
Berjalannya waktu cepat sekali, kini umur kehamilan Rachel memasuki usia empat bulan, dan dua keluarga sepakat untuk mengadakan acara syukuran empat bulanan.
Acara syukuran di lakukan di rumah pihak Rachel. Di saksikan oleh dua keluarga juga sanak family dan juga kerabat dekat saja.
Willy dan Rachel sepakat untuk tidak melakukan acara yang sedang trend dan kekinian. Yakni acara baby shower yang biasa di lakukan pada janin usia lima bulan.
Willy dan Rachel sepakat hanya akan di adakan acara syukuran empat bulanan dan kelak acara tujuh bulanan. Acara syukuran empat bulanan berjalan sangat lancar dan seru serta meriah sekali.
Beberapa jam kemudian....
Rachel dan Willy juga telah sepakat setelah acara syukuran selesai. Mereka akan menyambangi panti asuhan dan panti jompo untuk beramal dan sebagai ucapan rasa syukur pada Allah, atas anugerah yang telah di berikan olehNya.
"Mah-pah, kami izin ya? akan ke panti asuhan. Tapi bukan panti asuhan yang ada Reta. Kami akan ke panti asuhan yang berbeda," ucap Meysa meminta izin pada orang tuanya.
__ADS_1
"Memangnya kamu tidak capai setelah melakukan acara syukuran barusan? apa tidak sebaiknya besok saja?" saran Mamah Nana.
"Ia Rachel, usia kandungan kamu itu masih tergolong muda loh. Seharusnya istirahat dulu, dilanjutkan besok lagi saja," saran Papah Sony.
Sejenak Rachel menatap ke arah suaminya, seolah ia meminta saran dari Willy.
"Ya sudah, besok saja kita ke panti asuhan nya. Apa yang Mamah dan papah katakan memang ada benarnya juga, kamu jangan terlalu capek dahulu luangkan sejenak waktumu untuk beristirahat," ucap Willy.
Willy adalah tripical suami yang tidak begitu memusingkan segala hal. Ia benar-benar suami yang sangat bijaksana dan pengertian. Bahkan ia selalu mengalah tidak pernah memaksakan kehendaknya. Ia selalu menerima saran dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
Dan saat itu juga, Rachel dan Willy pulang ke rumah orang tua, Willy. Pada saat mereka telah sampai di rumah, Rachel pun menanyakan sesuatu.
"Mas Willy, apa benar-benar nggak apa-apa jika kita pergi besok ke panti asuhannya? mas nggak marah ?" tanya Rachel ragu.
__ADS_1
"Astaghfirullah aladzim, sayangku cintaku istriku...kamu masih saja nggak percaya dengan suamimu ini? aku itu nggak marah, sayang.. ciyus...."
Willy mencubit kedua pipi Rachel karena saking gemasnya. Membuat Rachel meringis," issstt....Mas Willy! sakit tahu!"
Seketika itu juga Rachel mengusap dua pipinya seraya mengerucutkan bibirnya, membuat Willy terkekeh hingga membuat Sita yang ada di dalam kamarnya menjadi penasaran dengan apa yang sedang membuat Papahnya terkekeh begitu kerasnya.
"Pah-mah, ada apa sih? suara Papah terdengar hingga ke kamarku," tanyanya seraya menatap ke arah Rachel dan Willy seraya bergantian.
Willy tersenyum mendengar pertanyaan dari anaknya yang baru berumur lima tahun tersebut. Dan ia pun menceritakan hal lucu, ia tidak mengatakan hal yang sesungguhnya pada Sita.
Mendengar cerita lucu dari Willy, membuat Sita malah tertawa ngakak. Hal ini membuat Willy dan Rachel ikut tertawa.
Beginilah kehidupan rumah tangga Willy, sejak ada Rachel. Hidup Willy dan Sita lebih berwarna dan bahagia. Sudah tidak ada lagi kesedihan dan kemurungan.
__ADS_1
Sita bahkan selalu ceria sejak punya mamah sambung Rachel.