Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Tak Sengaja Bertemu Reta


__ADS_3

Hari-hari yang di lalui oleh Rachel sangat bahagia. Ia pun jalani hidup dengan penuh sukacita di sela kehamilannya. Bahkan anak tirinya tidak manja lagi sejak tahu jika Rachel saat ini sedang hamil.


Hal ini justru membuat Rachel merasa rindu dengan sikap manja Sita kepada dirinya. Hingga di suatu pagi yang cerah Rachel ingin bertanya pada Sita.


"Sayangnya mamah, kenapa sekarang sudah nggak minta di suapin dan di temani bobok lagi?" tanya Rachel begitu lembutnya pada Sita.


"Mamah, aku kan sudah besar dan sebentar lagi mau punya adik. Aku sebentar lagi mau menjadi seorang kakak, masa iya aku masih di suapi dan tidur di boboin sama mamah? nanti aku malu dong sama adikku?"


Perkataan Sita benar-benar membuat Rachel terharu. Padahal selama ini ia tidak pernah mengatakan apapun. Ia rela melakukan semua itu untuk Sita walaupun dirinya sendiri kerepotan karena rasa mual muntah di saat ngidamnya.


"Subhanallah, pintar sekali anak mamah? siapa yang ajari hal ini, sayang? karena selama ini mamah kan tidak pernah mengatakan apa-apa padamu?" tanya Rachel ingin tahu apakah ada orang yang telah menasehati Sita.


Karena menurut Rachel tidak mungkin seorang anak sekecil Sita berubah dengan sendirinya jika tidak ada yang menasehati dirinya.


Sita pun jujur jika di sekolah di ajarkan banyak hal, apa lagi ada beberapa teman sekelasnya yang sebentar lagi juga akan punya adik. Jadi tidak ada orang rumah yang menasehati Sita sama sekali.


Rachel begitu bangga dan terharu karena sikap Sita yang begitu dewasa. Padahal Willy sempat cemas jika suatu saat nanti, Sita akan menjadi cemburu jika tahu Rachel sedang hamil. Tetapi hal itu tidak terjadi pada Sita. Justru sejak tahu Rachel hamil, Sita sering mengajak ngobrol bayi yang ada di dalam kandungan Rachel.


Sita sudah tidak sabar lagi ingin segera melihat adiknya lahir di dunia ini.

__ADS_1


"Mah, lihatlah. Apa yang sempat kita khawatirkan jika Rachel hamil tidak terjadi pada Sita. Ia begitu dewasanya. Bahkan sekarang juga sudah mau makan sendiri dan semua ia lakukan sendiri," ucap Papah Idin.


"Iya, pah. Mamah sempat takut, ada kecemburuan pada diri Sita jika Rachel hamil. Tetapi ternyata tidak ya, Sita malah sudah tak sabar lagi ingin melihat adiknya lahir," ucap Mamah Ika.


Kedua orang tua Willy, juga ikut senang dengan adanya perubahan positif yang terjadi pada diri, Sita. Mereka juga sangat bahagia, karena kehidupan anak semata wayangnya kini sudah bahagia. Dan sebentar lagi kebahagiaan Willy bertambah lengkap jika anak ke duanya lahir di dunia ini.


*******


Pagi menjelang, di kala hari libur kantor. Willy mengajak istri dan anaknya jalan-jalan sejenak ke sebuah taman yang tak jauh dari rumah Willy. Tanpa lupa Willy juga mengajak baby sitter Sita untuk turut serta.


Pada saat mereka sedang asik bercanda ria di taman. Seseorang menghampiri Rachel. Dari jauh Rachel sudah melihat siapa orang itu. Tetapi ia sengaja tak ingin menghindar karena ingin tahu apa maksud orang itu datang menghampiri dirinya.


Mendengar perkataan dari wanita muda yang ada di hadapan Rachel. Membuat Willy berinisiatif menjauh sejenak, karena ia tahu dari tatapan wanita itu padanya. Yakni ingin berbicara hanya empat mata dengan Rachel.


Willy juga masih ingat siapa wanita yang ada di hadapannya itu, yakni Reta. Wanita yang pernah menjadi kakak ipar dari Rachel.


Sejenak Willy duduk di sebuah kursi panjang yang tak jauh dari Rachel. Karena ia juga ingin sesekali memantau Rachel yang sedang hamil muda.


Setelah melihat jika Willy menjauh. Reta mulia mengatakan sesuatu pada, Rachel.

__ADS_1


"Rachel, aku beberapa kali menelponmu dan Mas Rama serta mamah dan papah tetapi tidak yang aktif sama sekali. Rachel, tolong tunjukkan dimana rumah baru mamahmu. Karena aku ingin bertemu dengan, Mas Rama."


"Aku sudah sering datang ke kantornya, tapi juga pihak kantor mengatakan jika Mas Rama sudah tidak pernah datang lagi ke kantor."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Reta, membuat Rachel menjadi heran.


"Mba Reta, untuk apa lagi kamu ingin menemui Mas Rama setelah apa yang kamu lakukan padanya juga padaku? kalian ini sudah berpisah begitu lamanya, jadi untuk apa datang hanya ingin membuka luka lama?" tanya Rachel sedang menahan rasa kesal.


Pertemuannya dengan Reta yang tak di sengaja itu, benar-benar membuat Rachel kesal.


"Aku tahu jika aku memang telah berpisah lama dengan Mas Rama. Aku hanya ingin mendapatkan pintu maaf dari Mas Rama. Karena hingga detik ini, Mas Rama belum memaafkanku. Belum ada satu kata maaf dari mulutnya. Hal ini membuat hidupku tak tenang jika belum mendapatkan maaf darinya," ucap Reta mengiba.


"Hem, begitu ya? tapi aku sama sekali tidak akan memberi tahu dimana saat ini Mas Rama tinggal. Karena saat ini Mas Rama juga sudah bahagia bersama istri barunya yang masih sangat muda belia," ucap Rachel.


Bahkan tanpa ada rasa sungkan, Rachel menunjukkan beberapa foto pengantin Rama bersama dengan Mia. Di dalam hati Reta terasa teriris pada saat melihat foto pernikahan Rama dengan Mia, karena Reta masih sangat cinta pada Rama.


Lidahnya terasa tercekat pada saat ia akan berkata lagi. Hanya matanya saja yang berkaca-kaca.


"Mas Rama, ternyata kamu sudah menikah lagi. Kenapa hati ini tidak rela melihatmu bahagia bersama wanita lain?" Reta terus saja merutuki dirinya sendiri di dalam hatinya.

__ADS_1


Selagi Reta bengong, melamun. Rachel diam-diam pergi dari hadapan Reta.


__ADS_2