menatap tajam Rocky yang sedang meraih celana boxernya.
Belum juga Rocky menjawabnyy, Rama telah menjawab.
"Mereka kan diam-diam pacaran bahkan sampai melakukan hubungan badan. Dan tadi aku langsung melihat sendiri perbuatan Reta dengan Rocky," ucap Rama kesal.
Sementara Rachel datang, ia sama sekali tidak iba melihat kondisi Rocky yang babak belur. Justru ia menghampiri Rama.
"Mas Rama, kamu nggak apa-apa kan?"
"Nggak apa-apa, Rachel. Kamu tenang saja."
"Begini saja, kita berkumpul di rumah tengah. Dan ceritakan semuanya pada papah supaya jelas!"
"Rocky, kenapa kamu melakukan hal ini? padahal kamu tahu kan jika Reta ini istri dari Rama, yakni kakak iparmu. Apa lagi kamu dan Rachel juga belum lama menikah? masa iya kamu sudah selingkuh dengan Reta?" tanya Sony menatap tajam ke arah Rocky.
"Maafkan aku, pah. Karena aku tak bisa menahan gejolak rasa cintaku dulu yang pernah terjalin dengan Reta. Pada saat aku pertama kali datang, aku kaget melihat Reta. Dia ini mantan pacarku, pah," ucap Rocky.
"Reta, apa benar Rocky mantan pacarmu?" tanya Sony pada Reta.
"I-iya pah."
"Astaga....jadi kalian melakukan ini karena masih ada rasa saling cinta? apa kalian tidak sadar telah melukai dua hati sekaligus?"
"Jika dari awal kalian masih ada rasa saling suka, seharusnya berkata jujur pada pasangan kalian masing-masing. Supaya tidak sampai berbust zinah seperti ini."
'Jika sudah terjadi seperti ini, apa kalian berdua tidak malu?"
Mendengar apa yang di katakan oleh Sony. Baik Reta maupun Rocky hanya bisa terunduk.
__ADS_1
"Rama, setelah kamu tshu seperti ini? lantas langkah apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sony.
"Aku akan melepaskan, Reta. Jijiklah pah, aku melihat sendiri pergumulan mereka berdua. Masa iya aku memaafkan Reta dan tetap hidup bersamanya. Aku sudah tidak Sudi, pah," jawab Rama lantang.
"Lantas, bagaimana denganmu Rachel. Pernikahanmu dengan Rocky juga baru beberapa bulan lamanya. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sony menatap ke arah Rachel.
"Aku juga akan melepaskan Mas Rocky, seperti apa yang di lakukan oleh Mas Rama melepas Mba Reta. Karena percuma saja jika di lanjutkan, pah," ucap Rachel pasti.
"Tetapi umur pernikahan kalian baru beberapa bulan, apa kamu tidak malu jika di omong orang?" tanya Sony lagi.
"Aku tidak malu, karena apa yang terjadi bukan salahku. Justru yang sepantasnya malu itu Mba Reta dan Mas Rocky. Itupun kalau mereka masih punya rasa malu," ucap Rachel menatap ke arah Rocky dan Reta.
"Reta, apa kamu terima jika Rama akan menceraikan dirimu?" tanya Sony.
Reta hanya bisa mengangguk pasrah tanpa ada kata sepatah pun.
"Dan kamu, Rocky. Apa kamu terima jika Rachel akan menggugat cerai dirimu?" tanya Sony.
"Terima, pah. Justru ini yang telah lama kami tunggu. Karena dengan begini aku akan segera menikahi Reta. Iya kan sayang,' ucap Rocky sama sekali tidak ada rasa malu di hadapan papah mertuanya.
"Ya sudah, jika memang keputusan kalian sudah seperti ini. NPaoah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya ada rasa kecewa pada Reta. Papah pikir, Reta itu istri yang setia tapi malah seperti ini," ucap Papah seraya melirik sinis ke arah Reta yang terus saj tertunduk.
"Sekarang juga, usir mereka pah! aku tidak sudi melihat pasangan mesum ada di rumah ini!" ucap lantang Rama.
"Tapi kan mamah belum tahu tentang hal ini?" ucap Sony.
"Nggak usah menunggu Mamah, pah. Kita kan bisa ceritakan padanya nanti. Tak usah menahan mereka lebih lama lagi tinggal di rumah kita. Hanya mengotori rumah ini dengan dosa yang telah mereka lakukan!" ucap Rama.
Hingga pada akhirnya, Sony pun menuruti kemauan Rama. Ia meminta Rocky dan Reta mengemasi barang-barangnya dan lekas pergi dari rumah Sony.
"Reta, Rocky. Kalian dengar sendiri kan? sekarang juga kalian kemasi barang-barang kalian dan tinggalkam rumah ini secepatnya," perintah Sony.
Tanpa ada sepstah kata pun, baik Rocky maupun Reta bangkit dari duduknya dan mereka segera melangkah ke kamar masing-masing untuk mengemasi seluruh pakaian mereka. Setelah itu keduanya pergi begitu saja dari rumah mewah itu bahkan tanpa pamit karena teramat malu
__ADS_1