
Reta merasa lega, karena Rocky sudah tidak mendekatinya lagi. Ia hampir tak percaya jika saat ini Rocky mempunyai istri seorang wanita paruh baya. Tetapi ia tak memusingkan hal itu. Ia hanya ingin terus berusaha mencari keberadaan Rama. Walaupun ia tahu jika Rama sudah beristri, ia hanya ingin mendapatkan pintu maaf dari Rama.
"Sudah beberapa hari aku mencari Mas Rama tetapi tak juga bertemu."
Dia pun ingat sesuatu hal yang menurutnya bisa ia lakukan untuk bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan Rama. Dengan senyuman kecil, Reta pun memutuskan untuk menyambangi kantor, Papah Sony.
Dengan naik taxi on line, ia pun sampai juga di kantor milik papah Sony. Dan ia segera meminta bagian resepsionis mengantarkan dirinya untuk menemui Papah Sony.
"Mba, masih ingat saya kan? tolong pertemukan saya dengan mantan Papah mertua saya. Bilang saja padanya ada hal penting yang ingin saya bicarakan padanya."
Saat itu juga bagian resepsionis menelpon ruang kerja Papah Sony. Dan kebetulan saat itu ada Rama, tetapi Rama sedang berada didalam toilet ruang kerja Papah Sony.
Rama bahkan mengajak Mia datang ke kantir Papahnya. Setelah mereka pulang dari honeymoon.
Mendengar penjelasan pegawai di bagian resepsionis, membuat Papah Sony penasaran juga dengan apa yang ingin di katakan oleh, Reta. Hingga ia mengizinkan Reta menemui dirinya.
Reta melangkah dengan pasti diantar oleh bagian resepsionis ke ruang kerja, Papah Sony. Dan dengan jantung yang berdebar-debar ia duduk di hadapan papah Sony. Tetapi ia sejenak melirik ke arah Mia. Hingga Papah Sony mengatakan pada Reta," Dia itu istri Rama."
__ADS_1
"Astaga...pantas saja aku barusan seperti pernah melihatnya dimana? aku lupa jika waktu itu Rachel pernah memperlihatkan foto pernikahan Mas Rama dengannya. Ternyata daun muda, cantik juga," batin Reta.
Dan pada saat Reta duduk tepat di hadapan Papah Sony. Keluarlah Rama dari arah toilet.
"Sayang...kamu nggak ke toilet?"
Seketika itu juga, Reta menoleh ke arah sumber suara. Ia begitu sumringah karena harapannya untuk bertemu dengan Rama terkabul juga. Tanpa ada rencana sama sekali, ia malah bertemu dengan Rama di ruang kerja Papah Sony.
Rama yang melihat Reta mendadak ilfill, ia pun akan pergi mengajak istrinya. Tetapi Reta menahannya.
"Mas Rama, aku mohon jangan pergi dulu.. Please...."
"Rama, duduklah. Setidaknya biarkan Reta mengatakan apa yang ingin dia katakan," tegur Papah Sony hingga dengan rasa malas, Rama pun duduk di sofa yang ada di ruang kerja Papahnya.
Tetapi pandangan matanya menatap ke arah lain, tidak ke arah Reta.
"Pah, terimakasih ya? sudah menahan kepergian Mas Rama. Aku datang kemari juga dengan harapan ingin meminta alamat rumah papah yang baru. Hanya ingin bertemu dengan Mas Rama. Karena aku sudah ke rumah lama dan ternyata Papah sudah pindah. Bahkan aku sempat bertemu dengan Rachel, tapi ia juga tidak mau memberi tahu padaku tentang rumah papah yang baru."
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Reta terlalu bertele-tele, membuat Papah Sony pun berkata," katakan saja apa yang ingin kamu katakan pada Rama, mumpung dia ada di sini."
Reta beralih pandangan matanya ke Rama yang saat ini sedang menatap ke arah lain," Mas Rama, aku minta maaf atas apa yang dulu aku lakukan padamu. Sebelum kamu memaafkanku, hidupku selamanya akan di hantui rasa bersalah."
Rama hanya tersenyum sinis," memang itu yang aku harapkan."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Rama, Mia merasa iba melihat ketulusan permintaan maaf Reta. Ia pun mencoba menasehati Rama," Mas Rama, kamu tidak boleh bersikap seperti ini."
"Sayang, dia itu wanita yang telah berkhianat. Dan lebih parahnya dengan suami adikku sendiri," ucap Rama menjelaskan pada Mia.
"Iya mas aku sudah tahu kok, tetapi jika Mas Rama terus saja menyimpan rasa benci dan dendam itu juga tidak baik untuk diri Mas sendiri. Ayohlah Mas, berikan maafmu padanya. Supaya tidak hanya dia yang lega, tetapi Mas Rama juga lega," pinta Mia mengiba.
"Iya, Rama. Apa yang dikatakan oleh istrimu itu benar. Nggak baik terlalu lama menyimpan dendam dan sakit hati. Yang hanya akan membuat hidup tak tenang, dan juga mengganggu kesehatan jiwa dan raga," ucap Papah Sony.
Namun entah mengapa Rama masih saja belum bisa memanfaatkan kesalahan Reta dahulu. Hingga ia diam saja, dan hanya gerutuan di dalam hatinya.
"Papah dan Mia tidak tahu bagaimana sakitnya hati ini melihat secara langsung perselingkuhan Reta dengan Rocky. Bahkan jika aku melihat wajah Reta atau Rocky, aku jadi terbayang dimana mereka berdua sedang asik melakukan hubungan intim!" batin Rama seraya mengepalkan tinjunya.
__ADS_1
"Rama, setiap manusia itu punya kesalahan dan dosa. Hanya saja tingkat dan kesalahan itu berbeda. Bukankah kamu sering ikut pengajian, baik dulu maupun sekarang. Jika kamu tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, maka Allah juga tidak akan memaafkan kesalahan dirimu," nasehat Papah Sony.
"Papah bisa mengatakan hal itu, dan kamu juga bisa mengatakan hal itu, Mia. Karena kalian berdua itu tidak pernah mengalami apa yang aku dan Rachel pernah alami. Tanya saja pada, Rachel. Pasti saat ini dia juga belum sepenuhnya memaafkan pezinah seperti dia!" tunjuk kasar Rama pada Reta.